
...Guys tolong budayakan like dan komentar ya, tahukah anda menurut nopidia memberi like dan komentar akan menambah semangat author untuk berkomentar....
Chandra dan Aliya telah di sambut oleh pak Ujang, supir pribadi Chandra, yang menjadi saksi hidup kisah cinta antara kucing dan tikus. Yang menjadi saksi perjalan yang mengetahui tentang seberapa besar kegalauan dan kegelisahan Chandra, ketika kehilangan Aliya.
Pak Ujang segera mempersilahkan kedua nya untuk masuk ke dalam mobil, dan membatu mengangkat koper yang sepertinya bertambah dua, dan beberapa paper bag.
"Pak Ujang apa kabar? Tambah ganteng aja sekarang," puji Aliya, seketika mendapat pelototan dari suaminya. "Tapi suami saya lebih ganteng pak," untung saja Aliya menyadarinya, segera memuji suaminya.
Chandra tersenyum mendengarkannya. Ah dasar, sepertinya kembali dari Korea Chandra membawa virus bucin. Tak bisa mendengarkan istrinya memuji orang lain.
Mereka telah sampai di kediaman Kostak, yang kini juga menjadi kediaman Winata. Sebelum keluar dari dalam mobil, Aliya segera memberikan beberapa paper bag untuk pak Ujang, sebagai oleh oleh dari Korea. "Ini pak oleh oleh dari Korea untuk istri bapak yang lagi hamil sama anak bapak."
"Terimakasih non, ini banyak sekali," kata pak basa basi, namun senangnya luar biasa, rasanya ingin cepat cepat kembali saja ke rumah.
"Habis ini langsung pulang aja pak, soalnya kami mau istirahat dulu, besok baru kerja lagi," kali ini Chandra yang angkat bicara.
Setelah keluar dari dalam mobil, Chandra dan Aliya, akhirnya masuk ke dalam rumah. Chandra menggeret dua buah koper, bersamaan dengan Aliya yang juga menggeret dua buah koper, hasil oleh oleh mereka.
Saat pintu mereka buka. Bummmmm. Tepat di wajah Chandra nyonya Mona meledakkan party pooper. Hingga wajah Chandra di penuhi dengan kertas minyak warna warni, dan beberapa masuk kedalam mulut nya. Aliya yang terkejut dan shock sedikit segera memandang suami nya. Walhasil Aliya tak bisa menahan tawanya. Chandra kesal sendiri, dan melihat ke arah Aliya yang tertawa terbahak-bahak. Chandra tak tahu harus marah dengan siapa.
Ingin marah dengan nyonya Mona takut di kutuk, ingin marah dengan kakek Rio, dan tuan Omer juga takut di kutuk. Ingin marah dengan istri super teganya tapi bukan dia pelakunya. Akhirnya Chandra hanya bisa menghela nafas.
"Selamat datang anak anak mama," kata nyonya Mona heboh, tanpa rasa bersalah di hatinya.
"Selamat datang," ucap yang lain, membuat Aliya dan Chandra tersenyum manis.
"Bagaimana? Kamu udah ngerasa aneh gitu ga?" Nyonya Mona segera bertanya dengan antusias, sama seperti yang lain menanti tanda tanda yang memungkinkan Aliya berbadan dua.
"Tanda apa?" Aliya bingung sendiri menanggapi maksud dari keluarganya.
"Tanda tanda kehadiran di sini?" Nyonya Mona terus memberikan kode kepada Aliya, namun Aliya masih saja bingung maksud dari mertuanya itu.
Chandra yang sejak awal mengerti maksud dari mamanya itu menjadi geram sendiri, istri cantik nya itu terkadang loading lama, terlebih mengenai isyarat ibu ibu komplek. Istrinya itu lebih mengerti mengenai isyarat para prajurit, yang siap untuk menaklukkan lawan.
"Aish kok lo loading sih, itu debay maksud nama," geram Chandra memandang wajah bingung Aliya.
"Debay? Siapa lagi tuh? Jangan jangan ih... Mama jangan bercanda dong," Aliya justru membayangkan dirinya ketempelan hantu Korea, dan namanya debay.
"Bukan makhluk halus Al, lo kalo mikirnya jangan yang abstrak abstrak deh, maksudnya itu kecebong gue udah ada yang nyampe di tempat ga?" jelas Chandra sejelas jelas nya menurut versi Chandra dan Aliya.
Namun berbeda ketiga orang tua itu, justru bingung dan aneh dengan istilah yang di keluarkan Chandra. Bagaiman tidak calon anaknya di bilang kecebong, mirip seperti kodok.
