
...Selamat datang di novel karya...
...πππ’ππ ππππ¦πβππ/PIMOYαΆ α΅βΏβΏΚΈ πΌ...
...semoga kalian suka ya βΊοΈ....
...Like, Vote, Koment, & klik β₯οΈ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya βοΈ...
...π»ππππ¦ π ππππππ...
...............
Brummmm
Brummmm
Ceklek
Sunny mematikan mesin motornya. Dia membantu moona turun dari motor sportnya tersebut. Dia juga membantu kekasihnya melepas helm.
"Terimakasih," ucap Moona dengan tersenyum manis. Sunny pun membalasnya dengan senyum yang tak kalah manis.
"Aku langsung pulang ya?" pamit sunny setelah moona akan bersiap masuk.
"Lho, kamu nggak masuk dulu, ngeteh dulu gitu," tawar moona sambil memegang lengan sunny yang mengatakan bahwa dia tidak akan mampir ke rumahnya.
Sunny menggelengkan kepalanya.
"Sudah malam, besok kan juga aku jemput kamu berangkat sekolah," kata sunny kembali.
Moona menghela napas panjang. Mungkin sunny sedang capek dan ingin cepat sampai di rumahnya untuk beristirahat.
"Baiklah," ujar moona lesu menatap sunny yang akan bersiap pulang.
"Jangan sedih, besok kita juga akan bertemu kembali," kata sunny sambil mengusap pipi chubby moona.
Gadis itu dengan berat hati melepaskan kepergian sunny.
"Hati-hati di jalan ya," pesan moona melihat sunny yang sudah menstarter motornya.
"Hmmm... sudah cepat masuk sana," ujar sunny meminta moona untuk masuk ke dalam rumah.
"Aku mau lihat kamu pergi," rengek moona yang tidak mau menuruti apa kata kekasihnya untuk masuk rumah lebih dulu.
"Ayolah sayang, masuk dulu, baru aku akan merasa tenang untuk pergi," ujar Sunny tetap kekeh meminta moona untuk masuk dulu ke dalam rumah.
"Hmm.. baiklah," ujar moona dengan berat hati.
Dia melambaikan tangannya ke arah sunny sebelum dia masuk ke dalam rumahnya. Sunny membalas lambaian tangan moona dan memastikan gadis itu masuk kemudian dia baru meninggalkan rumah moona.
Klakson sunny kepada pak satpam penjaga rumah moona.
"Hati-hati dijalan mas sunny," ucap pak satpam membalas sapaan sunny.
Sunny meninggalkan komplek perumahan moona. Ternyata dia tidak langsung pulang. Melainkan menuju ke toko perhiasan tempat dia memesan sebuah kalung buat moona. Sunny sudah tidak sabar ingin melihat moona memakai kalung yang dia pesan sejak mereka pulang dari pantai. Dia ingin kekasihnya itu memakai kalung darinya. Pasti akan semakin cantik saja.
Setelah melihat hasilnya dan membayar biaya pembuatan kalung tersebut. Sunny pulang dengan perasaan yang begitu bahagia. Dia sudah tidak sabar menunggu hari esok agar bisa memakaikan kalung itu di leher jenjang moona.
Sunny memegangi kalung bermata mutiara tersebut dengan senyum merekah. Dia sudah membayangkan betapa cantik dan bahagianya moona ketika mengetahui kalung dari mutiara yang dia temukan di pantai kala itu sudah jadi.
"Kamu pasti cantik memakainya besok. Aku mencintaimu moona. Aku akan melindungimu dari Sora apapun yang terjadi. Meskipun harus mengorbankan nyawaku sendiri," janji sunny dalam hati.
πΌπΌπΌ
Jam pulang sekolah berbunyi. Moona bergegas menuju ke suatu tempat karena dia mendapatkan pesan memintanya untuk datang ke tempat tersebut. Moona menengok ke kanan dan kiri sebelum menyebrang jalan.
Tidak jauh dari tempat moona berdiri. Tampak seseorang sedang bersiap-siap di dalam mobilnya.
"Aku akan pastikan kalau kamu akan pergi selamanya moona," ujarnya dengan senyum menyeringai.
Dia melihat moona yang sedang menyebrang jalan. Dia sesegera mungkin melajukan mobilnya dengan menekan gas secara penuh.
"Mati kamu Mumun!!!!"
Moona reflek melihat ke arah mobil yang melaju dengan sangat kencang ke arahnya. Moona membelalakkan matanya terkejut. Namun dia seakan membeku di tempatnya.
"Moona awass!!!!!"
Braaaakkkkk!
Jedaaaarrrr
Ciiiiiittttt
"Tidak! Tidak! Tidaaaaakkk!!!"
...----------------...
Bersambung πΌ