
...Selamat datang di novel karya...
...πππ’ππ ππππ¦πβππ/PIMOYαΆ α΅βΏβΏΚΈ πΌ...
...semoga kalian suka ya βΊοΈ....
...Like, Vote, Koment, & klik β₯οΈ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya βοΈ...
...π»ππππ¦ π ππππππ...
.....................
"Minumlah teh hangat ini, nak sunny," ucap Aica sambil menyuguhkan segelas teh hangat di atas meja.
"Terimakasih banyak Tante, maaf merepotkan," ucap sunny yang sudah mandi karena dia tadi kehujanan.
Aica juga memberikan sunny kaos dan celana sang suami. Karena pakaian sunny juga basah.
"Tante justru yang berterimakasih karena kamu sudah mengantarkan moona sampai rumah. Tadi Tante sudah cemas karena handphone itu anak yang mati. Kelakuan si moona emang begitu. Kamu tau sendiri kan bagaimana tadi respon dia waktu lihat mamanya mencemaskan dirinya," keluh Aica sambil menghela napas panjang.
Putrinya itu memang sungguh ajaib. Kelakuannya membuat dia dan suaminya musti ektra sabar menghadapinya.
Sunny mendengar cerita mama moona hanya tersenyum menanggapinya. Dia juga tau gimana keras kepalanya moona tadi. Kalau saja tidak dipaksa untuk pulang bersama pasti itu anak kehujanan di sekolahan. Dasar bar-bar dan kepala batu.
"Oya sunny, ini tadi kok bisa moona pulang sampai sore begitu. Apakah ada tambahan pelajaran atau bagaimana?" tanya Aica.
"Moona belajar bersama saya di perpustakaan tadi, Tan," jawab Sunny.
"Hah? belajar? maksudnya?" tanya Aica lagi yang masih belum mengerti dengan penjelasan dari sunny.
"Tadi wali kelas meminta saya mengajari moona matematika karena nilai moona yang anjlok. Dan karena sebentar lagi juga ujian," ujar Sunny menjelaskan agar Aica mengerti.
"Oh... begitu, jadi kalian belajar bersama. Wah Tante senang sekali sunny kalau kamu bersedia mengajari moona matematika. Jujur ya, Tante sudah menyerah mencarikan dia guru privat untuk mengajarinya matematika. Moona selalu saja beralasan kalau dia akan Les. Dan guru-gurunya itu juga banyak yang menyerah karena sikap moona yang sudah diatur. Di sekolahnya yang lama dulu, dia juga sudah buat belajar matematika. Wali kelasnya juga mengeluhkan hal yang sama. Tante nggak tau lagi musti bagaimana hadapi dia," keluh Aica akan perilaku moona selama ini.
Sunny tersenyum kecil mendengar curhatan dari Mama Aica.
"Hadeh... pada ngapain sih, gosipin aku neh kayaknya," sindir Moona yang turun lagi lantai dua kamarnya.
"Iya, soalnya kamu selalu jadi topik utama yang hot untuk dibicarakan," sahut Aica membuat moona seketika manyun dibuatnya.
"Mama apaan sih ya, bisa-bisanya lho begitu sama anak sendiri. Lagian moona buat ulah apalagi sih ma. Kan aku sudah janji sama mama dan papa kalau aku nggak akan begitu lagi. Nggak percayaan amat deh jadi orang," sungut Moona sambil mendaratkan bokongnya di sofa samping sunny duduk.
"Bukannya begitu, tapi kalau nggak diawasin juga kamu bakalan kumat lagi. Sekarang aja kalau bukan ancaman kartu ATM dicabut juga kamu bakalan telat ke sekolah. Tau nggak sunny, Tante sampai berbusa bangunin anak perawan sampai segitunya. Kalau tidur susah bener dibangunin. Alasan nonton drakor sampai malam. Lagian ya neng, kalau nonton drama itu bisa kan dihari yang tidak sekolah. Jadinya bangunnya tidak terlambat," omel Aica di depan sunny membuat Moona merah padam dibuatnya.
'Mama suka gitu deh, masak ngomel-ngomel depan sunny. Kan jadi malu akunya, iissshhhh' gerutu Moona dalam hati.
Dia memilih untuk diam karena kalau nanti dia ngejawab ucapan mamanya. Wah bisa panjang kali lebar sama dengan luas itu omelan emak-emak πΆ
"Iya, mama juga pengen kamu tiap hari belajar sama sunny di rumah."
"Hah? Lho kok begitu ma?" ucap Moona panik mendengar perkataan mamanya.
"Ya bisalah, kamu musti belajar serius moona. Demi masa depan kamu juga nantinya. Lebih baik kamu sore belajar bareng sunny. Daripada mantengin drakor terus. Bentar lagi ujian, jangan buat papamu marah-marah," kata Aica memberikan peringatan.
"Tapi kan sudah belajar di sekolah dengan sunny ma. Masak dirumah juga belajar lagi sih, bosen dong akunya," sungut Moona.
"Sunny kalau belajarnya diganti sore saja dirumah apakah bisa?" tanya Aica kepada sunny.
"Sepertinya bisa Tante, besok saya akan sampaikan kepada wali kelas kamu," jawab sunny membuat Aica merasa lega mendengarnya.
"Kamu dengar itu moona. Mulai besok belajar dirumah dengan sunny. No drakor-drakoran selama Senin sampai Jumat, jatah drakor hanya untuk hari Sabtu dan Minggu saja," tegas Aica membuat moona lemas mendengarnya.
TBC πΌ