SUNMOON

SUNMOON
SM 70



...Selamat datang di novel karya...


...π‘†π‘žπ‘’π‘Žπ‘‘ π‘ƒπ‘’π‘›π‘¦π‘–β„Žπ‘–π‘Ÿ/PIMOYᢠᡃⁿⁿʸ 🌼...


...semoga kalian suka ya ☺️....


...Like, Vote, Koment, & klik β™₯️ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya ✌️...


...π»π‘Žπ‘π‘π‘¦ π‘…π‘’π‘Žπ‘‘π‘–π‘›π‘”...


.....................


Juna duduk berhadapan dengan Moona. Keduanya tampak saling tatap.


"Kamu nggak apa-apa Mon?" tanya Juna sambil memperhatikan mungkin saja ada luka di tubuh moona.


"Nggak masalah, aku sudah terbiasa menghadapi cewek gila modelan Sora. Dulu ada lili yang seperti itu. Tapi masih sadis cara lili dulu daripada Sora. Cewek ini lebih menunjukkan ketidaksukaannya kepadaku. Daripada yang berpura-pura lemah tetapi menusuk dibelakangku," sindir Moona membuat Juna seketika menunduk.


Dia tahu maksud ucapan moona. Karena memang itulah yang dulu dirasakan oleh Moona saat lili berpura-pura baik diawal kepadanya. Ternyata maksudnya adalah untuk merusak hubungan moona dengan Juna.


"Kamu masih kecewa dengan masa lalu? Apakah aku boleh bangga jika mengatakan kalau kamu sedang cemburu kepadaku?" tanya Juna sambil menaik-turunkan alisnya bermaksud menggoda moona.


"Lupakan saja Jun, aku sedang tidak ingin bercanda. Aku tadi sebenarnya ingin nyamperin kalian di lapangan basket. Apa maksud kamu Jun, menantang sunny bertanding basket. Aku tahu dia bukan lawan kamu soal itu," ucap Moona menatap Juna yang berdecih saat mendengar moona lebih membela sunny, yang notabene adalah kekasih moona kini.


"Kenapa? memang aku salah melakukan hal itu. Nggak ada larangan aku buat nantangin sunny bertanding dong. Aku ingin tahu seberapa kemampuan rivalku itu dalam memiliki kamu. Apakah dia lebih dariku? atau justru lebih dibawah aku?" ucap Juna sambil tersenyum menatap moona yang tampak kesal menatapnya.


"Kamu masih manis aja ya kalau menatapku dengan wajah kesal begitu," kata Juna membuat moona memukul bahu Juna sedikit keras.


"Aku masih mencintaimu moona. Kamu tak bisa membuatku untuk begitu saja membuatku melupakanmu. Nggak ada ajaran untuk melupakan tetapi kita terus dipaksa untuk mengingat. Jadi jangan salahkan aku jika aku tak mudah atau mungkin tak bisa melupakan hubungan yang pernah terjalin diantara kita," ucapan Juna membuat moona semakin memutar bola matanya malas.


"Sudahlah, makin kesini pembicaraan kita semakin kesana," kata Moona memutuskan untuk pergi meninggalkan Juna.


"Moona," Juna menarik lengan moona membuat gadis itu menoleh.


"Apa lagi Jun?" tanya moona dengan raut wajah malasnya.


"Aku masih mencintaimu. Sungguh masih sayang kamu moona," ucap Juna dengan sepenuh hatinya.


Ya, Juna memang masih mencintai Moona dan merasakan penyesalan yang begitu dalam karena sudah melepaskan berlian dengan batu kali yang biasa. Dia ingin memperbaiki hubungannya dengan moona dan menjadikan moona satu-satunya kekasih dalam hidupnya. Ternyata dia sudah sedikit terlambat saat mengetahui moona sudah berpacaran dengan sunny. Meski janur kuning belum melengkung sih.


Ucapan Juna sukses membuat langkah seseorang yang ingin mendekat kembali terhenti. Dia melihat kedua orang yang saling tatap dan memegang tangan salah satunya. Dia mencoba meredam emosi yang tiba-tiba bergejolak dalam dada. Dia tidak mau melepaskan cewek yang sudah selama ini dia tunggu kehadirannya.


"Moona..."


Panggilan itu cukup membuat moona tersadar dan segera melepaskan cekalan Juna di lengannya.


"Sunny."


...----------------...


Bersambung 🌼