SUNMOON

SUNMOON
SM 84



...Selamat datang di novel karya...


...π‘†π‘žπ‘’π‘Žπ‘‘ π‘ƒπ‘’π‘›π‘¦π‘–β„Žπ‘–π‘Ÿ/PIMOYᢠᡃⁿⁿʸ 🌼...


...semoga kalian suka ya ☺️....


...Like, Vote, Koment, & klik β™₯️ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya ✌️...


...π»π‘Žπ‘π‘π‘¦ π‘…π‘’π‘Žπ‘‘π‘–π‘›π‘”...


...............


Papa Rico dan Juna duduk di kantin dekat dengan ruangan moona. Sementara mama Aica menunggui moona yang sedang tertidur. Selain itu juga mama Aica bisa sarapan dulu meski tidak bisa dibilang sarapan juga ketika jam sudah memasuki jam makan siang.


Karena panik menjaga sang anak membuat mama Aica dan papa Rico seringkali melupakan jadwal makan mereka dengan benar. Keadaan moona yang koma membuat keduanya putus asa dan tidak lagi memikirkan dirinya sendiri. Bahkan papa Rico sampai tidak masuk kerja beberapa hari belakangan ini. Beruntung orang kepercayaannya bisa mengatasi beberapa masalah di perusahaannya.


"Jadi apa yang ingin om ketahui?" tanya Juna membuka pembicaraan.


Papa Rico menyesap kopinya perlahan sebelum banyak berdiskusi dengan Juna. Entah sejak kapan papa Rico mulai menyukai gaya anak muda dihadapannya ini. Juna adalah tipe lelaki yang tidak bertele-tele dan cepat dalam mengatasi suatu masalah. Terbukti dengan tertangkapnya pelaku yang telah menyerang putrinya. Juna yang masih semuda itu bisa mencari keberadaan si pelaku dengan cepat. Meski diawal ketemu dulu Rico kurang menyukai karena Juna adalah anak dari seorang mafia di kota S. Tapi melihat apa yang sudah dilakukan pemuda ini membuat papa Rico mulai menyukai Juna.


"Jadi siapa yang sudah melakukan hal ini kepada Moona?" tanya papa Rico kepada Juna dengan penasaran. Dia ingin tahu apa motif pelaku menyerang sang putri.


"Namanya Sora. Dia teman sekelasku dan satu sekolah dengan kami semuanya. Dia menyukai sunny sejak awal dan begitu terobsesi dengan sunny. Ketika mengetahui jika sunny telah berpacaran dengan moona jadi dia ingin melenyapkan moona. Itu cerita singkatnya om," jelas Juna.


Hanya karena berpacaran saja gadis bernama Sora itu ingin melenyapkan nyawa putrinya. Gadis seperti apa yang mempunyai pemikiran begitu kejam kepada orang lain. Diusianya yang masih belia dan biasanya anak seumuran itu tidak memikirkan hal yang berbau sadis.


"Dia kurang perhatian dikeluarganya. Ibunya meninggal sejak melahirkan dia. Ayahnya menikah lagi dengan adik ibunya tetapi ibu tirinya tidak mencintai dan peduli padanya karena dia memiliki anak sendiri. Sedangkan ayahnya juga ikut-ikutan tidak perduli. Ayahnya lebih mementingkan ibu tirinya. Sehingga Sora menjadi kurang kasih sayang dari kedua belah pihak. Hanya kakaknya yang bernama Soni lah yang memberikan dia perhatian dan juga kasih sayang. Tetapi kakaknya juga meninggal karena pernah menolong sunny dari perbuatan para preman. Sejak itulah sunny merasa bertanggungjawab kepada Sora. Dia menjadi kakak pengganti buat Sora. Tetapi sikap sunny ini disalah artikan oleh Sora sebagai perasaan cinta. Padahal sunny sendiri mencintai Moona. Itulah mengapa ketika mengetahui sunny dan Moona berpacaran sikap Sora menjadi tidak terkendali. Dia juga sering menyerang moona di sekolah," kata Juna menjelaskan apa yang dia ketahui selama ini dari cerita teman-teman dekat sunny dan Moona.


"Kasihan juga kalau mendengarkan kisah hidupnya anak itu. Tetapi apa yang sudah dia lakukan itu adalah tindakan kriminal. Harus di selesaikan secara jalur hukum. Agar pelaku menjadi jera dan tidak lagi mengulangi hal sama kepada orang lain. Dia juga harus mendapatkan pelajaran yang berharga dalam hidupnya," kata Papa Rico sambil menyesap kembali kopinya.


"Bukti sudah mengarah seluruhnya kepada Sora. Dan aku akan pastikan dia mendapatkan hukuman yang setimpal," kata Juna berjanji kepada papa moona.


"Lalu soal keadaan sunny bagaimana om?" tanya Juna yang belum sempat menengok sunny karena dia akhir-akhir ini hany sibuk dengan penangkapan Sora.


"Keadaan dia masih sama. Om belum berani mengatakan kondisi sunny kepada Moona. Takutnya moona ngedrop lagi. Setelah kondisi moona membaik nantilah om akan cerita," kata papa Rico kepada Juna.


Juna ikut menghela napas panjang. Dia tidak berani membayangkan bagaimana nanti moona saat tahu jika sunny lah yang telah menolongnya dari kecelakaan.


"Semoga saja moona bisa menerimanya om," ujar Juna kembali.


"Om juga berharap begitu Jun," sahut papa Rico sambil menghela napasnya kasar.


...----------------...


Bersambung 🌼