
Masih flashback fika
Saat pagi harinya, papa Alex terbangun, dan mendapati tubuh polos Fika di sampingnya, dirinya tersenyum mengira bahwa mereka telah melakukan aktivitas suami istri semalam. Papa Alex segera mengecup puncak kepala Fika, entah kenapa tubuhnya rasanya tidak pegal sama sekali, tak seperti biasanya jika sedang bersama dengan ja Lang di luar sana.
Karena terburu buru papa Alex segera bangun, tak berniat untuk membangunkan istrinya. Papa Alex segera menuju ke kamar mandi, dan membersihkan dirinya. Setelah bersiap siap papa Alex segera ke ruang dengan membawa koper besarnya, dan mendapati Alex tengah makan dengan santainya, di temani dengan kopi hitam kesukaannya.
"Pagi pa, mama baru mana?" Alex tersenyum ketika mengatakan hal tersebut.
"Masih tidur kecapean kayaknya," ucap papa Alex bangga, dirinya bahkan mengira anak tunggalnya itu hanya menggodanya.
"Oh, habis habisan kayaknya tempur semalam," ucap Alex tersenyum. "Papa berapa hari di sana?"
"Mungkin satu minggu," ucap papa Alex tersenyum.
"Oh, maaf pah ga bisa bantu, banyak pekerjaan penting juga di sini," termasuk meniduri istrimu. Lanjut Alex di dalam hati.
"Iya ga papa, papa waktu muda juga gitu, sibuk mulu," ucap papa Alex. "Cari pasangan sana."
"Sudah pa, tinggal nunggu pesaing tersingkir aja kok," ucap Alex tersenyum ke arah papanya.
"Ya sudah semangat sana ya," ucap papa Alex memberi semangat.
"Terimakasih pa."
"Ya sudah kamu jaga mama kamu ya, soalnya papa sudah hampir terlambat."
Papa Alex segera beranjak dan meninggalakan Alex sendirian, Alex tersenyum penuh kemenangan. "Yang lama pa, soalnya mama di sini sama aku terus."
Setelah kepergian papanya, Alex segera meminta para maid untuk menyelesaikan pekerjaan mereka, dan segera pulang. Para maid hanya menurut, mereka segera menyelesaikan pekerjaan dan pulang, tepat setelah Alex menyesap kopinya hingga tandas.
Setelah semua asisten rumah tangga keluarga Alex pulang, dirinya segera mengambil nampan, meletakkan air putih, susu dan dua lembar susu cair di dalam nya. Alex segera ke kamar papanya. Tampaknya Fika masih tertidur pulas, Alex segera membuka selimut Fika, dan tersenyum melihat hasil karyanya semalam.
Alex melihat tubuh po los Fika kembali terpancing dan menyambar kembali buah da da Fika. Fika yang tidurnya merasa terganggu segera membuka matanya, takut jika itu adalah suaminya. Saat Fika membuka matanya, tampak Alex tengah tersenyum manis sembari menyesap buah da da nya.
"Masih lelah?" Alex segera bangkit dari posisinya, dan duduk di tepi ranjang. Fika hanya mengangguk. Alex segera memberikan Fika susu dan roti. Fika segera mendudukkan dirinya, dengan menarik selimut hingga ke dadanya. Alex tersenyum melihat hal tersebut, segera di tariknya selimut tersebut, hingga tergeletak di lantai.
"Ah, Alex apa apaa. sih," Fika mencoba menutupi area sensitifnya dengan bantal. Namun lagi lagi Alex membuangnya.
"Apa?" Alex menyeringai ke arah Fika. "Tak usah malu, semua telah aku lihat semalam, dan bahkan aku rasakan."
"Tapi aku malu," ujar Fika dengan suara kecil.
"Baiklah, kalau kau malu, maka aku akan melakukan hal yang sama," Alex segera membuka seluruh pakaiannya, hingga tubuhnya polos. "Bagaimana imbang bukan? Sekarang makanlah."
Fika dengan wajah yang memerah segera meminum air putihnya. Alex terkekeh, segera mendekati Fika. Bahkan dirinya kini menekuk kaki Fika agar lebih dekat lagi. Dirinya menguap ngusap lembut kaki Fika. Alex bahkan merentangkan kakinya, dengan Fika tepat di hadapannya. Fika melanjutkan makannya, namun tiba tiba Alex melebarkan kakinya, membuat Fika terkejut.
