SUNMOON

SUNMOON
SM 46



...Selamat datang di novel karya...


...π‘†π‘žπ‘’π‘Žπ‘‘ π‘ƒπ‘’π‘›π‘¦π‘–β„Žπ‘–π‘Ÿ/PIMOYᢠᡃⁿⁿʸ 🌼...


...semoga kalian suka ya ☺️....


...Like, Vote, Koment, & klik β™₯️ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya ✌️...


...π»π‘Žπ‘π‘π‘¦ π‘…π‘’π‘Žπ‘‘π‘–π‘›π‘”...


.....................


Ternyata acara syukuran yang dimaksud oleh Moona dan keluarganya itu adalah pengajian yang dilakukan bersama. Pantas saja moona meminta para sahabatnya untuk memakai gamis dan juga berhijab. Sedangkan yang laki-laki menggunakan baju Koko dan kopyah.


Setelah acara pengajian selesai barulah mereka saling berbagi dengan para anak yatim piatu yang diundang oleh orang tua moona. Anak-anak itu berasal dari panti asuhan yang letaknya tidak jauh dari kompleks perumahannya.


Acara yang berlangsung sejak pukul tujuh malam itupun berakhir tepat di pukul setengah sembilan malam. Para tamu undangan yang hadir berpamitan kepada pemilik rumah. Mereka juga memberikan doa-doa terbaik untuk keluarga moona. Begitupun juga dengan moona yang sedang bertambah usianya di hari itu. Doa terbaik mengalir untuk moona di masa depannya.


Keluarga Sunny, Sunny dan juga teman-teman moona yang lain masih berada di kediaman moona. Khusus keenam remaja itu berkumpul di gazebo kebun belakang rumah moona. Mereka duduk bercengkrama santai di sana. Sambil menikmati hidangan yang disuguhkan dalam acara.


Sedangkan orang tua sunny dan Moona duduk diruang keluarga. Tampaknya mereka juga sedang membahas sesuatu hal serius di sana.


"Eh, kalian berdua couple an ya hari ini? Cieeeee... hayo ngaku loh," celetuk Kira yang telah meluncurkan kalimat menggoda kedua temannya.


"Couplean apa?" tanya moona bingung. Karena dia tidak merasa couplean dengan siapapun.


"Itu kamu dengan sunny. Jujur aja deh, kalian ada hubungan ya diam-diam dibelakang kami. Ayo ngaku aja," sambung kira kembali.


Moona sontak menatap ke arah sunny dan melihat baju Koko yang dikenakan oleh sunny. Astaga ternyata benar, warna baju mereka sama. Pantas aja dikira couplean. Sama-sama pakai warna cream.


"Kenapa kita bisa samaan gini sih bajunya, sun?" tanya Moona kepada sunny.


"Sehati mungkin," sahut sunny dengan raut muka datarnya.


Sontak Kira dan Hana langsung tertawa menggoda ke arah Moona. Berbeda dengan Kai dan Haruki yang malah kesedak dengan minumannya gegara jawaban sunny barusan.


"Bener-bener defisini kulkas yang sedang mencair ya," sindir Haruki sambil melirik ke arah sunny.


"Nyerempet Mulu bicaranya. Kalau lawan suhu mah kita mending ngalah wae," sahut Kai mendukung sindiran Haruki.


"Apaan sih kalian," ucap Sunny sambil melempar kacang ke arah kedua temannya.


Moona sendiri tidak mampu berkomentar apa-apa. Dia mendadak speechless mendengar ucapan sunny.


"Wah ada yang lagi berbunga-bunga ini ya," ucap Kira menyenggol lengan moona.


"Iya neh, ngomong atuh neng. Jangan diem aja," sambung Hana.


"Kalian ini juga kenapa lagi sih," ucap Moona yang merasa malu diledekin begitu.


Semua ini gegara kulkas lima belas pintu, batin moona mengumpat ke arah sunny.


Sementara itu di ruang keluarga.


"Bagaimana Aica, kamu mau kan kalau besanan sama aku. Sejak awal ketemu moona, aku sudah jatuh hati sama anak kamu. Aku pengen dia jadi menantu aku, ca," ucap Nita dengan bersemangat.


"Kalau aku terserah mereka aja, nit. Mereka yang menjalaninya, bukan kita sebagai orang tua. Dan kalau sunny mau jadi menantuku, aku juga sangat berharap itu. Putramu sungguh calon menantu idaman," ujar Aica yang juga berharap bisa memiliki menantu seperti putra sahabatnya itu.


"Tapi tetap saja ya ma. Pilihan ada di tangan mereka berdua. Mereka yang menjalani rumah tangga nantinya. Jadi biarkan mereka yang menentukan," ujar Rico menyampaikan pendapatnya.


"Aku sepakat dengan Rico," sahut Adam, papa dari Sunny.


...****************...


Bersambung 🌼