SUNMOON

SUNMOON
SM 76



...Selamat datang di novel karya...


...π‘†π‘žπ‘’π‘Žπ‘‘ π‘ƒπ‘’π‘›π‘¦π‘–β„Žπ‘–π‘Ÿ/PIMOYᢠᡃⁿⁿʸ 🌼...


...semoga kalian suka ya ☺️....


...Like, Vote, Koment, & klik β™₯️ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya ✌️...


...π»π‘Žπ‘π‘π‘¦ π‘…π‘’π‘Žπ‘‘π‘–π‘›π‘”...


...............


Sora yang panik mencoba menghubungi Nara untuk mencari tahu apa yang terjadi. Dia juga mencemaskan sunny yang dia tahu kalau lelaki itulah yang justru menjadi korban. Sora duduk di sofa dengan gelisah. Dia pergi ke vila keluarganya. Bermaksud disana dia bisa bersembunyi dengan tenang.


Sora berharap tidak ada yang mengingat plat nomor mobilnya. Dia tidak mau jika nantinya dia harus masuk penjara. Sora tidak siap hidup di bui yang katanya begitu keras. Karena banyak orang-orang dengan kelas kejahatan yang bermacam-macam di sana. Sora takut kalau harus mendekam di penjara.


Sora mencoba menghubungi Nara sedari tadi tetapi temannya itu justru tidak kunjung mengangkat teleponnya. Setelah hampir setengah jam Sora mencoba terdengar suara Nara dari seberang sana.


"Halo."


"Kamu kemana saja Ra, aku takut banget tau. Kamu harus bantu aku Ra. Bagaimana keadaan kak sunny? hiks....hiks...hiks... aku nggak sengaja melakukan hal itu kepadanya. Aku ingin Mumun yang celaka. Bukannya kak sunny yang justru menjadi korban," ucap Sora tanda jeda mengeluarkan semua unek-unek dalam hatinya.


Dia begitu panik dan bingung harus bercerita kepada siapa saat ini. Hanya Nara yang tau rencananya untuk mencelakai moona. Jadi hanya kepada gadis itulah Sora berani mengatakan apa yang dia rasakan saat ini.


"Aku nggak tau dan nggak mau tau lagi," ujar Nara dengan nada dingin dan datar.


"Nara... kamu... heh! kamu kenapa Nara!" teriak Sora frustasi. Dia tidak mau jika Nara meninggalkan dirinya disaat genting seperti ini. Padahal Sora ingin sekali mendapatkan dukungan dari siapapun saat ini.


"Aku nggak mau ikut masuk penjara karena ulah kamu Sora. Dan asal kamu tahu, aku nggak tau jika kamu nekat melakukan tindakan ini kepada Moona. Aku pikir kamu akan menjahilinya seperti biasa. Kalau masalahnya sampai melibatkan nyawa begini. Maaf, aku nggak ikutan moona. Masa depanku lebih dari segalanya," Kat Nara membuat Sora speechless seketika.


"A..apaaa? bukankah kamu sudah tahu kalau aku akan..."


"Aku hanya tahu kamu akan mengerjai moona. Bukan ingin menabrak moona dan bahkan parahnya kamu ingin melenyapkan nyawanya. Maaf Sora. Aku nggak ikutan dengan permainan kotor kamu."


"Perbuatan kotor kamu bilang?? Kamu kenapa Nara? kenapa kamu nggak mau membantuku? Kita ini berteman Nara. Kenapa kamu tega melakukan hal ini kepadaku, hah!!!!" teriak Sora tidak terima dengan apa yang dikatakan Nara kepadanya. Dia tidak menyangka jika Nara bersikap cuci tangan karena masalah yang dihadapi Sora begitu berat.


"Mulai sekarang kita sudah tidak berteman lagi. Aku nggak mau berurusan dengan hukum. Maaf Sora."


Klik


Tiba-tiba saja Nara memutuskan pembicaraan diantara mereka berdua. Sora yang mendengarnya terkejut. Dia mencoba menghubungi nomor Nara kembali tetapi temannya itu justru mematikan nomornya.


"Halo! Nara! Naraaaaa! Brengseeeek! Kenapa malah dimatikan sih! Kurang ajarrrr kamu ya! Aku akan membuat perhitungan sama kamu! Lihat saja nanti! AAaaaaaaaarrrrkkkkhhhh!!!!!" teriak Sora kesal karena dia sudah banyak mengalami masalah yang berat.


Ibarat pepatah sudah jatuh tertimpa tangga pula. Dia yang menyalakan api dan sekarang dia sendiri yang bingung bagaimana memadamkannya. Sora perlahan-lahan justru akan membakar dirinya sendiri. Dengan ulah yang dia lakukan barusan.


...----------------...


Bersambung 🌼