SUNMOON

SUNMOON
SM 94



...Selamat datang di novel karya...


...π‘†π‘žπ‘’π‘Žπ‘‘ π‘ƒπ‘’π‘›π‘¦π‘–β„Žπ‘–π‘Ÿ/PIMOYᢠᡃⁿⁿʸ 🌼...


...semoga kalian suka ya ☺️....


...Like, Vote, Koment, & klik β™₯️ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya ✌️...


...π»π‘Žπ‘π‘π‘¦ π‘…π‘’π‘Žπ‘‘π‘–π‘›π‘”...


...............


"Moonaaa!"


"Moonaa!"


Hah!!


Moona terjaga dari tidurnya saat mendengar suara-suara yang memanggil namanya dengan keras. Moona kaget melihat wajah-wajah temannya yang tampak bingung melihat dirinya. Moona jadi melihat ke sekelilingnya. Ternyata dia masih di perjalanan menuju ke rumah sakit.


Astaghfirullahaladzim....


Ternyata moona hanya mimpi karena capek menunggu kemacetan yang tak kunjung mendapatkan celah. Dia sempat tertidur di mobil. Efek kecapekan juga karena semalam dia menjaga sunny. Kan kalau Minggu dia akan menginap di rumah sakit. Dan senin pagi dia akan berangkat ke sekolah langsung dari Rumah Sakit.


"Moona? Kamu nggak apa-apa?" tanya Hana yang berusaha menyadarkan Moona dari lamunannya.


"Eh, enggak kok, aku ketiduran ya, maaf," ujar Moona sambil mencoba untuk tersenyum.


Ternyata apa yang dia alami tadi hanyalah sebuah mimpi. Tentang sunny yang amnesia dan dia yang sampai terluka kembali karena ditabrak mobil. Akibat lari dari kamar sunny. Dia tidak menerima kenyataan kalau sunny mengalami amnesia. Dia merasa Allah SWT tidak adil kepadanya. Dengan memberikan ujian yang bertubi-tubi.


Semoga saja itu semua hanyalah mimpi buruk. Meskipun detak jantung moona kian kencang akibat apa yang dialaminya di mimpi. Sungguh menyedihkan dan membuat hati akan sama-sama sakit.


"Kamu mimpi apa Mon? Sampai mengigau memanggil-manggil nama sunny segala? Kamu sudah rindu berat ya pengan ketemu sunny?" tanya Kira merasa kasihan dengan apa yang sudah dialami oleh sahabatnya.


"Nggak apa-apa kok. Aku mungkin saking bahagianya akan ketemu dia. Jadi sampai terbawa mimpi. Ini masih lama kah Jun?" tanya moona mengalihkan pembicaraan dengan bertanya kepada Juna.


"Sebentar lagi sampai kok," ujar Juna yang masih fokus menyetir.


Mobil Moona sudah sampai di pelataran parkiran rumah sakit. Setelah mobil berhenti dengan sempurna. Moona segera bergegas menuju ke ruang perawatan sunny. Dia tidak menghiraukan panggilan teman-temannya yang minta menunggunya.


"Biarlah saja, namanya juga lagi rindu berat. Seperti kata dilan. Rindu itu memang berat, kita tidak akan pernah kuat menahannya," ujar Kai yang melihat kepergian moona meninggalkan mereka yang masih berada di parkiran.


Semuanya tersenyum mendengar ucapan Kai. Sedangkan moona yang berlari sepanjang koridor rumah sakit seperti merasa Dejavu dengan mimpi yang tadi dia alami. Apakah saat dia membuka pintu nanti akan seperti mimpi yang dia alami? Moona berdoa semoga itu semua hanya mimpi bukan menjadi kenyataan. Sungguh itu nantinya akan semakin menyesakkan hati.


Ceklek.


Moona membuka pintu ruangan kamar sunny. Ada mama Nita yang duduk sambil menggenggam jemari tangan sunny. Tampak wanita cantik itu menghapus air matanya. Dan persis seperti di mimpi moona kalau sunny juga sedang terduduk diranjang sambil bersandar di kepala ranjang rumah sakit.


Moona hanya menatap sunny dengan pandangan yang tidak dapat dibayangkan. Apakah moona harus berhambur ke arah sunny. Ataukah nanti dia akan mendapatkan kekecewaan seperti dalam mimpi?


Moona sedang berperang dengan hati dan pemikirannya sendiri. Membuat mama Nita dan juga sunny menjadi bingung melihat ekspresi moona saat ini. Sebuah suara membuat moona menjadi tersadar dari lamunannya.


"Sayang, kamu tidak mau memelukku."


Sebaris kalimat itu membuat moona seketika tersadar dari pemikirannya sendiri. Tanpa terasa air matanya seketika jatuh mendengar suara yang begitu dia rindukan lebih dari dua bulan ini. Suara yang membuat dia merasa bahwa dia harus memeluk tubuh yang sedang mengulurkan kedua tangan kepadanya itu.


Moona menatap sunny yang meminta kekasihnya itu untuk mendekat padanya.


"Ini bukan mimpi.... hiks...hiks...hiks...aku sedang tidak bermimpi kan? Sunny ...." Moona segera berhambur dan memeluk sang kekasih dengan perasaan yang membuncah.


Sunny menahan luka yang tersentuh oleh Moona karena kekasihnya itu memeluknya dengan sangat erat. Namun dia menutupinya agar sang kekasih tidak melepaskan pelukan yang begitu dia rindukan tersebut.


"Aku merindukanmu sayang, sangat merindukanmu," ucap sunny lirih sambil mengelus lembut rambut panjang moona yang terurai dengan indah.


"Aku juga sangat merindukanmu, jangan seperti ini lagi. Kamu membuat aku takut...hiks...hiks...hiks..." moona masih menangis dalam pelukan sunny. Membuat lelaki yang baru tersadar dari komanya itu hanya bisa tersenyum. Dia sungguh bahagia karena Tuhan masih menyatukan keduanya.


...----------------...


Bersambung 🌼


Sebentar lagi menuju ending. Siap-siap ya semuanya. Udah ya yang kemarin bilang author jahat. Enggak jahat kok akunya, cuma suka usil aja, hehehe😸✌️