SUNMOON

SUNMOON
SM 60



...Selamat datang di novel karya...


...π‘†π‘žπ‘’π‘Žπ‘‘ π‘ƒπ‘’π‘›π‘¦π‘–β„Žπ‘–π‘Ÿ/PIMOYᢠᡃⁿⁿʸ 🌼...


...semoga kalian suka ya ☺️....


...Like, Vote, Koment, & klik β™₯️ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya ✌️...


...π»π‘Žπ‘π‘π‘¦ π‘…π‘’π‘Žπ‘‘π‘–π‘›π‘”...


.....................


Ceklek


Juna menoleh saat pintu di kamar sebelah tampak terbuka. Juna melihat wajah keponakan dari tange Vania tersebut.


"Lho? Kamu!"


Juna ikut terkejut saat melihat siapa yang keluar dari kamar di sebelahnya. Berarti dia adalah....


"Kamu keponakan Tante Vania?" tanya Juna seketika.


"Iya, kamu siapanya Tante Vania?" tanya Sora ikutan balik bertanya.


"Bukan urusanmu," Juna seketika melengos masuk ke dalam kamarnya.


Braakkkk!


Pintu kamarnya pun dibanding dengan begitu keras. Hal itu membuat Sora seketika berjengkit kaget. Dia tidak menyangka kalau Juna akan bersikap kasar begitu setelah mengetahui siapa dirinya di rumah ini.


Sora bergegas turun ke bawah dan melihat tantenya sedang menata makanan di meja.


"Tante, itu tadi siapa yang masuk ke kamar sebelah kamar aku?" tanya Sora langsung pada intinya.


"Oh itu Juna, keponakan dari om vano. Dia anak dari kakak om Vano mu. Kalian sudah ketemu kan? dia teman sekolah kamu bukan?" tanya Vania kepada sang keponakan.


"Kami sekelas tante. Nggak nyangka aja ternyata dia masih keponakannya om Vano," ujar Sora.


Dia mulai berpikir kalau memang Juna tinggal di rumah ini. Maka akan semakin mudah dia mendekati lelaki itu. Dia ingin mengajak Juna bekerja sama untuk memisahkan antara Mumun dan sunny nya.


"Kamu kok malah bengong, Sora? Kamu baik-baik aja kah?" tanya Vania yang melihat keponakannya bengong di samping kursi.


"Eh, iya Tan, om bel pulang ini?" tanya Sora mengalihkan pembicaraan.


"Mungkin sebentar lagi. Kamu lapar? kalau lapar, kamu makan duluan saja nggak apa-apa," ajak Vania kepada Sora.


"Nggak tan, nanti aja bareng-bareng," Sora menolak kemudian duduk di ruang keluarga sambil menonton acara televisi.


Vania menghela napas panjang melihat kondisi Sora.


Sejak dulu memang Vania sangat menyayangi Sora. Hanya saja sandi, kakaknya itu tidak mau jika Sora ikut tinggal terus bersama dirinya. Katanya tidak ingin mengganggu study nya Vania. Kalau Vania nekat membawa Sora dan mengasuh Sora seorang diri.


Tetapi nyatanya sandi sendiri juga malah menelantarkan Sora. Ketika dia menikah kembali dengan Sarah, adik dari almarhumah ibu Soni dan Sora. Perhatian sandi seakan mulai berkurang. Bahkan sejak kehadiran Steven dan kepergian Soni membuat dunia sandi hanya tertuju kepada Steven saja. Sora sudah terabaikan dan terlantar di rumahnya sendiri. Sora bak kasat mata. Yang tak pernah dianggap ada oleh sandi dan juga Sarah.


Padahal di awal dulu Vania pengen mengajak Sora hidup bersamanya. Setelah kepergian Soni, Vania memang berencana mengajak Sora tinggal bersamanya. Tetapi sarah menahan kepergian Sora. Namun itu tidak lama karena dia sekarang sibuk mengurusi kesehatan Steven. Anaknya itu memiliki riwayat penyakit khusus yang membuatnya harus menjalani pengobatan di luar negeri.


Sora yang selalu kesepian sejak kematian Soni, kakaknya. Membuat Vania simpatik dan meminta Sora pindah ke rumahnya. Tetapi Sora selalu saja beralasan kalau dia baik-baik saja meski harus sendirian di rumah mewah tersebut.


Setengah jam kemudian keempat orang kini berada di satu meja yang sama. Menikmati hidangan makan malam yang sudah tersedia. Hanya Juna sajalah yang merasa tidak nyaman berada dalam satu meja. Dia begitu malas melihat wajah cewek yang merupakan musuh dari orang yang dicintainya. Juna tidak suka dengan wajah kepura-puraan milik sora. Sepertinya dia akan memiliki rencana pindah tempat tinggal saja. Kalau nyatanya Sora akan tinggal lama di rumah om dan tantenya itu.


...----------------...


Bersambung 🌼