SOMPLAK COUPLE

SOMPLAK COUPLE
Tawa bersambut



Aliya baru saja hendak tertidur, ketika bunyi ponselnya mengganggu Aliya. Aliya melirik ke arah suaminya yang terbuat sudah terlelap, sembari memeluk tubuh Aliya.


Aliya sedikit mendorong tubuh suaminya, dan menyambar ponselnya. Melihat siapa penelpon yang menganggu tidurnya. Alisnya menukik tajam, melihat si penelpon.


"Tumben," ujar Aliya. "Halo?" Aliya menjawab dengan malas.


"Malas bener jawabnya?" Ujar seseorang yang ada di seberang sana, "Di sana malam ya?"


"Lah tu tau," Aliya berdecak kesal.


"Iya, ini ada info buat lo, jangan kaget ya."


"Iya cepat gue mau tidur," ujar Aliya malas.


"Ya udah, ga asyik lo, gue kirim pesan aja, besok baru di baca. Sana keloni suami lo yang bucin."


"Aish," Aliya segera meletakkan kembali ponselnya, berbalik memeluk Chandra.


"Siapa yang nelfon malam malam ha? Ganggu istri orang aja," gumam Chandra yang ternyata telah bangun dari tidurnya.


"Tau tuh kakak sepupu Angel, katanya ada yang penting, jadi besok dia kirim pesan aja," jawab Aliya mengusap lembut wajah Chandra.


"Hah? Ngapain dia malam malam gini ngasih info nya?" Chandra seketika terbangun memandang Aliya kesal. "Kamu ga selingkuh kan?"


"Ya ampun bangun gih," ucap Aliya menepuk pipi Chandra.


"Kan cuman jaga jaga," ucap Chandra segera memeluk Aliya. "Lo jangan coba-coba selingkuh, gue kejar pakai golok tu orang."


Aliya terkekeh mendengar ancaman dari Chandra, bukannya takut, namun Aliya justru mengira itu lucu.


"Aduh aduh lucu banget sih lo," Aliya mencubit pipi Chandra.


"Gue serius Al, awas lo. Udah ga usah ketawa, entar di balas sama yang tak kaset mata," kesal Chandra namun Aliya justru semakin tertawa, dan tawanya kali ini lebih keras.


Di tengah tengah tawa Aliya, tiba tiba terdengar suara cekikikan suara, seperti tadi yang di katakan Chandra, bahwa ketawa Aliya di balas dengan sang tak kaset mata.


Seketika bulu kuduk kedua dewasa yang ada di tempat tidur merinding, mereka terkejut mendengar suara cekikikan mbak mbak, yang biasa di panggil Kunti. Chandra segera memeluk Aliya sembari mengusap lembut perut Aliya, sementara Aliya segera masuk ke dalam pelukan Chandra dengan nafas yang memburu.


Tuan Omer segera mengecilkan suara tv-nya, sebelum mengganggu penghuni lainnya, dan mematikannya. Tuan Omer menghela nafas dan kembali berbaring, sembari memeluk sang istri.


"Untung sayang," gumam tuan Omer.


Sementara di samping kamar mereka, kakek Rio, juga tak kalah terkejut. Kakek Rio bukan takut justru ia mengira dirinya hanya bermimpi buruk. Jadi kakek Rio kembali tertidur.


Lain hal nya di kamar maid, yang di beberapa tempat belum tertidur, kini tiba tiba merasa merinding, karena mendengar suara cekikikan tersebut.


Malam ini di lewati oleh beberapa penghuni, dengan keadaan mencekam, Aliya dan Chandra tak bisa tidur, mereka memilih untuk saling berpelukan, sementara tubuh mereka di balut dengan selimut, lampu kamar mereka hidupkan semua. Suasana kamar mereka terang benderang. AC mereka kecilkan, karena kini mereka kepanasan, akibat berpelukan terlalu lama, dan di panggang oleh selimut.


"Kapan paginya sih?" Aliya memandang Chandra, matanya telah sayu, karena menahan kantuk.


"Hust, tidur aja, biar gua yang jaga kalian," ucap Chandra.


"Tapi gue takut, gue pernah liat film horor, tentang anak yang tiba tiba hilang dalam kandungan, gue ga mau, biar ga papa gue begadang aja," ucap Aliya membaut Chandra segera mengecup puncak kepala istrinya.


"Ya sudah, kita duduk aja yuk, ini juga terang semua, biasanya mereka ga akan ganggu kita kalau terang," ucap Chandra merasa sedikit lelah berbaring.


"Tapi peluk," Icar Aliya manja.


"Biasanya lo ga penakut Al," Chandra memandang Aliya dan memeluk tubuh istrinya.


"Biasanya kan gue ga lagi hamil, lah sekarang gue lagi hamil. Mana hamil muda lagi," ucap Aliya. Segera mengambil ponselnya.


"Lo ngapain?" Chandra melihat Aliya mulai membuka sesuatu di ponselnya.


"Mau main, biar ga ngantuk," ucap Aliya segera memainkan permainan di ponselnya.


Lama mereka bermain game di ponselnya, kantuk pun tak bisa mereka lawan. tanpa sengaja mereka terlelap dengan terduduk. Pagi menjelang Aliya masih terlelap di pelukan Chandra. Sementara Chandra terbangun karena keinginan buang hajatnya. Chandra segera membaringkan tubuh Aliya dengan pelan di tempat tidur.


Kemudian berlari ke kamar mandi. Entah karena masih takut, atau karena ingin mengawasi Aliya, Chandra tidak menutup kamar mandinya, dan terus saja memperhatikan Aliya, yang tengah terlelap. Chandra tersenyum melihat Aliya yang tertidur sangat lelap.


Setelah menyelesaikan hajatnya, Chandra kembali ke tempat tidur, dan menyusul Aliya untuk kembali terlelap. "Besok sore panggil pak ustadz lah, buat do'a do'a di rumah ini, terutama di ruangan ini."


Guys jangan lupa like, dan komentar ya. Karena hal itu memberikan semangat kepada othor untuk rajin update, kalau perlu beri dukungan dan vote ya guys