
...Selamat datang di novel karya...
...πππ’ππ ππππ¦πβππ/PIMOYαΆ α΅βΏβΏΚΈ πΌ...
...semoga kalian suka ya βΊοΈ....
...Like, Vote, Koment, & klik β₯οΈ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya βοΈ...
...π»ππππ¦ π ππππππ...
.....................
"Ini adalah kesempatan emas buat kamu balas perlakuan Mumun dan merebut kembali sunny," ujar Nara dengan semangat membara.
Sora mengernyitkan dahinya tidak mengerti arti ucapan temannya.
"Apa maksudmu?"
Nara berdecak mendengar pertanyaan yang terlontar dari mulut Sora. Bego juga ini anak ya ternyata.
"Kamu tau kan siapa Juna. Dia mantan pacar Mumun yang datang nyamperin Mumun kemari. Berarti dia sangat mencintai Mumun dan pengen balikan sama tuh Mumun. Sampai sini paham," tekan Nara menghela napas panjang karena musti berbicara tanpa jeda.
"Terus hubungannya dengan kak sunny apa?"
Nara seketika menepuk dahinya mendengar pertanyaan yang cukup bodohh dari Sora. Ternyata otaknya hanya segini aja, batin Nara kesal.
"Kamu masih nanya hubungannya apa? astaga Sora. Manfaatin keinginan Juna itu untuk membantumu memisahkan Mumun dengan sunny. Bukannya lebih mudah jika dua orang bekerjasama. Daripada bekerja sendirian, betul kan?" ucap Nara menjelaskan panjang lebar dan Sora pun tersenyum mendengar rencana dari temannya.
"Kamu benar Nara, kenapa tidak terpikirkan olehku. Aku harus mengajak Juna menjadi partner untuk menjauhkan Mumun dari sunny," ucap Sora dengan senyum menyeringainya.
'Ternyata baru konek juga dia setelah diberi penjelasan. Gini ngakunya pinter, hadeeeeeehhh'
πΌπΌπΌ
Motor sunny melaju menuju sebuah lokasi yang diketahui moona itu adalah ke arah pantai. Mau apa dia ke pantai? berenang? batin Moona menebak.
Dan benar dugaannya kalau sunny mengajak dia ke sebuah pantai. Moona begitu suka dengan pantai. Gadis itu tersenyum lebar melihat deburan ombak di pantai.
"Bagaimana kamu tau kalau aku suka dengan pantai," ujar moona dengan senyumnya yang sedari tadi tak lepas dari bibir tipisnya.
Sunny hanya menyunggingkan senyuman tipis mendengarnya.
"Kamu senang?" tanya sunny.
Moona menganggukkan kepalanya dengan cepat.
"Tentu saja senang, aku suka sekali ke pantai waktu di kota S. Aku suka melihat matahari terbenam. Itu sangat indah," kata Moona dengan menatap ke arah pantai.
Angin yang berhembus membuat rambutnya yang panjang terurai tampak tergerai, melambai-lambai dengan indahnya. Sunny melihatnya dengan perasaan yang berdebar-debar. Tidak pernah selama ini dia melihat seorang gadis dengan perasaan yang bergetar. Dan gadis ini yang begitu bar-bar dan keras kepala. Dia mampu membuat jantung seorang sunny berdegup kencang.
Moona melepaskan sepatunya dan berlari ke arah pantai. Dia bermain-main dengan pasir dan ombak di sana. Sunny hanya mengikuti kemana langkah moona. Dia mengawasi gadis yang dicintainya itu tertawa bahagia ketika bermain dengan ombak ditepi pantai.
Sesekali dia juga ikut tertawa melihat sang gadis tertawa lepas disana. Sunny jarang melihat hal itu atau bisa dikatakan juga tidak pernah selama ini melihat moona bisa tertawa selepas itu. Sunny tidak akan melupakan moment indah kebersamaan mereka ini. Diam-diam dia mengambil beberapa foto moona yang sedang tertawa dan juga berlari-lari kecil ditepi pantai.
"Arrkh.. moona, apa yang kamu lakukan," ucap sunny saat moona mencipratkan air ke wajah sunny.
Pemuda itu sampai mengusap wajahnya yang basah karena ulah moona. Bukannya takut, justru moona tertawa melihat reaksi sunny barusan.
"Ayo kejar aku kalau bisa, sunny," tantang moona kemudian berlari menghindari kejaran sunny yang benar-benar mengejar dirinya.
Dua orang remaja itu bermain-main di pantai dengan cerianya. Tanpa memperdulikan disekitarnya. Hingga matahari pun mulai membenamkan dirinya di ufuk barat.
"Sunny!"
...----------------...
Bersambung πΌ