
...Selamat datang di novel karya...
...πππ’ππ ππππ¦πβππ/PIMOYαΆ α΅βΏβΏΚΈ πΌ...
...semoga kalian suka ya βΊοΈ....
...Like, Vote, Koment, & klik β₯οΈ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya βοΈ...
...π»ππππ¦ π ππππππ...
.....................
"Semoga saja Sora akan suka dengan kado ini," ucap Soni memandangi kotak kado kecil berwarna pink itu dengan mata berbinar.
Dia sudah tidak sabar melihat senyum sang adik saat nantinya mendapatkan kado darinya ini. Karena kado darinya adalah kado spesial.
"Pastinya itu bang," sahut sunny yang ikut merasa senang melihat rona kebahagiaan dari wajah Soni.
"Lho kamu tadi kayaknya lihat-lihat sesuatu. Nggak jadi beli?" tanya Soni menatap ke arah sunny.
"Hehehehe, mahal banget soalnya bang, jadi next time aja lah," sahut sunny sambil menyengir dan menggaruk kepalanya yang sama sekali tak gatal.
"Kenapa nggak bilang aja tadi sama aku. Kan bisa Abang pinjemin," ujar Soni karena melihat sunny tadi begitu antusias.
"Hehehe, makasih bang, nanti kalau uangku sudah cukup aku akan kembali lagi kesana," jawab sunny.
"Emang mau diberikan kepada siapa sih? kamu sudah punya pacar?" tanya Soni sambil menarik turunkan alisnya bermaksud menggoda sunny.
"Sebenarnya...."
Drrrtttt
Drrrtttt
Drrrtttt
Soni melihat nama yang tertera di layar handphonenya. Senyumannya merekah saat membaca nama sang adik muncul disana.
"Sebentar ya sun," ujar Soni memotong ucapan sunny.
"Halo.."
Soni hanya geleng-geleng kepala mendengar ucapan adiknya yang tanpa titik koma tersebut. Benar-benar bawel banget si adik.
"Iya, sabar, ini Abang lagi dijalan sama sunny. Sebentar lagi abang sampai ya cantik. Jadi jangan marah-marah dulu, duduk saja dengan cantik, abang segera sampai, oke adikku sayang," rayu Soni agar Sora tidak lagi ngambek padanya.
"Apa??? abang tadi sedang sama siapa? kak sunny? AAaaaaaaaarrrrkkkkhhhh...."
Soni menjauhkan handphone dari telinganya saat teriakan sumbang sang adik terdengar begitu merusak telinganya.
"Kenapa bang?" tanya sunny melihat tingkah Soni.
"Hehehe .. nggak apa-apa," sahut Soni sambil menyengir.
"Abang, apakah itu barusan suara kak sunny. Astaga... astaga... aku musti dandan lebih cantik lagi kalau kak sunny mau ikut kita makan bersama. Abang segera pulang, bawa juga kak sunny ya bang, aku tunggu kedatangan kalian berdua, bye abang, muaaaachh."
Klik
"Lho, halo! Halo! Sora! astaga ini anak, belum juga aku selesai ngomong, udah main tutup aja ya?" ujar Soni yang kesal karena adiknya main tutup sembarangan.
Apa-apaan ini? dia harus membawa sunny kesana juga. Aiiiiissshhh sungguh merepotkan.
"Emm..sunny, apakah aku bisa minta tolong?" tanya Soni sambil menatap ke arah sunny dengan serius.
"Ada apa bang?" tanya sunny balik menatap Soni.
"Emmm ini, Sora pengen kamu datang diacara ulang tahunnya," pinta Soni dengan wajah sendu.
Sunny yang melihat itu tampak dilema. Dia baru saja dihubungi oleh teman-temannya agar kumpul di tempat biasanya. Tapi menolak ajakan Soni juga dia merasa nggak enak.
"Tapi bang, aku barusan diajakin anak-anak ini buat ngumpul," kata sunny jujur.
"Please ya sunny, kali ini aja abang mohon ya," kata Soni sambil mengatupkan kedua tangannya didada.
Sunny menghela napasnya kasar.
"Baiklah bang," jawabnya.
TBC πΌ