SUNMOON

SUNMOON
SM 29



...Selamat datang di novel karya...


...π‘†π‘žπ‘’π‘Žπ‘‘ π‘ƒπ‘’π‘›π‘¦π‘–β„Žπ‘–π‘Ÿ/PIMOYᢠᡃⁿⁿʸ 🌼...


...semoga kalian suka ya ☺️....


...Like, Vote, Koment, & klik β™₯️ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya ✌️...


...π»π‘Žπ‘π‘π‘¦ π‘…π‘’π‘Žπ‘‘π‘–π‘›π‘”...


.....................


Haruki berlari secepatnya ke ruangan OSIS. Dia harus memberitahu Sunny kejadian ini.


Braaaakk


"Haruki! gila ya lu, bikin copot jantung orang aja, buka pintu yang bener Napa," amuk Kai yang kaget mendengar pintu yang terbuka dengan keras. Padahal dia sedang asyik mengetik undangan untuk rapat OSIS akhir Minggu ini.


Haruki tidak memperdulikan ucapan kai bahkan dia justru berlari mendekati sunny dengan napas ngos-ngosan.


"Gawat, ayo cepat ikut aku ke kelas XI-3," kata Haruki sambil menarik tangan sunny untuk pergi ke tempat yang dia maksud.


"Ada apa?" tanya sunny singkat seperti biasa.


"Moona dan Sora sedang berkelahi sekarang. Mereka...."


Sunny langsung berlari mendengar ucapan Haruki meski belum selesai. Dia meninggalkan kedua temannya yang diam mematung melihat kepergiannya barusan.


"Anak itu ya, selalu saja, aku belum selesai bercerita sudah kabur duluan," ujar Haruki yang kesal karena selalu saja ditinggal seperti itu oleh Sunny.


"Kamu tadi bilang apa?" tanya Kai menepuk bahu Haruki.


"Itu si moona dan Sora berkelahi lagi. Sekarang mereka sedang berada di kelas XI-3. Ayo kita segera susulin sunny," ajak Haruki.


"Hadehhhh... nanti kalau sampai sana jangan mau lagi kalau disuruh sama sunny pegangin itu kelompok si Lampir Sora. Kita segera merapat ke kelompok Moona saja. Gila itu kelompok lampir udah lukain muka ku. Padahal wajah ini kan modal utama ku buat jadi buaya langit," ujar Kai dengan bangganya.


"Hadeh, masih aja mikirin gelar buaya langit. Ayo kita segera selamatkan ayank Moona dari terkaman si Lampir gila kek Sora," ajak Haruki dan segera diikuti oleh Kai.


Keduanya berlari menyusul sunny yang sudah lebih dulu pergi meninggalkan ruang OSIS.


"Ayo moona!"


"Sora!"


"Moona!"


"Sora!"


"Moona!"


"Berhenti! Berhenti!" teriakan sesorang yang menghentikan perkelahian itu membuat semua yang bersorak-sorai menjadi diam seketika.


Mereka hapal dengan suara siapa itu. Semuanya seketika membuka jalan agar sunny bisa mendekat ke arah dua gadis yang masih sibuk berkelahi di lantai.


"Moona! Sora! Hentikan!" ucap Sunny berusaha melerai dengan cara menarik tubuh Moona lalu mendekapnya erat.


Bukan soal sunny modus ya melakukan hal itu dengan Moona. Karena saat sunny datang memang tubuh moona yang berada di atas tubuh Sora. Jadi dengan menarik moona lebih dulu akan bisa melerai perkelahian diantara keduanya.


Bug


"Sora!" teriak duo dayangnya Sora yang melihat ketua mereka pingsan tak sadarkan diri.


Mereka segera mendekati Sora dan berusaha menyadarkannya.


"Moona, cukup sudah," ujar Sunny menghentikan gerakan moona yang hendak menyerang Sora kembali.


"Lepasin gue!" bentak moona kepada sunny yang masih saja mendekap tubuhnya.


"Maaf," sunny pun segera melepaskan tubuh moona. Sedangkan moona hanya sekilas menatapnya dengan tajam.


"Moona!"


Hana dan Kira mendekati moona dan membantu moona membersihkan tubuhnya akibat berkelahi dilantai dengan si soang, Sora.


"Heh! Udah kamu apain ini Sora, Mun! Kamu benar-benar bar-bar banget ya jadi cewek," tuduh Nara menatap nyalang ke arah Moona.


"Jangan ngomong sembarangan ya! Siapa duluan yang nyamperin moona ke kelas dan marah-marah kek orang kesurupan. Itu temen lu yang pake drama pingsan segala tuh pelakunya duluan. Kalau ngomong pakai otak jangan asal nyablak aja itu mulut!" balas Kira yang tidak terima kelompok Sora menuduh moona sembarangan.


"Sunny, tolongin Sora ini, dia benar-benar pingsan," ucap Yuki menatap sunny meminta pertolongan.


"Bebeb Moona."


"Ayank Moona."


Panggil Kai dan Haruki secara serempak dan hal itu membuat sunny menoleh seketika.


"Kalian berdua, bawa Sora ke UKS sekarang," perintah sunny dengan entengnya kepada kedua temannya.


"Hah? Kok kita sih," protes Haruki.


"Males banget aku bawa si Lampir," ucap Kai dengan tidak suka.


"Kalian berdua, cepetan bawa Sora ke UKS. Dia nggak mau sadar-sadar lho," teriak Yuki yang merasa kasian melihat kondisi Sora sekarang.


"Cepat bawa Sora ke UKS!" kali ini suara sunny sudah tampak berbeda membuat Kai dan Haruki dengan berat hati melakukan apa yang diminta oleh ketuanya itu.


"Hadehhhh .. giliran lampir aja kita yang urus, enaknya dibanting aja ini lampir di kasur UKS," gerutu Kai yang kesal musti gendong Sora ke UKS.


'Kok bukan kak sunny sih yang angkat aku. Asyeeeeem bener kalau musti kai yang gendong aku ke UKS. Aku nggak mau.'


"Eugghhhhhh...."


Belum sempat kai mengangkat Sora tiba-tiba terdengar suara lenguhan dari bibir Sora.


"Sora," teriak Nara dan Yuki bersama. Mereka senang akhirnya Sora sadar juga.


"Alhamdulillah udah sadar. Nggak jadi gendongin lampir, diriku benar-benar terselamatkan," ucap Kai dengan perasaan lega.


"Pura-pura pingsan dan pengen digendong sama si sunny. Hilih... kelakuannya klasik banget sih," gumam Haruki mencibir kelakuan Sora yang udah kebaca banget menurutnya.


TBC 🌼