SUNMOON

SUNMOON
SM 11



...Selamat datang di novel karya...


...π‘†π‘žπ‘’π‘Žπ‘‘ π‘ƒπ‘’π‘›π‘¦π‘–β„Žπ‘–π‘Ÿ/PIMOYᢠᡃⁿⁿʸ 🌼...


...semoga kalian suka ya ☺️....


...Like, Vote, Koment, & klik β™₯️ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya ✌️...


...π»π‘Žπ‘π‘π‘¦ π‘…π‘’π‘Žπ‘‘π‘–π‘›π‘”...


......................


"Pulang," jawab sunny santai.


"Hah! benar-benar ini orang ya, aku lagi ngomong dianggap angin apa ya, dasar kampreeeettt!" teriak moona kesal dengan tingkah laku sunny.


Moona buru-buru membereskan dan berusaha membawa tumpukan buku-buku miliknya keluar dari ruang perpustakaan untuk mengejar si sunny.


Drtttttt


Drrrtttt


Drtttttt


Brukkk!


"Aduh, sunny! kenapa berhenti mendadak sih!" pekik moona karena dia menabrak punggung sunny menyebabkan buku-bukunya berjatuhan.


Sedangkan sunny yang mendengar teriakan moona di belakang tubuhnya hanya menoleh sekilas.


"Ya, halo ma," ujar sunny saat mengangkat panggilan teleponnya.


"Astaga, dia malah nggak mau bantuin aku, justru lebih mentingin telponnya, dasar kanebo kaku!" geram Moona dengan sikap si sunny yang makin lama makin menyebalkan menurutnya.


🌼🌼🌼


"Mama, aku pulang!"


"Yuhuuuuu... moona yang cantik membahana cetar badai ulala, uwwwuuu pulang lho mama sayang," panggil moona dengan nada khasnya yang menggema ke seluruh penjuru ruangan di rumah tersebut.


"Astaga moona, pulang sekolah bukannya ngucapin salam, malah teriak-teriak kayak dihutan aja kamu ya," omel mama Aica melihat kelakuan putri semata wayangnya.


"Hehehehe, kan udah biasa juga moona begitu ma," sahut Moona sambil menyalimi tangan sang mama.


"Kebiasaan buruk jangan suka dibawa-bawa terus, kamu itu dikasih tau keluar masuk mulu ke telinga. Masuk telinga kanan, keluar telinga kiri, begitu aja terus ya," mama Aica mulai mengeluarkan jurus andalannya.


"Udah dong ma, jangan ceramahin aku bisa nggak? aku laperrrr..." rengek moona sambil memegangi perutnya.


"Ih, ini anak emang ya, kalau gitu cepet sana ganti baju, terus makan siang, mama udah siapin di meja makan," kata mama Aica yang melihat reaksi anaknya seperti itu.


"Mama masak apa emang hari ini?"


"Asyiikkk, moona akan bergegas ganti baju kalau begitu, ayam i am cooming!!!!!!" ujar moona bersemangat.


Moona berlari menuju ke kamarnya di lantai dua. Sedangkan sang ibu hanya menatap tingkah laku putrinya geleng-geleng kepala.


"Astaga, kelakuan kamu moona, kenapa bisa se bar-bar itu sih nak, padahal dulu saat mama hamil kamu, mama nggak pernah ngidam yang aneh-aneh," gumam mama Aica.


Drrrttt


Drrtttt


Drrtttt


"Siapa lagi ini yang telepon? Oh, Nita.... halo, iya Nita, ada apa?" tanya Aica saat melihat nama di layar handphonenya.


"Aku ada di rumah kok, nit, datang aja ke sini. Pintu rumah aku terbuka buat kamu, nit, hehehehehe, baiklah aku tunggu ya," ujar Aica.


"Wah aku musti tambahin lagi neh makanan di meja. Aku akan ajak Nita makan siang di sini," Aica pun melangkah ke arah dapur untuk menyiapkan tambahan lauk untuk tamunya nanti.


Lima belas menit kemudian.


"Sayang, jangan makan dulu ya, sebentar lagi ada tamu mama datang. Dia adalah teman lama mama dulu sewaktu masih di kota ini. Nanti kita makan bersama-sama," ujar Aica yang melihat putrinya hendak menyendokkan nasi ke dalam piring.


"Astaga ma, padahal moona udah laper lho," keluh moona.


"Sabar menunggu, sebentar lagi nyampek kok, katanya udah sampai depan gerbang perumahan," kata Aica sambil meletakkan lauk di meja makan.


"Emang siapa sih ma tamunya?"


"Dia itu teman mama dulu waktu sekolah di sini. Namanya Tante Nita, setelah mama menikah kan mama ikut papamu, jadi sejak itu pula kami tidak lagi berjumpa," jelas sang mama.


"Oh, ini masih lama nggak ma? aku laper banget lho ma," ujar moona yang emang sedang menahan rasa lapar.


"Ngemil kue aja sana dulu, itung-itung buat ganjel perut," sahut mama Aica.


"Ihhh... mama, dikira perutku kaki meja perlu ganjelan segala," ujar Moona.


"Hehehe, udahlah nak, tungguin dulu ya, mama chat Tante Nita dulu."


"Hmmm...okay."


Ting Tong


Ting Tong


"Nah, itu kayaknya dia deh, mama bukain pintu dulu ya, inget buat nyapa ya Moona," Tutur mama Aica kepada sang putri.


"Iya ma, buruan gih buka pintunya."


TBC 🌼