
...Selamat datang di novel karya...
...πππ’ππ ππππ¦πβππ/PIMOYαΆ α΅βΏβΏΚΈ πΌ...
...semoga kalian suka ya βΊοΈ....
...Like, Vote, Koment, & klik β₯οΈ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya βοΈ...
...π»ππππ¦ π ππππππ...
......................
Sementara itu di jam istirahat, lapangan basket.
"Wah, tunggu - tunggu guys. Itu siapa yang bening-bening lagi jalan? Kok aku nggak pernah tau dia sebelumnya ya?" tanya Kai menghentikan pertandingan basket dengan kelompoknya.
"Mana? mana? emang ada yang bening baru di mana?" teriak Haruki yang seketika matanya jelalatan mencari apa yang dimaksud oleh kai tadi.
"Busyeeeeeeeettttt, giliran yang bening aja cepet banget telingamu, haruki... giliran aku tadi teriak-teriak ambil bola, kamu malah Bolot, dasar haruki!" umpat kesal kai kepada salah satu temannya yang ngefans dengan girlband Korea itu.
"Heh! tolong deh, jangan alihin perhatian ku dong, mana neh yang katanya tadi bening-bening hah? mataku udah mencoba mencari target tapi belum ketemu juga?" ucap haruki kesal dengan gerutuan si kai.
"Noh, arah jam dua belas, lagi duduk bertiga sama ayank mu tuh," sahut kai sambil mengarahkan kepala haruki ke target yang dia maksud tadi.
"Astaga!!!!! penuduhan itu, ayank siapa Weh?" ucap haruki tak terima akan ucapan kai karena dia merasa belum punya ayank.
"Ayank kira noh, wkwkwkwkw," sahut kai sambil tertawa ngakak melihat ekspresi kesal dari haruki akan jawabannya barusan.
"Wah pelanggaran ne anak pakai nuduh segala ya!" umpat kesal Haruki.
"Berisik!" sentak Sunny yang sedari tadi melihat kelakuan dua teman baiknya itu.
"Bro, by the way, itu anak siapa? baru ya? bening banget? dia di kelas berapa?" tanya Kai sambil duduk di samping sunny yang sedang asyik menikmati minuman dinginnya.
Karena kai mengajak berhenti bermain jadinya mereka kini duduk di bangku dekat lapangan untuk minum beristirahat sejenak.
"XI-3," jawab singkat Sunny.
"Wah, sekelas sama kamu dong berarti, kenalin lah aku sama doi. Siapa tau neh aku seketika nggak jomblo lagi nanti," kata Haruki dengan antusias mendekati sunny.
"Enak aja," ucap Kai sambil mendorong bahu Haruki.
"Mau asal serobot aja kamu ya, aku yang ngeliat dia duluan, kenapa jadi kamu yang ngebet pengen deketin duluan, aku dulu, dirimu belakangan," ujar kai kembali tak mau kalah.
"Siapa cepat dia dapat dong," pantang mundur untuk seorang haruki. Apalagi jika lawannya hanya seorang kai.
"Udahan mainnya," ucap Sunny kemudian meninggalkan teman-teman nya begitu saja.
Kai dan Haruki yang sempat ramai seketika saling pandang dan mengejar kepergian sunny yang tiba-tiba.
"Lho, bro, mau kemana? nanggung lho ini mainnya?" tanya Kai.
"Males," jawab sunny singkat dengan raut wajah datar.
"Tunggu bro, kita ikut," teriak Haruki yang melihat sunny semakin melangkah menjauhi mereka berdua.
"Ayo kai, kita ikuti tuh si kulkas lima belas pintu. Lagi badmood kayaknya dia, gegara omonganmu tuh, dia jadi kek gitu kan," gerutu haruki kemudian berlari mengejar sunny.
"Lah? kok aku yang salah? salahku dimana coba? bisa-bisanya haruki tuh main asal nyalahin orang aja," gumam kai yang tidak terima jika dirinya disalahkan begitu saja.
TBC πΌ