
...Selamat datang di novel karya...
...πππ’ππ ππππ¦πβππ/PIMOYαΆ α΅βΏβΏΚΈ πΌ...
...semoga kalian suka ya βΊοΈ....
...Like, Vote, Koment, & klik β₯οΈ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya βοΈ...
...π»ππππ¦ π ππππππ...
.....................
"Moona..."
"Eh, sunny," moona membalikkan tubuhnya reflek saat lengannya disentuh oleh sunny.
Dia melihat sunny menatapnya lalu memberikan sebuah kado berwarna biru.
"Selamat ulang tahun ya," ucap sunny menyodorkan kotak kado kecilnya dan diterima oleh Moona.
"Terimakasih sunny. Emm.... apa ini?" tanya Moona kepada sunny.
"Buka aja," jawab sunny singkat.
Pemuda tampan itu mengantongi kedua tangannya di saku celananya sambil menunggu moona yang sedang membuka kado darinya.
"Ini....." Moona menatap sunny terkejut.
"Boleh aku yang pakaikan?" tanya Sunny terlebih dahulu kepada Moona.
"Emmm .. bo...boleh," sahut Moona sedikit gugup.
Moona mengulurkan tangan kanannya untuk dipasangkan sebuah gelang pemberian sunny.
"Cantik seperti yang memakai," ucapan sunny sontak membuat moona blushing mendengarnya.
"Terimakasih sunny," balas Moona kemudian menatap gelang bermata biru safir yang sangat indah itu.
"Iya," jawab sunny sambil menghela napas leganya.
Tiba-tiba moona mengernyitkan dahinya saat dia mengingat sesuatu.
"Tunggu! Apakah ini gelang yang pernah kamu ceritakan waktu itu?" tanya Moona menatap sunny penuh selidik.
"Jadi...." moona menutup mulutnya sendiri melihat respon yang diberikan oleh sunny kepadanya.
"Aku menyukaimu sejak dulu. Sejak dua tahun yang lalu saat aku tidak sengaja melihatmu dipesta di kota S saat itu. Aku ingin memberikan ini setahun yang lalu ketika aku pertama kali melihat gelang ini di toko perhiasan. Tetapi kejadian yang menimpaku setahun lalu mengubah segalanya," cerita sunny panjang lebar.
"Kamu suka aku? Maksud..."
"Aku menyukaimu moona. Aku jatuh cinta padamu sejak awal kita bertemu kala itu," ucap sunny menatap mata moona dalam.
'Apa?????? kang kulkas nembak aku?' jerit moona dalam hati.
πΌπΌπΌ
"Juna?" seru Vania saat dia melihat kedatangan keponakan dari suaminya itu.
"Selamat malam Tante," sapa Juna bangkit dari duduknya.
Dia sudah sampai dari kota S sejak sore tadi. Dan saat dia sampai di kediaman om dan tantenya. Justru keduanya sedang bekerja. Juna hanya bisa mengabari om nya kalau dia sudah sampai di rumah sang om.
"Kamu datang sendirian?" tanya Vania setelah Juna menyalami tangannya.
"Iya Tante, sebenarnya papa ingin mengantar tetapi mendadak ada rapat jadi Juna berangkat sendiri saja. Lagian juga sudah besar Tan, masak masih diantar terus," gurau Juna membuat Vania terkekeh pelan.
"Om kamu sudah tau kalau kamu disini?" tanya Vania.
"Sudah Tante. Tadi aku juga sudah memberitahukan om kalau aku disini," jawab Juna.
"Ya sudah kalau begitu, kamu nyantai aja disini ya. Anggap rumah sendiri, Tante bersih-bersih dulu sebelum om kamu datang."
"Baik Tante," sahut Juna.
Vania kemudian meninggalkan keponakan suaminya di ruang santai. Dia sendiri menuju ke kamarnya yang ada di lantai dua rumahnya.
Juna menghela napasnya perlahan. Dia membuka handphone dan melihat wallpaper yang terpajang di sana. Foto gadis kesayangannya itu masih setia menghiasai.
"Aku kangen kebawelan kamu moona. Aku kangen banget sama kamu. Apa kabarmu sekarang sayang? maafkan aku yang sudah membuatmu terluka. Tetapi aku janji, aku tidak akan membuat kamu menangis lagi. Aku janji moona," ucap Juna sambil memandangi foto moona yang tersenyum manis di layar handphonenya.
...****************...
Bersambung πΌ