"Lex mau apa?" tanya Fika curiga, matanya tak sengaja tertuju kepada benda yang tampaknya telah mengeras.
"Mau ini," ucap Alex menc umbu buah da da Fika. Fika segera menggigit rotinya, demi menahan ******* memalukan dari bibirnya. h
Alex mengernyit dirinya tak suka kalau Fika diam saja, Alex segera mendorong pelan pusakanya, menuju ketempat favoritnya. Fika tersentak, Alex terlalu tiba tiba. Namun menolak pun tak bisa, karena tampaknya di dalam sana benda itu telah nyaman, dan Fika pun mulai menikmati nya.
"Makan ya makan saja, aku cuman mau begini sebentar," ucap Alex menyesap leher jenjang Fika.
Fika buru buru menghabiskan rotinya, Alex terkekeh melihat tingkah Fika. "Aku akan menunggumu selesai, tapi kalau kau mau sekarang, akan aku kabulkan, Alex segera melilitkan tangannya di pinggang Fika, dan membawanya ke dalam pangkuan.
"Bagaima? Posisi ini sangat enak bukan?" alis tersenyum ke arah Fika. Fika hanya mengangguk dan segera menghabiskan minumannya hingga tandas. Dan akhirnya mereka kembali melakukannya.
Selama satu minggu papa Alex pergi keluar kota, selama itu pula mereka bersenang senang. Hingga akhirnya papa Alex pulang, dan mereka harus melakukannya secara sembunyi sembunyi.
Hanya berselang satu bulan menikah Fika positif hamil, dan bisa di pastikan itu anak Alex. Papa Alex yang tak tahu sangat bersemangat, sementara Alex dengan dalih menjaga kandungan Fika, dirinya dapat lebih banyak menghabiskan waktu berduaan dengan Alex.
Kehamilan Fika yang ketiga bulan, Fika mendapatkan kabar bahwa suaminya kecelakaan dan merenggangkan nyawanya. Fika bersorak senang, begitupun dengan Alex, meski ada sedikit kesedihan di sana. Namun dirinya akan lebih banyak menghabiskan waktu dengan Fika, yang kini menjadi kekasihnya.
Jika masuk ke dalam judul novel mungkin akan menjadi 'Ibu tiriku adalah kekasihku.'
Flashback end.
"Alex kapan datangnya? Aku kira besok pagi," ucap Fika segera menggenggam mengusap lembut tangan Alex.
"Aku merindukan mu, kau tahu? Beberapa hari saja tidak melihat mu, aku mulai merindukan mu," ucap Alex segera membalikkan tubuh Fika.
Alex mengernyit melihat wajah Fika. Beberapa tempat menutupi sedikit wajah cantik Fika. "Muka kamu kenapa hm?"
"Ada yang mengerjai ku," ucap Fika manja.
"Ah, sini cerita pada ku," Alex segera mengangkat Fika dan membawa nya ke dalam kamar.
"Kau tahu bukan Chandra yang menjadi target ku?" Fika mengerucutkan bibirnya.
"Iya lalu?" Alex gemas dan mengecupnya.
"Orang orang di sekitarnya selalu mengerjai ku, hingga seperti ini," ucap Fika bersungut.
"Kenapa sih kamu ngejar dia? Nga cukup aku? Aku ga muasin kamu?" Alex sedikit tak terima, terlebih melihat ibu dari anaknya seperti ini.
"Kamu tahu tujuan ku, tidak ada cinta di sana. Kamu tahu cinta ku hanya untuk mu," ucap Fika mengusap menautkan bibir mereka.
Alex menyambut bibir Fika, dengan tak kalah rakus, Alex segera membaringkan tubuh Fika di tempat tidur, kemudian menindihnya. "I Miss U Honey."
"Miss U to baby," jawab Fika sembari melepas satu persatu kancing yang di kenakan oleh Alex.
"Bisa kau hentikan ini semua? Biar aku yang bekerja untuk mu," ucap Alex menarik pakaian yang dikenakan Fika. "Kita akan ke luar negri, menikah di sana, membuang nama besar papa, dan aku akan melanjutkan tujuanmu."
"Hm akan aku pikirkan, tapi setelah kita saling memuaskan," ucap Fika segera melepaskan gesper dari Alex.
"Kau sangat nakal sayang."
Apa tujuan Fika sebenarnya?