
...Selamat datang di novel karya...
...πππ’ππ ππππ¦πβππ/PIMOYαΆ α΅βΏβΏΚΈ πΌ...
...semoga kalian suka ya βΊοΈ....
...Like, Vote, Koment, & klik β₯οΈ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya βοΈ...
...π»ππππ¦ π ππππππ...
......................
"Kenapa?" tanya sunny.
"Aku nggak bawa mobil, si Frozen lagi dibawa ke bengkel sama Daddy," ujar Sora dengan nada manja yang sengaja dibuat-buat di depan sunny.
"Sopir?"
"Lagi nggak bisa kak, pokoknya aku nebeng dengan kak sunny, ya, ya, ya, ya, please..." ujar Sora sambil menangkupkan kedua tangannya depan dada dengan wajah memohonnya.
Sunny hanya bisa menghela napas panjangnya jika Sora sudah berulah seperti ini.
"Maksa banget sih, Herman," sindir kai yang jengah dengan sikap Sora yang penuh drama tersebut.
"Diem lu kai, kalau iri bilang dong, nggak usah ngedumel nggak jelas," ujar Yuki yang tidak suka dengan sindiran kai tersebut yang jelas-jelas ditujukan kepada Sora.
"Aku? Iri? helloooo...hahahahaha, ngimpi!" sungut kai.
"Kamu!!!!"
"Udahlah, nggak usah ngeladenin Abang kai ini Yuki," ujar Nara yang tidak suka jika Yuki berdebat dengan kai yang merupakan idolanya tersebut.
"Udah, udah, kalian ini ribut mulu ya, lagian kita di sini kan mau makan bersama. Diem kalian semua, aku mau nemenin kak sunny makan ini. Pesen makanan sono," ujar Sora sambil melotot ke arah Nara dan Yuki.
Kedua dayang setianya itu seketika menurut dan pergi ke kedai makanan untuk pesan makanan untuk ketiganya.
"Awas aja kamu, kai," ujar Yuki yang masih tidak terima jika kalah berdebat dengan kai.
"Apa lu, weeeekkk," ejek kai balik yang sungguh bikin panas hati Nara yang tidak suka jika kai tampak dekat begitu meskipun itu dengan teman baiknya sendiri.
"Apa sih kamu ini Nara? bukannya bantuin aku malah ngehalangin aku terus buat ngelawan si kai itu," sungut Yuki.
"Kamu harusnya mengerti kalau aku nggak bisa liat dia deket dengan cewek lain, ngerti kamu," ucap Nara dengan nada suara yang merasa tidak suka.
"Astaga, Nara!" Yuki menepuk jidatnya karena dia baru menyadari kalau teman baiknya itu begitu bucin ternyata.
"Makan tuh bucin," ucap Yuki kemudian berlalu meninggalkan Nara.
"Lho ini kenapa jadi ramai begini orangnya?" tanya Haruki yang baru balik dengan membawa makanan pesanan Sunny dan juga Kai.
"Kita pindah aja ke tempat lain, ayo haruki," ajak Kai sambil menarik lengan haruki untuk mencari meja lain yang kosong di kantin tersebut.
"Eh, tapi ini..." tanya Haruki saat melihat dirinya tak bisa lagi mengelak dari tarikan kai.
"Udah Sono, pergi aja kalian berdua. Yang jauh sekalian biar nggak ganggu aku dan kak sunny," ucap Sora dengan nada senang karena kedua ajudan sunny itu tidak mau satu meja dengannya.
"Dasar nenek lampir keganjenan, males banget aku semeja sama cewek muka sepuluh kek dia begitu," ucap Kai sambil menarik lengan haruki.
πΌπΌπΌ
"Aduh, aku laper, kita dari tadi jalan mulu, lupa jajan neh, yuk makan, tunjukkan aku dimana kantinnya," kata moona mengajak Hana dan juga kira.
"Siap, kita bakalan antarkan kamu ke kantin," sahut Kira.
"Iya," timpal Hana.
"Yaudah, kalian berdua bakalan aku traktir makan siang sebagai tanda pertemanan kita" ucap Moona sambil merangkul bahu kedua teman barunya di sekolah itu.
"Boleh, aku suka banget, yuhuuuuuuu... meluncur kantin oey..." ujar Kira bersemangat.
"Makasih ya moona," ujar Hana.
"Iya sama-sama, yuk meluncur ke kantin," ajak Moona sambil menggandeng lengan kedua temannya yang ada di sisi kiri dan kanannya menuju ke kantin.
TBC πΌ