SUNMOON

SUNMOON
SM 23



...Selamat datang di novel karya...


...π‘†π‘žπ‘’π‘Žπ‘‘ π‘ƒπ‘’π‘›π‘¦π‘–β„Žπ‘–π‘Ÿ/PIMOYᢠᡃⁿⁿʸ 🌼...


...semoga kalian suka ya ☺️....


...Like, Vote, Koment, & klik β™₯️ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya ✌️...


...π»π‘Žπ‘π‘π‘¦ π‘…π‘’π‘Žπ‘‘π‘–π‘›π‘”...


......................


Moona menghempaskan tubuhnya dengan kasar di atas tempat duduk dikelasnya. Sikapnya itu membuat Hana yang duduk disebelahnya menjadi bertanya-tanya. Begitu pula dengan Kira yang tadi masih bercengkrama dengan Hana begitu melihat kedatangan Moona dia jadi ikutan bingung dibuatnya.


"Kamu ada apa Mon?" tanya Kira.


"Aku sebel banget tau nggak, Aaarrrrkkkhhh...." ucapan moona membuat Kira dan Hana hanya saling pandang.


Ada apa dengan teman baiknya ini. Tadi sewaktu berangkat ke kantor guru dia baik-baik saja. Kenapa sekarang sekembalinya dari sana menjadi aneh begini.


"Kamu kenapa Mon?" kali ini Hana yang bertanya.


"Huaaaaaa... aku sebel banget tau nggak," kali ini Moona menutup kedua wajahnya dengan telapak tangan.


"Kesel kenapa? Kamu dimarahi sama Bu Aina?" Kira mendekati moona dan mengelus bahunya.


"Kamu emang berbuat apa moona sampai Bu Aina memanggilmu tadi?" Hana mencoba mengorek informasi dari temannya tersebut.


"Bukan, aku bukan dimarahi ataupun dihukum. Tapi.... huaaaaaa......" moona tidak menyelesaikan ucapannya justru dia kembali menangis.


"Cerita Moona sama kami, sebenarnya kamu kenapa? biar kami juga tau dan kalau bisa bantu akan kami...."


"Sunny diminta Bu aina buat jadi tentor aku. Suruh ngajarin aku matematika sampai aku bisa dan nilaiku matematika nggak anjlok lagi," terang moona sambil menghapus ingusnya.


"Hah????"


Respon kedua teman moona diluar ekspektasi. Dikiranya tadi moona sedang kena masalah. Eh nggak taunya nggak seperti yang mereka sangka. Oalah moona... moona...


"Jadi cuma karena itu aja, kirain kamu kenapa moona?" ujar Kira dengan nada lemas.


"Iya, aku juga berpikir tadi kamu kena masalah. Atau dihukum apa gitu sama Bu Aina. Ternyata cuma karena sunny lagi," kata Hana menggelengkan kepalanya melihat tingkah Moona yang absurd.


"Heh, kalian ini napa malah begini sih responnya. Aku ini sedang kesel, be-te, jengkel, pengen marah-marah aja rasanya. Kalian tau kenapa? karena tuh si kulkas lima belas pintu mau gitu aja permintaan Bu Aina buat ngajarin aku matematika. Kan kalian tau sendiri aku sudah malas berurusan dengan si beruang kutub selatan itu. Aku males debat sama si Lampir kutu kupreeet lagi. Kenapa sih, harus sunny gituloh!" kesal Moona.


"Sunny itu murid paling pintar seangkatan kita Mon, jadi wajar aja sih menurutku," ujar Hana.


"Iya mon, bener banget tuh ucapan Hana. Sunny emang paling pinter disini. Pantesan aja bu Aina menunjuk dia buat jadi tentormu dalam ngajarin matematika. Ya kali kita berdua yang ditunjuk. Bukannya makin bagus nilai matematika ntar yang ada makin nyusruk, hehehe," ucap Kira sambil bercanda.


"Udahlah Mon, nggak apa-apa kan cuma belajar aja. Lagian kalau misal si Lampir bikin ulah tinggal kamu lawan. Yang pengen deketin sunny juga siapa? wong belajar itu yang nyuruh Bu Aina. Kalau dia mau protes tinggal laporin Bu Aina aja kan beres," saran Hana.


"Aku sepakat sama Hana," sahut Kira.


"Kapan sih aku bisa tenang. Tanpa disangkutpautkan dengan sunny mulu," perkataan Moona ini tanpa sengaja didengar oleh seseorang yang hendak masuk ke kelas XI-3.


TBC 🌼