
...Selamat datang di novel karya...
...πππ’ππ ππππ¦πβππ/PIMOYαΆ α΅βΏβΏΚΈ πΌ...
...semoga kalian suka ya βΊοΈ....
...Like, Vote, Koment, & klik β₯οΈ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya βοΈ...
...π»ππππ¦ π ππππππ...
...............
Juna menghubungi papanya dan menceritakan kejadian yang menimpa moona. Sang papa pun akan membantu Juna menemukan pelaku yang sudah menabrak moona tersebut. Setelah Juna mendapatkan kepastian dari sang papa. Dia kembali ke dalam ruang perawatan. Dia melihat di sekitar ruangan moona tidak ada lagi teman-teman moona. Rupanya mereka sudah pulang.
Di luar ruangan Juna bertemu dengan papa moona yaitu papa Rico. Juna menyapa Rico dengan sopan karena dia kenal Rico sewaktu tinggal di kota S dulu.
"Assalamualaikum om," sapa Juna kepada papa Rico.
Seketika yang disapa langsung mendongakkan kepalanya.
"Waalaikumsalam, kamu ...." Rico seperti familiar dengan wajah tersebut.
"Saya Juna om. Teman moona sewaktu di kota S dulu. Kamu satu sekolah dulu om," ujar Juna memperkenalkan diri.
Rico ingat dengan cowok yang dulu dekat dengan putrinya. Dia menganggukkan kepalanya dan mempersilakan pemuda itu untuk duduk.
"Kamu mengikuti moona sampai ke kota ini?" tanya Rico yang tahu jika Juna memang menyukai putrinya. Dia tahu itu karena dia juga mengenal ayah Juna.
"Iya om tetapi saya terima apapun keputusan moona. Saya tidak akan merebut moona dari kebahagiaannya. Karena bagi saya kebahagiaan moona lebih penting," ujar Juna jujur apa adanya. Karena memang itulah yang menjadi niatnya sekarang.
Papa Rico menepuk bahu Juna dan melihat kejujuran dari tatapan pemuda tersebut. Papa Rico senang dengan cara pandang Juna yang tampak dewasa.
"Saya akan membantu mencari tahu siapa pelaku yang sudah menabrak moona om. Saya akan memberitahukan om setelah anak buah papa saya mendapatkan infonya," lanjut Juna.
"Terimakasih Juna," sahut Rico singkat. Dia menghela napasnya panjang.
πΌπΌπΌ
"Kak Soni.... hiks....hiks...hiks....kak Soni, hiks...hiks...hiks... aku mau ikut kakak saja kak. Aku nggak kuat begini kak. Aku kesepian... nggak ada yang mau peduli denganku kak. Sudah nggak ada lagi yang mencintai ku kak. Nggak ada lagi kak .. aku mau ikut kamu saja kak. . aku nggak kuat hidup sendiri seperti ini kak. Aku lelah... aku capek harus mengemis cinta seperti ini."
Sora menangis seorang diri di vila keluarganya. Dia bahkan tidak lagi memikirkan apa yang akan terjadi kepada dirinya. Dia menyesali semua yang sudah dia lakukan. Dia justru mengikuti egonya saja selama ini. Dan kini karena dia terlalu egois ingin memiliki sunny justru dia sendiri yang mencelakai sunny.
Sora mendengar kabar dari grub perghibahan sekolahnya. Kabar tentang kondisi sunny yang koma dan entah kapan bisa terbangun kembali. Hal itu membuat Sora merasa sangat bersalah. Dia yang ingin mencelakai moona justru sunny yang datang menyelamatkan gadis itu. Hal ini bukanlah hal yang diinginkan oleh Sora. Dia hanya ingin sunny menjadi miliknya tetapi kini sunny saja sudah akan meregang nyawa karenanya.
"Aku ingin ikut kak soni saja, hiks... hiks... hiks... bawa aku kak, aku ingin ikut kakak dan mama saja," rintih Sora dalam tangisannya.
...----------------...
Bersambung πΌ
Sepertinya aku belum share sosok Nara ya. Yang komentar kakak-kakak dia itu adalah dalang kejahatan di sini. Padahal dia cukup manis lho meski kelakuannya cukup bengis. Hehehehe.....