SUNMOON

SUNMOON
SM 34



...Selamat datang di novel karya...


...π‘†π‘žπ‘’π‘Žπ‘‘ π‘ƒπ‘’π‘›π‘¦π‘–β„Žπ‘–π‘Ÿ/PIMOYᢠᡃⁿⁿʸ 🌼...


...semoga kalian suka ya ☺️....


...Like, Vote, Koment, & klik β™₯️ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya ✌️...


...π»π‘Žπ‘π‘π‘¦ π‘…π‘’π‘Žπ‘‘π‘–π‘›π‘”...


.....................


Brrrmmmm


Brrrmmmm


Brrrmmmm


"Ada apa ini?" Soni yang sedang membonceng Sunny seketika menghentikan laju motornya karena mereka berdua tiba-tiba dikepung segerombolan orang yang tidak mereka kenal.


Lima sepeda motor balap berhenti mengelilingi Soni dan sunny. Mendadak sunny sudah mempunyai firasat buruk ketika dia melihat ada satu orang yang dia kenali dari orang-orang itu.


"Bang, sepertinya mereka adalah teman dari salah satu pembalap yang semalam aku kalahkan," bisik sunny ke telinga Soni.


"Mau apa mereka?" tanya balik Soni.


"Aku nggak tau bang," jawab sunny.


"Heh! Turun lo!" teriak salah satu cowok yang tampangnya preman. Dengan hidung, bibir dan telinga memakai tindik.


Belum lagi dengan tato yang tampak di tangannya. Cowok itu menunjuk ke arah sunny.


"Hahahahaha.... sok jagoan! Cuiiiiihhhh! Lo apain adek gue? hah! Lo jangan sok jagoan ya di wilayah gue!" teriak cowok itu dengan nada tinggi.


Sunny yang tidak merasa melakukan apapun kepada orang lain. Dia juga menjadi bingung. Memang apa yang sudah dia lakukan.


"Sunny, hati-hati, mereka bukan orang sembarangan. Cowok itu kepala preman di wilayah X," bisik Soni sambil menepuk bahu sunny.


Sunny mengangguk mengiyakan ucapan Soni. Diam-diam Soni mengirimkan pesan chat untuk temannya. Dengan maksud meminta bantuan kalau saja keadaan menjadi gawat. Dia juga mengirim pesan singkat kepada Sora kalau dia akan datang terlambat.


"Apa maksudmu? aku nggak tau arah pembicaraanmu kemana?" tanya sunny yang memang tidak paham.


Sunny tidak pernah merasa jagoan sama sekali. Bahkan dia tidak pernah menghina ataupun merendahkan lawan mainnya. Tetapi memang pemuda dihadapannya itu cukup angkuh dan sombong. Dia bahkan tidak mau menerima uluran tangan sunny malam itu. Dia marah-marah dan pergi meninggalkan area balap.


"Lo salah karena berani-beraninya mengalahkan adik gue. Seharusnya lo sadar diri dan paling tidak ngalah lah. Kalau tau musuh Lo adalah adik dari serigala putih, denger kuping Lo itu! hah!" bentak si preman dengan urat yang tampak di lehernya yang penuh dengan tato itu.


"Apakah ada pertandingan seperti itu. Kalau memang maunya begitu kenapa musti bertanding? sejak awal dalam pertandingan tentu ada yang menang dan ada yang kalah. Kenapa aku harus mengalah kalau kenyataannya aku bisa menang," tutur sunny tidak terima dia disalahkan.


Memang apanya yang salah kalau memang aturan permainannya begitu. Menang dan kalah dalam suatu permainan itu sudah biasa. Tinggal kebesaran hati yang mau menerima sebuah kekalahan. Dan tidak congkak saat dia menang agar pihak lawan tidak menjadi dendam.


"Halah! Banyak ba-cot! Habisin mereka!" perintah cowok bertato itu.


Seketika itu juga beberapa teman mereka yang berbadan kekar maju dan ancang-ancang untuk melawan sunny dan juga Soni.


"Tunggu-tunggu, apa-apaan ini mau main keroyok saja. Kita bisa bicarakan baik-baik saja masalah ini. Kenapa harus dengan kekerasan," ujar Soni mencoba mengulur waktu sampai bala bantuan yang dia hubungi tadi datang.


"Nggak usah banyak ba-cot! Seraaaaaaang!!"


Kyaaaa.....


TBC 🌼