SUNMOON

SUNMOON
SM 21



...Selamat datang di novel karya...


...π‘†π‘žπ‘’π‘Žπ‘‘ π‘ƒπ‘’π‘›π‘¦π‘–β„Žπ‘–π‘Ÿ/PIMOYᢠᡃⁿⁿʸ 🌼...


...semoga kalian suka ya ☺️....


...Like, Vote, Koment, & klik β™₯️ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya ✌️...


...π»π‘Žπ‘π‘π‘¦ π‘…π‘’π‘Žπ‘‘π‘–π‘›π‘”...


......................


"Tidak ma. Aku tidak memiliki hubungan apapun dengan Sora."


"Sudahi rasa bersalahmu itu sunny. Bukan salah kamu sepenuhnya atas apa yang pernah menimpa padanya. Kamu juga tidak merencanakan semua itu terjadi. Kalian memiliki kehidupan sendiri. Cukup kamu menjadikan dia adik bukan terus menjadi posesif kepadamu seperti itu. Dan harus kamu ingat, kamu nantinya akan mempunyai kehidupan sendiri. Bukan hidup dalam bayang-bayang anak itu terus," ucap Nita menasehati putranya.


"Iya ma."


"Kalau sampai mama denger lagi Sora melabrak moona gegara kamu. Jangan salahkan mama, kalau mama temui Sora balik dan memperingatkannya," ancam balik Nita yang geram dengan tingkah polah Sora.


Selama ini bukannya Nita nggak tau dan mendengar apa dan bagaimanapun perasaan Sora kepada putra tunggalnya itu. Akan tetapi selama ini Nita diam karena dia tidak menemukan hal yang keterlaluan dari cewek itu.


Tetapi ini sudah menyangkut tentang Moona, putri dari teman baiknya.


"Ya sudah kamu istirahat saja sana," ujar Nita yang sudah selesai menyidang Sunny.


"Iya ma."


🌼🌼🌼


"Pagi ma...."


"Pagi sayang, ayo sini sarapan kali ini mama buatkan nasi goreng spesial kesukaan kamu," ujar mama Aica menyiapkan peralatan makan buat sang putri.


"Wah enak neh pastinya," kata Moona dengan antusias. Karena dia begitu memfavoritkan nasi goreng buatan mamanya tersebut.


"Oya ngomong-ngomong neh, kamu beneran mau ke sekolah naik taksi?"


Moona mendongakkan kepalanya mendengar pertanyaan sang mama.


"Iya ma, kenapa emangnya?"


"Nggak apa-apa ma, aku cuma males aja debat dengan cewek gila kek gitu," sahut Moona sambil menyendokkan nasi goreng ke dalam mulutnya.


"Jadi gini sayang. Tante nita sebenarnya semalem udah cerita tentang cewek yang katanya nyerang kamu itu. Namanya Sora bukan? kata Nita, anak itu hanya terobsesi saja dengan sunny," ujar Aica menjelaskan.


Siapa tahu hati putrinya akan luluh mendengar ceritanya ini.


"Nah itu dia ma. Aku males meladeni yang modelan kek begituan. Udah aku anak baru, males banget ma buat ribut-ribut. Apalagi cuma buat ngeributin cowok yang modelannya kek sunny. Si beruang kutub, iyuuuuhhhh males," sungut Moona.


"Hussstt! kamu itu ya, gitu-gitu ganteng juga si sunny," sahut Aica.


"Hilihhhh, ganteng doang buat apa ma. Kalau cuma bisa bikin puyeng."


Aica geleng-geleng kepala mendengar ucapan Moona.


"Omongan kamu itu ya, udah kayak tulisan di bak truk aja. Udahlah kamu maka yang kenyang, biar nggak pingsan ntar di sekolah," kata Aica.


"Siap ma, nargornya juga udah masuk perut moona semua, hehehehe," jawab Moona sambil tersenyum nyengir menunjukkan piringnya yang sudah kosong.


Breemmm....


Breemmm....


"Assalamualaikum tante," sapa sunny sambil mematikan mesin motornya. Kemudian menyalimi tangan Aica.


"Waalaikumsalam sunny, lho moonanya baru aja berangkat sekolah," ujar Aica yang memang masih ada di luar pintu gerbang rumahnya.


"Memang moona nggak bilang ke kamu kalau dia mau berangkat naik taksi saja mulai hari ini?" tanya Aica


"Tidak Tan, kalau begitu aku pamit dulu, assalamualaikum."


"Waalaikumsalam, hati-hati di jalan sunny ya. Tetap titip moona selama di sekolah ya nak," pesan Aica kepada sunny sebelum motornya melaju membelah kota.


"Iya Tante."


Aica menghela napasnya setelah melihat punggung sunny yang semakin menjauh.


"Moona... moona, giliran dikejar malah lari, kebiasaan," gerutu Aica sedikit kesal.


TBC 🌼