
Kali ini pimoy akan mempromosikan novel terbaru yang berjudul "SYIFA untuk SAVA". Novel ini merupakan sequel dari cerita yang berjudul "MY SECRET ANGEL". Cerita sebelumnya di tulis di chat story. Bagi penggemar CS my secret Angel bisa yuk merapat ke novel "SYIFA untuk SAVA". Akan di-update setiap hari kok. Jadi pantengin terus ya☺️
...****************...
"Saya terima nikah dan kawinnya Vania Clarissa binti Vito Pramudya dengan mas kawin tersebut tunai," ucap Elxander dengan lantang dan lancar.
"Bagaimana saksi?" tanya pak penghulu.
Sah
Sah
Sah
"Alhamdulillah."
Semua orang bernapas lega mendengarnya. Terlebih lagi pengantin pria yang sudah cukup dag dig dug der menjelang ijab kabul yang sudah semalaman bikin dia pusing.
Setelah pengucapan ijab kabul tersebut. Kini pengantin wanita telah disandingkan dengan pengantin pria. Elxander begitu terpesona melihat kecantikan sang istri.
Vania datang dengan memakai kebaya putih. Kulit putih mulusnya tampak semakin berkilau dengan balutan kebaya tersebut. Bagaimana Elxander nggak klepek-klepek melihat penampilan sang istri yang datang menghampirinya dituntun oleh sang ibu juga Desi, sahabatnya.
Elxander menerima uluran tangan Vania. Begitu Vania sudah dekat tanpa sabaran lagi dia menarik pinggang ramping sang istri. Kemudian mengecup kening sang istri cukup lama.
Plak!
"Aduh!" pekik Elxander saat sang istri memukul punggung tangannya dengan sedikit keras.
"Mas, jangan dulu ih, masih dilihat banyak orang ini," gerutu Vania melihat sikap mesum Elxander yang tidak tau tempat.
Mendengar hal itu membuat bulu kuduk Vania seketika meremang. Suaminya itu benar-benar mesum deh. Dengan memeluk pinggangnya posesif, lelaki itu bahkan sudah mulai mencondongkan tubuhnya ke arah sang istri.
"Mas, nanti di dalam saja. Ini kita dilihatin banyak tamu undangan tuh. Mas nggak malu apa nantinya kalau kita ciuman disini sekarang," tanya Vania mencoba menegosiasikan keinginan sang suami.
"Sebentar aja, kecup aja boleh ya? Mas pengen lho sayang...." rengek Elxander kembali seperti anak kecil yang merengek kepada ibunya ingin dibelikan permen.
"Astaga mas... tapi... hmmmmpp."
Vania sudah tidak bisa berbuat apa-apa. Kalau benda kenyal nan lembut itu sudah mendarat tepat dibibirnya. Melawan pun juga hanya akan membuat mereka nantinya menjadi tontonan dan bahan perghibahan para tamu undangan yang ada. Masak pengantin barunya ribut di pelaminan karena ciuman. Kan nggak lucu.
Vania pasrah sudah dengan apa mau sang suami. Dia mengikuti saja keinginan sang suami yang sudah ngebet itu. Padahal Elxander adalah pimpinan yang terkenal dingin dan datar. Sekarang menjadi sosok yang manja yang mesum begini. Apa jangan-jangan dia kesambet saat setelah ijab kabul tadi. Apa iya ketempelan setan mesyumm😸
Vania merasa kehabisan napas akibat ulah sang suami yang udah nggak bisa lagi nahan dirinya. Vania memukul-mukul dada bidang suami omesnya itu karena dia sudah tidak tahan lagi.
"Mas....." ucap Vania tertahan sambil mendorong dada bidang suaminya.
Ekhemmmmm
Suara deheman yang keras membuat Elxander dengan terpaksa melepaskan bibir lembut dan candu sang istri. Dia menoleh ke arah suara yang menginterupsinya tersebut. Suara yang sudah menggangu kesukaannya barusan.
"Kalian nanti bisa melakukannya setelah acara selesai. Kamu nggak sabaran banget sih Xander!" ucap Daddy geleng-geleng kepala melihat kelakuan putra dan menantunya dipanggung pelaminan.
...****************...
Bersambung 🌼