
...Selamat datang di novel karya...
...πππ’ππ ππππ¦πβππ/PIMOYαΆ α΅βΏβΏΚΈ πΌ...
...semoga kalian suka ya βΊοΈ....
...Like, Vote, Koment, & klik β₯οΈ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya βοΈ...
...π»ππππ¦ π ππππππ...
.....................
"Besok aku jemput kamu ya, jangan bangun kesiangan," pesan sunny yang akan pamit pulang.
Moona mengantarkan sunny sampai di teras rumahnya.
Cup
Sebuah kecupan mendarat dikening moona. Cukup membuat gadis itu terkejut meski sekarang mulai bisa membiasakan diri dengan sikap kulkas lima belas pintunya itu.
"Aku pulang, assalamualaikum,"pamit sunny yang sudah mengenakan helm dan menyalakan motor sportnya.
"Hati-hati berkendaranya. Kabari kalau sudah sampai rumah ya," pesan moona.
Sunny mengangguk sekilas kemudian melakukan motornya meninggalkan garasi rumah moona.
Ehemmmm
Sebuah deheman membuat moona menoleh. Karena suaranya yang cukup keras dan terdengar ada nada aneh dalam deheman tersebut.
"Ada apa sih ma?" tanya moona yang tau ada yang ingin ditanyakan mamanya.
Dari mana moona tau? hmm.. moona sudah hapal dengan polah sang mama.
"Kalian ada hubungan apa hmmm??" tanya mama Aica dengan tatapan memicing.
"Teman," jawab Moona singkat.
"Yakin cuma teman? bukannya gebetan ya?" colek mama Aica di lengan moona.
"Astaga mama ini deh," moona berusaha menghindar tapi kembali lagi ditahan oleh sang mama.
Mama Aica begitu penasaran. Karena dia sudah dua kali memergoki dua anak muda itu bermesraaan.
"Kok mama tatapannya begitu sih?" tanya moona yang malu karena sang mama terus menatapnya menggoda.
"Kamu ngaku aja deh. Kamu sama sunny pacaran ya. Mama tadi lihat lho kamu di...." mama Aica tidak meneruskan ucapannya. Namun memperagakan kedua tangannya yang menguncup lalu ujung dengan ujungnya di satukan.
"Jujur saja moona," desak mama Aica yang masih saja bersikeras menanyai putrinya.
Moona menghela napas panjangnya. Dia mau menutupi apalagi juga bakalan ketahuan nanti sama mamanya.
"Iya ma, aku pacaran sama sunny," jawab Moona dengan lirih.
Meskipun lirih tetapi mama Aica tetap mendengarkan perkataan Moona.
"Jadi benar kalian pacaran?" tanya mama Aica kembali.
Moona menganggukkan kepalanya pelan. Dia takut kalau mamanya akan menentang hubungan mereka. Akan tetapi sesuatu yang tak terduga terjadi membuat moona kaget.
"Alhamdulillah akhirnya kalian pacaran juga. Ini adalah berita yang menggembirakan dan sudah dinanti-nantikan. Aku akan memberitahukan kabar bahagia ini kepada Anita. Dia pasti sangat senang mendengarnya."
Moona hanya terbengong melihat respon sang mama. Ternyata mamanya bahkan sangat senang dia berpacaran dengan sunny. Moona menghela napas lega. Dia pikir dirinya akan dimarahi karena berpacaran saat masih sekolah. Sama dengan yang pernah terjadi saat dia pacaran dengan Juna dulu. Kali ini justru berbeda. Mamanya tampak begitu bahagia dan juga antusias.
Moona hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah sang mama. Sekarang mama Aica sedang menelpon mama Anita untuk memberitahukan perihal hubungannya dengan sunny.
πΌπΌπΌ
"Assalamualaikum," ucap Juna saat memasuki rumah om dan tantenya.
"Waalaikumsalam," jawab sang Tante yang sudah berada di rumah ternyata.
"Lho Tante sudah pulang?" tanya Juna yang melihat Tante Vania nya sudah pulang dari rumah sakit.
"Iya Jun, soalnya ada keponakan Tante yang akan menginap disini. Dia sementara akan tinggal disini," ucap Tante Vania.
Juna hanya bisa ber-oh ria mendengar ucapan Tante Vania.
"Lalu dimana keponakan Tante itu?" tanya Juna.
"Dia ada dikamar lagi ganti baju. Kamu mandi saja dulu Jun. Kita akan makan malam bersama-sama setelah ini," ujar Vania.
"Baik Tante, aku ke atas dulu," ujar Juna kemudian berjalan ke arah kamarnya di lantai dua.
Ceklek
Juna menoleh saat pintu di kamar sebelah tampak terbuka. Juna melihat wajah keponakan dari tange Vania tersebut.
"Lho? Kamu!"..
...----------------...
Bersambung πΌ