
...Selamat datang di novel karya...
...πππ’ππ ππππ¦πβππ/PIMOYαΆ α΅βΏβΏΚΈ πΌ...
...semoga kalian suka ya βΊοΈ....
...Like, Vote, Koment, & klik β₯οΈ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya βοΈ...
...π»ππππ¦ π ππππππ...
.....................
"Ini benar alamat rumahnya? tapi kenapa kok sepi ya?" Juna melihat ke arah rumah moona yang tampak sepi.
"Cari siapa ya mas?" tanya seorang satpam yang berjaga di rumah mewah tersebut.
Penjaga itu melihat Juna celingak-celinguk melihat ke dalam rumah. Karena tampak mencurigakan maka satpam tersebut bertanya.
"Mau tanya pak? apa benar ini rumahnya moona? saya teman sekolahnya, mau mencari moona nya ada?" tanya Juna dengan sopan.
"Oh, non moona nya belum pulang mas," jawab satpam.
Hah? belum pulang? pergi kemana dia sama si ketua OSIS?
Tanpa terasa Juna merasa geram mendengar berita yang di dapatkannya.
"Kalau begitu saya pamit ya pak. Nanti saja saya kemari," pamit Juna langsung menuju ke motor yang dia kendarai.
Pak satpam itupun mengiyakan ucapan Juna.
Ketika motor Juna baru saja menghilang dari kompleks perumahan moona. Motor yang dikendarai Sunny dan Moona sampai di rumah moona.
Pak satpam yang melihat anak majikannya datang segera membukakan pintu. Sunny melajukan motornya setelah mengucapkan terimakasih kepada penjaga di rumah tersebut.
Moona turun dari motor sunny dan memberikan helm yang dipakainya.
"Kamu nggak masuk dulu?" tanya moona.
Sunny tersenyum mendengar ajakan moona.
Bug
Sebuah pukulan ringan mendarat di lengan sunny. Tidak sakit kok, cuma bikin hati sunny cenat-cenut pengen mengulang lagi peristiwa di pantai. Melihat wajah kekasihnya yang merona dan malu-malu meong seperti itu jadi gemes. Rasa-rasanya sunny pengen gigit tahu nggak sih.
Eits... kok kekasih? memangnya mereka sudah....
Yup, kalian benar, mereka sudah jadian tadi pas dipantai. Setelah ciuman amatiran yang bikin keduanya cukup ngos-ngosan itu. Akhirnya diterima sudah pernyataan cinta sunny kepada Moona.
Sunny sendiri sudah berjanji kepada Moona bahwa urusan Sora akan dia hadapi. Dan dia tidak akan lagi membuat Sora bergantung kepadanya. Dia akan menunjukkan kepada Sora. Bahwa dia harus bisa menerima kenyataan. Bukan berarti sunny akan melepaskan Sora begitu saja. Bukan! Tetapi tetap akan ada batas antara dia dan Sora. Bagaimanapun juga mereka akan menjalani kehidupan masing-masing nantinya.
"Jangan mulai kamu ya, ya sudah pulang sana," ucap Moona mencoba menetralkan degub jantungnya.
Senyuman si kulkas lima belas pintu yang manis itu terus saja tersungging di bibirnya. Astaga. Membahas soal bibir kenapa otak moona jadi teringat kembali akan ciuman mereka tadi di pantai.
Seketika moona menggetok kepalanya sendiri agar dia tidak lagi mengingat hal yang cukup me_sum itu.
"Eh, kenapa kamu sayang," sunny menahan tangan moona yang memukul kepalanya sendiri barusan.
"Heh... eh...tidak apa-apa. Hanya saja otakku agak geser sedikit barusan," jawab Moona mencoba mencari alasan.
Sunny yang mendengar jawaban aneh malah tersenyum.
"Kamu mikirin yang tadi di pantai ya?"
Binggo!
Tebakan sunny yang tepat membuat moona seketika membelalakkan matanya. Wajahnya semakin memerah karena sunny bisa menebak apa yang sedang dia pikirkan. Moona menggigit bibir bawahnya karena merasa gugup ketahuan sunny saat dia berpikir yang macam-macam seperti itu.
"Jangan gigit bibirnya, nanti berdarah," ujar sunny sambil mengusap perlahan bibir merah muda milik moona.
Seketika hati moona berdesir mendapatkan sentuhan dari kekasihnya. Keduanya pun saling bertatapan dan sunny kini sudah merapatkan tubuhnya kembali di depan moona. Dia mengusap pipi moona yang lembut dan mulus.
...----------------...
Bersambung πΌ