SUNMOON

SUNMOON
Jurnal Misteri



...Selamat datang di novel karya...


...π‘†π‘žπ‘’π‘Žπ‘‘ π‘ƒπ‘’π‘›π‘¦π‘–β„Žπ‘–π‘Ÿ/PIMOYᢠᡃⁿⁿʸ 🌼...


...semoga kalian suka ya ☺️....


...Like, Vote, Koment, & klik β™₯️ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya ✌️...


...π»π‘Žπ‘π‘π‘¦ π‘…π‘’π‘Žπ‘‘π‘–π‘›π‘”...


.....................


"Kamu kenapa dah Yon? Kok wajah mu pucat amat?"tanya Amanda yang kini sudah satu mobil dengan teman baiknya, Arion.


"Adikmu baik-baik saja itu, Manda?"tanya Arion balik justru membuat Manda terkejut. Pasalnya Arion yang ditanyain justru balik mempertanyakan Anisa, adiknya.


"Hmm... setahuku baik-baik saja kok. Emang ada apa sih, Yon? Kamu aneh deh pagi ini, beneran?"Amanda mulai merasa aneh dengan gelagat dari sang teman.


"Begitu ya."


"Cuma semalam itu..."


"Kenapa dengan dia?"potong Arion dengan cepat membuat Amanda berjengkit kaget dengan suara ngegas Arion kepadanya.


"Wah, aku tau Yon kalau kamu suka dengan adikku, tetapi jangan bikin kaget gitu dong nanyanya. Biasa aja Napa? Weh...bisa jantungan ini aku lama-lama. Tahu gitu nggak minta tolong jemput kamu deh. Kalau Dewangga nggak sibuk mending aku minta tolong sama dia beneran deh,"cerocos Amanda yang kesal dengan sikapnya yang membuat dia Be-Te pagi ini.


"Iya...aku minta maaf deh. Itu soal Nisa kenapa emang dia semalam?"tanya Arion yang masih kepo dengan pernyataan Amanda yang terpotong karena jiwa ke kepoan dia yang tinggi.


"Nggak apa-apa sih, cuma dia habis mimpi buruk saja kayaknya. Dia teriak-teriak gitu. Apa mungkin masih terbayang-bayang dengan...."


Ciiitttt!!!!


"Astaga! Arion! Gila kamu ya! Ini di jalan kalau nyetir yang bener Napa! Bawa nyawa aku neh!"teriak Amanda yang kesal dengan tingkah Arion. Selain itu jidatnya juga telah mendarat sempurna di dashboard mobil membuat dahinya memerah.


"Maaf Manda, aku tadi melihat ada yang tidak beres dengan adik kamu,"kata Arion dengan raut wajah serius.


"Maksudnya? Kamu melihat apa Arion?? Jangan bilang kalau kamu ....."Amanda memicingkan matanya. Dia tahu kalau teman baiknya ini memliki penglihatan yang lain. Dan Arion tidak pernah main-main untuk urusan yang satu itu.


"Iya, Manda. Aku melihatnya."


................


"Aduh... kenapa bahuku pegel banget ya. Apa karena aku nggak terbiasa dengan rambut palsu ini ya? Hah! Sudah keluar duit banyak-banyak tetapi nggak nyaman gini. Sayang banget duitnya deh. Harusnya bisa buat beli tempura buat setahun itu,"keluh Nisa sambil mengotak-atik laptopnya.


Karena masih suasana pandemi. Seringkali perkuliahan Anisa dilakukan secara online. Jadinya Nisa sekarang sedang fokus dengan kelas yang dia ikuti.


"Heh! Kamu jangan main-main ya. Saya selalu kenal dengan setiap mahasiswa saya. Kamu siapa?"suara galak sang dosen terdengar nyaring. Awalnya Nisa tidak peduli mungkin sang dosen sedang memarahi salah satu temannya.


"Anisa Az Zahra Nurrahman!"


"Eh...iya... saya Bu,"sahut Nisa dengan cepat karena merasa namanya yang dipanggil.


"Kamu tidak menghargai saya ya. Saya tidak suka mahasiswa yang main-main dengan saya begini. Kamu keluar saja dari grup ini. Kamu di hukum untuk mata kuliah saya, Nisa."


"Lho, ini ada apa Bu, saya tidak..."


GLEK.


"Lho kok aku dikeluarin dari grub online sih. Bagaimana ini!"Nisa yang panik berusaha menghubungi sang dosen tetapi tidak diangkat. Dia pun berusaha menghubungi teman satu kelasnya. Sebuah notifikasi pesan WhatsApp pun masuk.


~Nisa, apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu menyewa orang lain untuk menggantikan kamu di grub? Bu dosen ini kenal dengan kamu lho Nisa.


"Hah? orang lain gimana? Jelas-jelas itu tadi aku online sendiri lho. Gimana sih?"


~Hah? Iyakah. Tapi yang aku lihat bukan wajah kamu di layar laptop. Tapi cewek lain, benaran aku nggak bohong, Nisa.


"Ada apa ini? Kenapa bisa begini?"Nisa memegang kedua wajahnya dan menatap ke arah cermin meja riasnya. Dia merasa ada yang aneh dengan hari ini.


