
...Selamat datang di novel karya...
...πππ’ππ ππππ¦πβππ/PIMOYαΆ α΅βΏβΏΚΈ πΌ...
...semoga kalian suka ya βΊοΈ....
...Like, Vote, Koment, & klik β₯οΈ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya βοΈ...
...π»ππππ¦ π ππππππ...
.....................
"Jadi neng moona mau ngadain pesta ulang tahun? wah pasti datang kok Abang," ujar Haruki dengan semangat membara.
"Aku juga pasti akak bawakan kado spesial buat ayank bebeb moona kesayangan," kata Kai tak kalah semangatnya dengan Haruki.
Sedangkan Sunny hanya di saja tidak memberikan komentar.
"Memang yang diundang banyak ya Mon?" tanya kira .
"Enggak kok, ini hanya pesta kecil-kecilan. Lebih tepatnya bukan pesta ya, syukuran aja karena kita kan baru saja pindah ke rumah baru. Dan karena bulan ini bertepatan dengan hari kelahiranku jadinya digabungin aja. Biar hemat, hehehehe," ucap Moona sambil tersenyum manis.
Sontak ketiga lelaki yang ada disana terpesona melihat senyuman moona yang jarang memang diperlihatkan.
"Astaga senyum neng moona bikin meleleh hati Abang."
"Kalau bisa dilamar hari ini juga aku ingin bawa kedua orang tuaku ngelamar ayank moona."
Ehhheeemm
Suara deheman dari Sunny membuat kedua cowok itu seketika manyun dan menatap sunny dengan raut wajah kesal.
"Biasa aja kali. Nggak usah dikode keras begitu," sungut Kai.
"Saingan kita berat bang-kai," sahut Haruki.
"Asem juga lu kadal haruki," ucap Kai menatap horor ke arah haruki yang masih tertawa ngakak melihat raut wajah kai yang tidak bersahabat.
"Tapi kita nggak tahu alamat rumah kamu Mon," ucap Hana.
"Iya neh Mon, nanti gimana dong kita kesannya?" tanya Kira.
"Kalian...."
"Aku tau alamatnya. Biar Haruki dan Kai yang jemput kalian berdua. Nanti barengan berangkatnya," sahut Sunny dengan cepat dan cukup panjang bicaranya.
Hal ini membuat Kai, Haruki, Kira dan Hana merasa bahwa fix dugaan mereka.Ada sesuatu antara Sunny dan Moona. Ini benar-benar ada udang dibalik rempeyek. Jelas sudah, hmmmm...
Semua mata menatap kedua orang yang duduk bersebelahan dan tampak canggung satu sama lain itu.
Moona yang merasakan tatapan berbeda dari teman-temannya pun segera angkat bicara. Dia nggak pengen ada kesalahpahaman disana.
"Aku tiap hari kesana."
Hahhhhhhh
Makin melongo sajalah mereka mendengarkan ucapan sunny.
"Nga....ngapain kesana tiap hari, sun?" tanya Kai sampai tergagap. Gila! Udah kalah gercep dia mah kalau kayak gini sama si kulkas lima belas pintu.
"Belajar," sahut sunny singkat.
"Kalian belajar apaan?" pertanyaan Haruki yang ambigu ini membuat pikiran yang lain didalam otak teman-temannya.
Pletak
"Aduh!" teriak Haruki yang ditoyor kepalanya oleh Kai.
"Pertanyaan lu ambigu Bambang!" teriak Kai kesal.
Kekesalannya karena kalah gercep sama sunny pun dilampiaskan kepada Haruki. Poor Harukiπ
"Aku kan tanya! Emang salahku bertanya dimana bang-kai!!!!"teriak Haruki nggak terima diperlakukan seperti itu.
"Itu tugas dari Bu Aina. Untuk membantu nilai moona lebih baik lagi di mata pelajaran beliau," jawab sunny dengan santainya.
"Iya itu bener yang dikatakan sunny. Jadi nggak belajar yang lain kok. Kalian jangan salah paham begitu. Aku dan sunny juga nggak ada hubungan apa-apa kok, iya kan sunny," ujar moona menatap sunny yang tampak datar-datar saja.
"Mungkin belum."
Haaaaaahhh!!!!!
Jawaban sunny kali ini membuat yang duduk di meja yang sama menjadi syok seketika. Jawaban apa itu miskahhhhπ³
Sedangkan di meja yang lain tepatnya dipojokan kantin. Ada yang sedari tadi mengawasi meja yang di duduki sunny cs.
"Kalau melihat ini aku rasa Sora bakalan semakin kejang-kejang deh, hehehe," gumam Nara sambil memvideo kedekatan Sunny dan juga Moona.
"Kamu ngapain aja sih Nara," kaget Yuki yang baru datang membawa juice jeruk dan mie ayam pesanannya.
"Eh, nggak kok, cuma lagi post story aja di medsos," jawab Nara dengan senyuman yang dipaksakan.
"Oh..."
Nara menekan tombol send. Dan pesan terkirim sudah.
'Selamat menikmati siksaanmu, kawan.'
TBC πΌ