SUNMOON

SUNMOON
SM 56



...Selamat datang di novel karya...


...π‘†π‘žπ‘’π‘Žπ‘‘ π‘ƒπ‘’π‘›π‘¦π‘–β„Žπ‘–π‘Ÿ/PIMOYᢠᡃⁿⁿʸ 🌼...


...semoga kalian suka ya ☺️....


...Like, Vote, Koment, & klik β™₯️ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya ✌️...


...π»π‘Žπ‘π‘π‘¦ π‘…π‘’π‘Žπ‘‘π‘–π‘›π‘”...


.....................


"Sunny!" panggil moona sambil melambaikan tangannya.


Sunny pun mendekati gadis manis yang tampaknya ingin menunjukkan sesuatu kepadanya tersebut.


"Ada apa?" tanya sunny ikutan berjongkok di depan moona.


"Lihat apa yang aku temukan," ujar moona menunjukkan sesuatu yang begitu indah dia dapatkan barusan.


Sunny menatapnya tidak percaya. Itu sungguh indah. Sebuah kerang dengan mutiara asli di dalamnya.


"Indah banget bukan, aku pengen ini," ujar moona dengan merajuk menatap sunny dan pemuda itu mengangguk sambil mengusap kepala moona gemas.


"Aku akan bawa ke toko perhiasan biar bisa dijadikan kalung buat kamu nantinya," kata sunny menatap mutiara asli yang didapatkan oleh Moona dalam kerang.


"Beneran?" tanya moon dengan raut wajah berbinar.


"Iya benar, sayang," ucap sunny dengan sengaja menekan kata sayang agar moona peka dengan perasaan yang dia miliki untuk gadis di hadapannya tersebut.


"Kamu ikkhhh," ucap Moona sambil memukul pelan bahu sunny. Wajah moona sudah merona mendengar ucapan mesra dari sunny barusan.


Sunny hanya terkekeh melihat wajah tersipu malu moona.


"Ayo lihat matahari terbenam. Bagus banget pemandangannya. Sayang buat dilewatkan begitu saja," ujar sunny sambil mengulurkan tangannya kepada Moona.


Dia mengajak gadis itu untuk berdiri dan menatap matahari yang akan beranjak ke peraduannya setelah seharian dia memberikan cahaya bagi semua makhluk di bumi.


Moona tampak menikmati keindahan laut di kala senja itu. Dia menghirup udara dalam-dalam dan menatap sang surya menyemburatkan warna jingga di langit sore. Sungguh indah maha karya dari sang pencipta.


"Moona," panggil sunny sambil menatap ke arah Moona.


"Ya," gadis itu hanya menyahut tanpa menoleh ke arah sunny. Dia masih menikmati pemandangan langit sore di pantai.


Cup


Sebuah kecupan singkat mendarat di pipi mulus moona. Seketika itu membuat moona terkejut dan reflek memegang pipinya. Dia pun menoleh ke arah sunny.


"Sunny," ujar moona dengan bibir manyunnya karena pemuda dihadapannya itu sudah menciumnya tanpa ijin.


"Maaf moona aku sudah tidak mampu menahannya. Aku sangat mencintaimu. Apakah kamu masih ragu dengan perasaanku ini?" tanya sunny dengan raut wajah seriusnya.


Dia tahu ada sesuatu yang membuat moona merasa terganggu. Sunny mencoba mengira-ngira tetapi dia tidak mau berspekulasi terlalu jauh. Takut jika itu akan menyakiti dirinya sendiri.


"Sunny, aku ....." moona juga merasa berat untuk mengatakannya kepada sunny.


"Apakah ini soal Sora?" tanya sunny dan Moona seketika mendongakkan wajahnya menatap sunny. Dia tahu kalau sunny pasti peka akan hal itu.


Moona menganggukkan kepalanya. Dia tahu kalau sunny memiliki perasaan yang sensitif jika membahas tentang masa lalu yang pernah terjadi.


Sunny menghela napasnya panjang. Dia memang memilki trauma akan kejadian setahun yang lalu. Tetapi bukan berarti dia mengabaikan semua perasaannya kepada gadis yang dicintainya. Sudah cukup dua tahun ini dia tersiksa dengan semua rasa bersalahnya. Dan kini gadis yang dia cintai sudah ada di depan matanya. Akankah sunny mengabaikan begitu saja semua perasaannya itu?


"Aku tidak ingin kehilangan kamu kembali moona. Sudah cukup aku menahan perasaan itu sekian lama. Kini aku ingin bersamamu terus. Aku ingin kamu menjadi kekasihku, pendamping ku, bahkan nantinya aku ingin kamu menjadi istriku dan ibu dari anak-anak kita. Aku mencintaimu moona. Aku tidak ingin kamu pergi lagi dariku," si kulkas yang irit bicara itu kini panjang lebar dia mengungkapkan perasaannya yang sudah dia pendam kepada Moona.


Moona menatap sunny dan tidak ada kebohongan di sana. Dia melihat keseriusan yang dalam diraut wajah ketua OSIS tersebut.


"Sunny aku...."


Belum sempat moona membuka mulutnya untuk berbicara. Sesuatu yang kenyal dan hangat sudah lebih dulu menghentikan ucapannya. Moona seketika membelalakkan matanya saat dia menyadari apa yang sudah terjadi padanya kali ini.


'Sunny......' jerit batin moona.


...----------------...


Bersambung 🌼