SUNMOON

SUNMOON
SM 92



...Selamat datang di novel karya...


...π‘†π‘žπ‘’π‘Žπ‘‘ π‘ƒπ‘’π‘›π‘¦π‘–β„Žπ‘–π‘Ÿ/PIMOYᢠᡃⁿⁿʸ 🌼...


...semoga kalian suka ya ☺️....


...Like, Vote, Koment, & klik β™₯️ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya ✌️...


...π»π‘Žπ‘π‘π‘¦ π‘…π‘’π‘Žπ‘‘π‘–π‘›π‘”...


...............


Tap


Tap


Tap


"Moona, tunggu!"


Moona sudah tidak mendengarkan suara yang memanggilnya tersebut. Dia berlari secepat yang dia mampu. Dia ingin sampai ke sebuah ruangan yang selama hampir enam puluh hari ini selalu dia kunjungi. Tetapi seseorang yang menempati ruangan tersebut tidak juga kunjung terbangun.


Namun sebuah pesan dari Mama Nita tadi membuat Moona seketika berhambur ke rumah sakit. Mama Nita mengatakan jika sunny sudah terbangun. Dia sudah sadar dari komanya. Moona tak peduli lagi dengan sekolahnya. Dia segera pulang dan menuju ke rumah sakit.


Teman-temannya yang saat itu juga sedang bersamanya di kantin sekolah. Ikut menyusul moona yang tiba-tiba lari begitu saja ke parkiran sekolah. Begitu mereka tahu kalau moona seperti itu karena berita sunny yang sudah sadarkan diri.


Maka keenam anak itu sepakat ke rumah sakit bersama-sama. Meski dengan satu kendaraan yang membawa mereka. Harus berdesak-desakan di bangku belakang tidak masalah buat mereka. Asal segera sampai di rumah sakit.


Juna yang mengendarai mobil moona. Dia tidak ingin moona menyetirnya. Dia takut jika moona nanti tidak konsentrasi dalam menyetir karena begitu senangnya dengan berita sadarnya Sunny.


"Aduh pakai macet segala lagi!" gerutu Kai yang juga ikut gerah karena berada di bangku dengan empat orang duduk. Udah seperti berjubel-jubel di sana. Panas, gerah dan juga capek menunggu membuat keenam anak itu menjadi ingin marah dengan kondisi kota J yang suka macet.


"Tahu gitu tadi kita bawa motor aja ya," keluh Haruki merutuki keputusan mereka yang memilih naik mobil Moona.


Kalau saja tadi mereka berboncengan motor mungkin akan lebih cepat sampai ke rumah sakit. Dimana sunny dirawat.


"Sudahlah, kita harus sabar, jalanan ini bukan milik kita," ujar Hana mencoba menenangkan dua cowok yang dari tadi ribut masalah macet. Padahal Juna yang cowok juga hanya diam saja sedari tadi.


"Iya, kalian berdua ini rame banget. Dari tadi nggak sabaran bener. Namanya juga macet, udah ditengah-tengah begini gimana juga mau keluar. Ya sudah sabar aja, semoga bisa segera jalan ini mobil kita," ujar Kira menyambung ucapan Hana.


Memakan waktu sekitar lima belas menit sampai mereka di rumah sakit. Juan segera memacu mobil Moona ke parkiran rumah sakit. Moona sudah tidak sabar segera turun dan mengabaikan panggilan teman-temannya.


"Maklumi saja jika dia begitu, dia sudah rindu berat sama sunny. Seperti kata-kata dilan kalau rindu itu berat, kita nggak akan kuat," ujar Kai mendramatisir.


Haruki hanya mencibir kepada Kai. Sedangkan Hana dan Kira mengolok-olok Kai yang merupakan buaya cap kadal gurun tersebut. Wkwkwkwkw... julukannya dobel 🀣


Dug!


"Oh, maaf, aku nggak sengaja, maaf," ujar Moona karena tidak sengaja menabrak orang di depannya.


Namun moona terus melangkahkan kakinya yang sebentar lagi sampai diruangan rawat sunny.


Ceklek.


"Sunny!" panggil moona dengan napas terengah-engah karena dia berlari untuk segera sampai ruangannya.


Seorang pemuda dengan tatapan sayu menatap kedatangannya. Moona melihat sunny bahkan sudah bisa duduk di ranjang dengan bersandar di kepala ranjangnya. Ada mama Nita yang menatap moona dengan tatapan datar. Namun Moona mengabaikan hal tersebut.


Dia segera berhambur ke arah sunny dan memeluk pemuda itu dengan erat.


"Aku sangat merindukanmu sunny. Aku sangat merindukanmu," ucap Moona dengan perasaan haru, bahagia, yang bercampur menjadi satu.


Dia bahagia karena sunny nya telah kembali dan telah tersadar.


Akan tetapi tiba-tiba saja ucapan sunny membuatnya tersadar dari euforianya sendiri.


"Kamu... kamu siapa?"


Deg!


Apa????


Sunny.....


...----------------...


Bersambung 🌼