Namun tiba-tiba saat sekian lama dia melihat cermin riasnya. Ada yang berbeda dengan dirinya. Wajahnya tiba-tiba saja....


🌼🌼🌼


"Apa??? Baik-baik, aku akan segera pulang. Ibu tenang dulu ya,"Amanda tampak begitu panik setelah mendapatkan kabar dari sang ibu. Dia buru-buru membereskan perlengkapan kerjanya dan keluar dari ruangan kerjanya.


"Mau kemana Manda?"tanya Arion yang melihat Manda buru-buru untuk pergi dari kantor. Padahal belum juga jam makan siang.


"Aku harus pulang, Yon. Ibu mengatakan ada masalah dengan diri Nisa."


"Emang Nisa kepada Manda?"Arion mulai mencemaskan sang gadis yang selama ini dia sukai dalam diam tersebut.


"Nisa kesurupan!"


"Apa!"


"Aku pulang duluan. Tolong kamu beritahu dewangga ya,"pamit Amanda dengan langkah tergesa.


"Apakah ini ada hubungannya dengan apa yang aku lihat tadi pagi. Tidak bisa dibiarkan begitu saja,"gumam Arion kemudian berjalan melangkah ke ruangan sahabat sekaligus bosnya tersebut, Dewangga Trinardaru.


Dikediaman Nisa.


Rumah tampak ramai ternyata disana ada beberapa tetangga yang rupanya tadi ikut membantu sang ibu untuk menenangkan Anisa.


"Bu,"panggil Amanda sambil berjalan cepat ke arah sang ibu. Raut wajah khawatir jelas terpampang di wajah sang ibu.


"Adikmu, Manda..."sang ibu tampak pasrah dan lemah menghadapi situasi seperti ini. Karena sang ibu juga kaget melihat anaknya berteriak meminta tolong lalu tertawa-tawa sendirian sambil melihat bayangan dirinya di dalam cermin riasnya.


Sang ibu yang awalnya mengira si Nisa sedang bercanda ternyata berubah mengerikan ketika sang putri memecahkan kaca riasnya dengan handphonenya sampai nasib benda pipih segiempat itu tak berbentuk lagi.


Bahkan laptopnya juga sudah terbelah menjadi dua bagian. Amanda yang mendengar hal itu begitu miris mendengar apa yang terjadi dengan sang adik.


"Lalu bagaimana sekarang kondisi Nisa?"tanya Amanda yang melihat sang adik tampak tertidur pulas namun Amanda masih melihat beberapa kerusakan yang ada di kamar yang diakibatkan oleh ulah aneh sang adik.


"Ibu tadi minta tolong om mu untuk memberikan suntikan penenang. Dan baru bisa buat dia tertidur begini,"ujar sang ibu.


"Manda ada sesuatu yang ingin ceritakan ke ibu,"Manda menarik tangan sang ibu menjauh dari kamar sang adik.


"Ada apa Manda?"tanya ibu penasaran.


"Bu, begini, tadi pagi Arion mengatakan sesuatu yang mengejutkan. Dia bilang bahwa Nisa sepertinya sedang ketempelan sosok lain Bu. Arion melihat sendiri bahwa dibelakang tubuh Nisa ada sosok wanita yang begitu menyeramkan. Sepertinya itu penyebab kenapa Nisa akhir-akhir sering mengeluh dan kejadian nya hari ini dia kesurupan kayak gitu, Bu,"jelas Amanda.


"Astaghfirullahaladzim... lalu bagaimana caranya menyembuhkan, Nisa?"


"Kita sebaiknya..."


"Assalamualaikum..."


"Waalaikumsalam warahmatullaahi wabarakatuh."


"Lho Ayah, mas Dewa dan Arion, kok bisa kalian bersama-sama begini?"tanya Amanda melihat kedatangan sang ayah, calon suaminya dan juga teman baiknya.


"Dewa dan Arion mendatangi kantor ayah. Jadi bagaimana sekarang keadaan Nisa?"tanya sang ayah.


"Sudah membaik, yah, cuma setelah mendengar cerita Amanda sepertinya kita harus berbuat sesuatu. Ibu takut kalau dia bangun nanti akan kambuh lagi kesurupannya,"ujar ibu.


"Arion juga sudah mengatakan apa yang dia lihat kepada kami Bu. Sepertinya kita harus membawa Nisa untuk bertemu dengan kakek Arion,"sahut Dewangga.


"Tapi sebelumnya bila diijinkan, saya ingin mencoba berbicara dengan Nisa terlebih dahulu. Ada yang harus Nisa lakukan sebelum kita membawa Nisa ke rumah kakek,"kata Arion kepada keempat orang yang lain.


"Apa itu nak Arion?"tanya ibu.


"Nisa harus melepaskan hair extension yang sedang dia gunakan itu."


To Be Continue 🌼


Jangan lupa mampir ya di novel horor karya Pimoy neh. Selain novelnya juga sudah ada Audiobook nya juga lho. Dengan pimoy sendiri sebagai pengisi suara. Ditunggu kedatangan teman-teman ya mampir di Jurnal Misteri ☺️ jangan ngaku berani kalau belum mampir baca di jurnal misteri 🀭 yuk gasskeun baca novelnya atau dengerin audiobook nya sekarang juga.