SUNMOON

SUNMOON
SM 54



...Selamat datang di novel karya...


...π‘†π‘žπ‘’π‘Žπ‘‘ π‘ƒπ‘’π‘›π‘¦π‘–β„Žπ‘–π‘Ÿ/PIMOYᢠᡃⁿⁿʸ 🌼...


...semoga kalian suka ya ☺️....


...Like, Vote, Koment, & klik β™₯️ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya ✌️...


...π»π‘Žπ‘π‘π‘¦ π‘…π‘’π‘Žπ‘‘π‘–π‘›π‘”...


.....................


"Kita pulang bareng," ujar Sunny langsung menghampiri bangku tempat duduk Moona.


Tanpa ba bi bu lagi sunny menggenggam tangan moona. Kemudian mengajak gadis itu segera keluar kelas.


Eh...


Moona yang tidak menyangka akan dibawa sunny keluar kelas begitu hanya bisa menurut. Begitu juga Hana dan Kira yang melihat kepergian keduanya.


Bukan tanpa alasan kenapa sunny buru-buru membawa moona kabur setelah bel pulang berbunyi. Dia tidak mau kalau sampai cowok bernama Juna itu mencari keberadaan Moona. Dan yang lebih parah menggangu niatnya kali ini. Ya, sunny memiliki rencana buat ngajak jalan moona. Sebenarnya dia pengen ngajakin moona buat ngedate sih.


"Sunny."


"Hmm."


"Kita mau kemana?" tanya moona yang tanggannya masih digandeng oleh sunny.


"Ngedate," jawab sunny singkat.


"Apaaa?" moona merasa bahwa dirinya telah salah mendengar.


Dia mencoba mengorek-ngorek telinganya sendiri memastikan bahwa tidak ada masalah di telinganya.


Setibanya di parkiran, sunny langsung memakaikan moona helm. Ternyata dia sudah menyediakan helm cadangan untuk moona. Tak hanya itu, dia juga memakaikan jaketnya kepada tubuh moona. Tentu saja jaket yang dikenakan tampak kebesaran ditubuh moona yang kecil.


Perlakuan Sunny membuat moona merasa bahagia. Si kulkas yang kaku, dingin dan datar bisa manis dan romantis juga ternyata, batin moona senang dengan sikap sunny.


"Pegangan," ucap sunny sambil menarik tangan moona agar memeluk pinggangnya.


"Iya iya, bawel," sungut Moona.


"Itu bibir kalau manyun terus bakalan aku cium," ancam sunny membuat moona melotot menatap sunny tajam.


"Berani ya!" tatap tajam moona.


"Kamu mau nantangin aku?" tanya balik sunny sambil tersenyum tipis ke arah Moona.


Sunny hanya menahan tawanya melihat wajah moona yang memerah.


"Nanti aku tagih janjimu," ucap sunny lirih langsung melajukan motor sportnya meninggalkan parkiran SMA Tunas Bangsa.


"Janji apa?" tanya moona dengan suara keras karena suara motor sunny yang melaju.


Sunny tidak menjawab pertanyaan moona namun semakin mengeratkan tangan moona memeluknya.


'Dasar kulkas bucin.'


🌼🌼🌼


Juna segera berlari menemui moona dikelasnya saat jam pelajaran usai. Resiko beda kelas ya begini jadinya nggak bisa selalu melihat gadis kesayangannya itu.


"Eh, kalian temen moona kan? Dia mana?" tanya Juna saat melihat Hana dan Kira yang pernah dia lihat sewaktu dikantin.


"Moona udah pulang," jawab Kira.


"Hah? Pulang? sama siapa?" tanya Juna kembali dengan raut wajah sedihnya. Dia kalah cepat sampai ke kelas moona.


"Emm...tadi diajak barengan sama sunny," jawab kira kembali.


Juna menunjukkan ketidaksukaannya saat mendengar nama ketua OSIS songong yang tadi melarang dia menemui moona. Juna mengepalkan kedua tangannya menahan amarah.


"Ada hubungan apa diantara mereka?" tanya Juna menatap Kira dan Hana.


"Eh... kalau ada hubungan atau enggaknya kami tidak tau," ujar Kira menutupi.


"Iya karena itu urusan pribadi moona. Lebih baik kamu tanyakan sendiri hal itu kepada Moona saja," saran Hana.


Sebenarnya kedua teman moona ini tau kedekatan antara sunny dan Moona. Namun mereka merasa tidak berhak untuk mengatakan hal pribadi moona kepada orang lain.


"Kalian tau alamat rumah moona?" tanya Juna kembali memohon kepada kedua teman moona tersebut.


Kira dan Hana saling pandang sebelum menjawab permintaan Juna tersebut.


...----------------...


Bersambung 🌼


Hana si kalem yang selalu tenang menghadapi sikap kira. Untuk sosok kira di post di episode selanjutnya ya. Harap sabar menunggu kelanjutannya.