SOMPLAK COUPLE

SOMPLAK COUPLE
Haredang



Seperti pasangan muda mudi lainnya, Chandra dan Aliya tengah berjalan jalan. Mereka akan menonton film bersama, bahkan akan ke salon juga. Namun tanpa mereka sadari sepasang mata terus mengintai mereka, Aliya jelas menyadari hal itu.


Aliya memandang ke arah suaminya, tampak suaminya baik baik saja, ia bahkan terlihat seperti tidak menyadari kehadiran seseorang, atau lebih tepatnya tidak menyadarinya. Aliya menggeleng, memang kewaspadaan suaminya rendah, karena mereka sudah di kawal oleh beberapa bodyguard.


"Makan dulu Al, kasian nanti baby papa kelaparan," Chandra mengusap lembut perut rata istrinya.


Aliya terkekeh, melihat suaminya bertingkah begitu menggemaskan. Bahkan suaminya saat ini tengah membungkukkan badan nya, demi mengusap lembut perut istrinya.


Orang orang yang melihatnya menjadi gemas sendiri. Terlebih pasangan fenomenal yang hingga saat ini menduduki trending topik, terlihat sangat mesra.


Mengenai kehamilan Aliya, mereka sengaja merahasiakan nya, kata orang tua pantang jika belum tiga bulan.


Mereka hari ini memutuskan berjalan jalan santai, tanpa di temani kamera kesayangan Chandra. Karena mereka ingin quality time berdua saja, mengganti masa pacaran mereka yang tak lama.


Chandra membawa Aliya masuk ke dalam salah satu restoran, Aliya tersenyum. Chandra segera berdiri memesankan mereka makanan, sementara Aliya tersenyum sembari mengeluarkan ponselnya. Aliya segera mengambil foto selfie, Dan tersenyum ke arah kamera. Aliya juga memotret Chandra yang tengah tersenyum ke arahnya.


Aliya memilah dan memilih hasil fotonya, salah satu foto ia perbesar, hingga sampai pada meja yang di paling dekat dengan tempat pemesanan makanan, Aliya tersenyum. Ternyata orang itu masih mengikutinya, Aliya jelas tahu maksudnya.


"Dasar wanita lajang, jomblo abadi, berani sekali dia mengikuti kami, apa dia fikir bisa lolos begitu saja. Liat aja lo bakalan kebakaran jenggot melihat kemesraan kami," gumam Aliya, tersenyum ke arah kamera.


Ya, yang mengikuti mereka adalah Fika. Fika tadi tanpa sengaja melihat mobil mereka keluar dari gerbang komplek. Pasalnya kini Fika memilih untuk berada di kompleks sama dengan mereka. Aliya baru tahu itu tadi pagi, saat dirinya ikut ibu mertuanya, nyonya Mona. Untuk membeli sayur keliling komplek.


Saat tengah mengawasi Fika yang tengah mengikuti mereka, pandangan Aliya tertuju kepada sepasang manusia yang berada di salah satu toko mall tersebut. Aliya mengerutkan keningnya, menajamkan pupuknya. Ia ingin memastikan siapa yang ia lihat.


"Kak Nita?" Aliya bergumam, membuat Chandra segera memandang ke arah Aliya.


"Siapa cil?" Chandra memandang Aliya dengan seksama.


"Itu kak Nita, bukan sih Rut?" Aliya menunjuk ke arah orang yang ia maksud.


"Siapa? Ya mana?" Chandra masih mencari cari tentang siapa yang di maksudkan. "Ah iya itu Nita, kok. Dengan siapa dia?" Chandra terperangah.


"Yah, itu pacar kak Nita ya?" Aliya berujar lesu. Seketika ia melupakan persoalan Fika yang ringan mengikuti, atau lebih tepatnya menguntit mereka.


"Kayaknya iya,mesra banget," ucap Chandra tak kalah lesu. "Padahal mau gue jodohin dengan si Haris."


"Nah tu kan mereka cocok," ucap Aliya membenarkan ucapan suaminya.


"Iya walaupun suka bertengkar, kayak kita kemarin kan?" Chandra terkekeh ketika mengingat kelakuan mereka di zaman dahulu kala, ketika mereka masih bertengkar hebat.


"Iya, mereka itu cocok loh," ucap Aliya tersenyum. "Sebelum jalur kuning melengkung kak Nita masih milik bersama."


Aliya terkekeh, kemudian melanjutkan masuk ke dalam bioskop, mereka akan berencana menonton film box office, yang baru saja mengeluarkan film action, dan komedi.


Chandra segera menaikkan kaki Aliya ke atas pahanya, sembari tersenyum senang Chandra mengecup pipi Aliya sekali kali. Sebenarnya fokus Chandra tidak hanya kepada film nya saja, namun juga kepada Aliya. Ia akan mengambil kesempatan untuk mengecup bibir Aliya, jika ada kesempatan.


Aliya hanya terkekeh, menertawai seorang wanita yang tengah memandang kesal ke arah mereka. Aliya bahkan beberapa kali sengaja menyambut panutan bibir Chandra. Dan memiringkan posisinya, agar Fika melihat aktifitas mereka dengan jelas.


^^^Haredang ga tau? haredang lah masa engga. Aliya bersorak gembira di dalam hatinya. ^^^


Chandra yang menyadari fokus Aliya terkadang ke arah lain, membuatnya kesal. Ia fikir Aliya tengah melirik laki laki lain.


"Lo lagi ngeliatin siapa sih? Dari tadi lirik sana terus? Ganteng dia dari gue? Atau gue ga ganteng ya di mata lo?" Chandra bersungut, menekan suaranya.


Aliya terkekeh, kemudian menunjuk dengan dagu ke arah kanan Chandra, dengan berjarak tiga orang. "Tu fans fanatik lo, ngikutin kita kuku dari tadi."


"Siapa?" Chandra justru bingung sendiri.


"Itu, si bibit Abal Abal," kata Fika terkekeh.


"Oh, Biasalah ga ada pacar dia, jadi ngikutin orang lagi pacaran," kata Chandra ikut terkekeh, kemudian mengecup singkat bibir Aliya. "Manis banget, kalau di kamar udah gue garap lo."