
...Selamat datang di novel karya...
...πππ’ππ ππππ¦πβππ/PIMOYαΆ α΅βΏβΏΚΈ πΌ...
...semoga kalian suka ya βΊοΈ....
...Like, Vote, Koment, & klik β₯οΈ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya βοΈ...
...π»ππππ¦ π ππππππ...
.....................
"Aku sudah memaafkanmu Jun, nggak perlu dibahas lagi. Lagipula lili juga sudah tenang di sana. Kita seharusnya mendoakan dia. Tidak lagi mengungkit masa lalunya," ucap Moona.
Juna menatap moona dan tersenyum tipis.
"Ya Moona, kamu benar."
"Meskipun kita sudah tidak lagi bisa seperti dulu. Apakah kita masih bisa berteman?" tanya Juna menatap moona dengan serius.
Moona melihat itu sambil menarik napas panjang. Apa salahnya hanya berteman saja kan. Sejak dulu juga dia dan Juna sudah berteman. Sebelum mereka memutuskan untuk berpacaran kemudian berpisah.
"Baiklah, aku terima," sahut moona menyambut uluran tangan Juna.
Juna bahagia meskipun moona tidak lagi bisa menerima dirinya sebagai kekasih. Tetapi gadis itu masih mau berteman dengannya. Itu sudah membuatnya cukup bahagia. Mungkin jika nanti takdir menyatukan mereka siapa yang tahu bukan.
"Oya kalau boleh tahu kenapa kamu menyukai sunny? Dia sedingin dan sedatar itu sama orang. Kamu nggak bosan dengan cowok selempeng dia?" tanya Juna dengan gaya tengilnya.
Lelaki itu sudah mulai bersikap seperti biasa kepada Moona. Seperti dulu saat mereka masih suka bersama-sama di kota S.
"Kupikir nggak perlu alasan kenapa dan mengapa. Aku merasa nyama dengan dia, itu saja," jawab Moona. Juna malah mencebik mendengar jawabannya.
"Kamu dulu menerimaku karena aku mirip salah satu anggota BTS kan? karena kamu terlalu ngefans sama oppa-oppa Korea. Kayaknya alasanmu masih sama dengan menerima sunny sebagai kekasihmu," kata Juna yang memang ada benarnya juga sih.
Moona ini suka banget sama drakor dan BTS. Pokoknya yang serba-serba Korea dia suka. Meskipun nggak fanatik banget ya. Tapi suka dia dengan oppa-oppa Korea.
Dan wajah Juna maupun sunny memang mirip orang-orang Korea. Dengan kulit putih mereka yang membuat para cewek-cewek kagum dibuatnya.
"Aku ingin tahu satu hal. Apa hubungan sunny dengan Sora? kenapa gadis yang bernama Sora itu tidak menyukai kamu yang dekat dengan sunny?" kali ini Juna ingin mengetahui alasan dari pihak moona. Karena sejak tadi pikirannya terganggu oleh keinginan Sora mengajak dia kerjasama.
Buat apa ngajak dia kerjasama buat misahin moona dan sunny? Kenapa Sora ngebet banget buat bikin pisah sunny dan Moona?
"Jadi begini ceritanya...."
Moona pun menceritakan yang dia ketahui kepada Juna. Meski ada beberapa part yang tidak dia ceritakan. Tapi secara garis besarnya Juna sudah pastilah mengerti.
"Cih jadi cinta bertepuk sebelah tangan ceritanya?" tanya juna sambil berdecih. Dia tahu kenapa Sora mengajaknya untuk jadi sekutu.
"Kamu harus berhati-hati dengan Sora. Dia itu bisa nekat melebihi lili, kalau menurut penglihatanku," ujar Juna sambil bersedekap dada.
Melihat cara dan sorot mata Sora kepadanya tadi. Dia merasakan aura negatif dalam diri Sora. Anak itu tidak bisa dianggap enteng. Sudah kayak paranormal aja ini si Juna pakai bahas penerawangan dan juga aura negatif.
Bug
Moona menimpuk bantal sofa ke arah Juna. Omongannya kayak paranormal yang sering wara-wiri di pertelevisian aja.
"Kamu ini ya Jun. Gaya bicaramu itu terlalu lebay," kata Moona.
"Emang itu sebenarnya moona. Dari sejak awal aku bertemu Sora, aku sudah tidak menyukai gadis itu," kata Juna jujur.
"Semoga aja dia segera mengerti dan tidak membuat ulah lagi."
"Aku Kok merasa nggak yakin ya. Dia mungkin bisa lebih nekat daripada lili. Kamu musti hati-hati," kata Juna memperingatkan moona.
Hemmm
Moona berdehem menjawab Juna.
...----------------...
Bersambung πΌ