
...Selamat datang di novel karya...
...πππ’ππ ππππ¦πβππ/PIMOYαΆ α΅βΏβΏΚΈ πΌ...
...semoga kalian suka ya βΊοΈ....
...Like, Vote, Koment, & klik β₯οΈ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya βοΈ...
...π»ππππ¦ π ππππππ...
.....................
"Kamu tumben bisa terlambat begitu sunny, emang ada masalah apa? jangan bilang kalau ini ada hubungannya dengan Mak lampir itu lagi," tutur Kai dengan mata memicing menatap sunny.
"Hmmm."
"Jadi beneran? kenapa lagi dia? drama apalagi yang dia mainkan?" tanya Haruki dengan nada tak suka.
Dua teman sunny ini memang tidak suka dengan kelakuan Sora yang menurutnya penuh drama itu.
"Dia sakit demam," jawab sunny singkat sambil menyedot jus jeruknya.
"Halah, kebanyakan ulah emang gitu jadinya kena balak kan. Salah sendiri suka banget bikin keonaran di sekolah," cerocos Kai dengan bibirnya yang manyun.
"Sudahlah, kalian ini orang sakit bukannya di doain sembuh malah dighibahin," omel sunny.
"Aku nggak sebaik itu buat doain Sora. Aku masih Gedek dengan cakaran dia kemarin itu ya. Lukanya belum sembuh neh," ujar Kai sambil menunjukkan luka di wajahnya bekas cakaran Sora.
"Samaan kai, luka yang membekas itu sulit untuk dilupakan begitu saja," ucap Haruki membela kai.
"Kalian terlalu baperan," kata sunny.
"Bodo amatan lah dikatain baperan," sahut Kai masa bodoh.
"Eh, itu ada bebeb Moona ke sini," kata Haruki menunjuk ke arah geng Moona yang berjalan menuju kantin.
"Wah ada ayank neh, ayaaaaank!" panggil Kai dengan wajah yang cerah. Secerah mentari pagi yang menyinari bumi.
Kai melambaikan tangannya ke arah Moona cs.
"Ngajakin kita gabung ke kelompok mereka mungkin," sahut Hana.
"Ayo gabung aja sama mereka," ajak Kira dengan semangatnya.
Sedangkan moona mendadak berhenti dan menarik lengan kedua sahabatnya.
"Nggak usah deh, males aku cari ribut lagi dengan Sora nantinya. Kalau kita semeja dengan sunny cs," kata Moona mengingatkan teman-temannya.
"Iya juga sih," sahut Hana yang ikut berpikir yang sama dengan moona.
"Halah, sudahlah, lagian nggak ada larangan buat dekat dengan siapa pun. Sunny itu masih single. Kecuali kalau sunny itu suami Sora. barulah kita harus jauhin. Ini hubungan deket aja nggak ada. Sebelum Janur kuning melengkung semua masih bisa ikutan gabung. Lagian nggak cuma dia sendirian. Ada teman-temannya juga noh. Udah yuk, nggak usah dipikir berat," ujar Kira kemudian menarik tangan Moona dan juga Hana.
"Eh, neng moona? sini duduk bareng kita aja neng. Disini bangkunya masih kosong lho," ujar Haruki mempersilakan moona cs untuk ikutan gabung dengan mereka semeja.
"Eh tapi..."
Moona masih merasa nggak enak semeja dengan sunny. Apalagi dia masih ingat dengan kejadian kemarin Sora dirumahnya. Moona merasa canggung setiap melihat sunny.
"Duduklah," ujar sunny menatap ke arah Moona.
"Eh..."moona tentu saja terkejut saat sunny berdiri dan menarik tangan moona untuk duduk di sampingnya.
Keempat orang disana melihat keduanya hanya bisa terbengong kembali. Ada apa? Kenapa? dan bagaimana bisa? pertanyaan itulah yang ada dibenak mereka saat ini.
"Ehheeeemm..."
Kai berdehem untuk mencairkan kebekuan diantara mereka.
"Oke, neng cantik Kira dan Hana silakan duduk juga disini. Kalian mau pesan apa? Biar aku dan Haruki yang akan pesenin," kata Kai mengalihkan perhatian semuanya.
"Eh... kenapa bawa-bawa diriku?" tanya Haruki dengan polosnya.
"Diem lu, cukup iyain aja, biar cepet beres!" ancam Kai kepada Haruki yang mendadak menciut dengan pelototan mata tajam bang Kai π
TBC πΌ