"Ooh, bilang kek dari tadi, jangan pakai bahasa yang aneh aneh dong," kata Aliya mangut mangut mengerti maksud Chandra. "Belum tau lagi, belum kayaknya," jawab Aliya santai.
"Loh emang kakek ga bahagia Al balik?" Aliya yang melihat kesedihan di mata kakek dan mertuanya segera mengeluarkan kata kata tersebut.
"Senang sih, tapi kan kakek juga mau nimang cicit," jelas kakek Rio dengan wajah sendu.
"Tenang aja kek, Al sama Chandra lagi berusaha kok, besok kami mau ke dokter kandungan untuk meminta vitamin penyubur kandungan," kata Aliya asal, agar kakeknya merasa terhibur. Tak tega rasanya melihat kakeknya merasa sedih.
Sementara Chandra terkejut mendengar rencana tiba tiba Aliya, pasalnya mereka kemarin tidak membicarakannya. Ingin protes tapi melihat senyum di wajah kakek Chandra yang tiba tiba mengembang, membuatnya mengerti akan maksud istrinya.
"Iya kek besok siang habis makan siang kami ke dokter kandungan kok," kata Chandra tersenyum ke arah kakek Rio.
......................
Setelah acara temu kangen mereka, dan bagi bagi oleh oleh, akhirnya Chandra dan Aliya segera masuk ke dalam kamar mereka. Aliya masuk ke kamar mandi terlebih dahulu, untuk membersihkan diri. Hanya butuh lima belas menit, akhirnya Aliya selesai membersihkan diri. Aliya kemudian keluar dari kamar mandi, dan melihat Chandra yang tengah menata skincare yang telah di belinya tempo hari.
"Keringan rambut lo, nanti pakai skincare nya samaan aja ya," pinta Chandra membuat Aliya menganggukkan kepalanya. Sementara Chandra segera masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah rambut Aliya benar benar kering, Chandra keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk. Chandra tak berencana untuk mengenakan pakaian dahulu.
Bukan untuk ritual sucinya, tapak kuda kuda. Melainkan untuk mengenakan skincare dan, lip care, dan body care bersama Aliya.
"Lama banget sih lo," kata Aliya segera memberikan boxer untuk Chandra, sementara dirinya tengah mengenakan bi ki ni. Mereka akan melakukan bermacam macam care di kulit mereka.
"Tadi gue bab dulu, baru mandi," kata Chandra segera mengenakan bokser yang diberikan Aliya dengan santai. Toh untuk apa malu, mereka sudah sama sama mengingat setiap jengkal tubuh pasangannya, pikir Chandra dan Aliya, selaku pasangan somplak.
"Oh... ayo mau di sini atau di meja rias?" Aliya memandang Chandra yang telah menanggalkan pakaiannya.
"Hm di lantai aja kali ya biar enak gitu," kata Chandra santai, sembari memandang ke arah meja rias yang terlihat hanya untuk satu orang.
"Ya udah lo siapin gue sapu bentar di sini, sama kaca dua, malas gue rebutan sama lo," kata Aliya segera melangkah kan kakinya menuju pintu untuk mengambil sapu yang terletak di pinggir pintu.
Aliya memang lebih suka membersihkan kamar nya sendiri, karena menurutnya itu adalah area pribadi, yang hanya boleh di masuki oleh orang orang tertentu.
Setelah selesai menghempaskan debu debu ke luar balkon, namun tak sampai di luar balkon, karena Aliya hanya mengenakan bi ki ni, Aliya. Aliya segera duduk di samping Chandra, yang mana telah tertata rapi segala jenis perawatan tubuh muka bibir hingga rambut.
Mereka kemudian saling mengenakan skincare, sembari bercerita santai tentang perjalanan yang baru saja mereka lakukan saya di Korea, pengalaman apa saya yang mereka lalui.
Bagi kalian Chandra itu suami seperti apa sih? Bagikan pendapat kalian di bawah, dengan mengenakan salah satu hastag di bawah. #Suamiidaman #Bukansuamiidaman kyuk komentar.
Ngeliat kolom komentar yang sepi othor cuantek be like. "Aduh guys komen dong, nulis apa kek, promosi kek, kasih no telfon kek, rekening kek, apa kek, yang penting komentar. Othor lelah nulis panjang kali lebar, udah kayak sepak bola aja, eh komentarnya sedikit."
Sedih othor tu, ayo komentar banyak, biar othor jadi seger lagi idenya. Ga macet macet, kayak kalau habis bensin.