
...Guys tolong budayakan like dan komentar ya, tahukah anda menurut nopidia memberi like dan komentar akan menambah semangat author untuk berkomentar....
Sepasang suami istri somplak tersebut tengah duduk lesehan, di kelilingi skincare, body care, dan lip care. Mereka lebih tampak seperti sahabat yang telah membuat janji, untuk saling mempercantik diri. Ah, sangat sejuk di pandang mata. Mereka tampak kompak dalam berbagai hal.
"Eh ingat ga sih pas kita mau ritual suci kemaren?" Aliya tiba tiba membuka bahan gibahan bersama suaminya.
"Yang mana sih?" Chandra tampak bingung, mungkin karena terlalu banyak melakukan ritual suci tapak kuda kuda nya.
"Yang itu loh, malam pas Brayen nelfon," kata Aliya sembari melakukan scrub di area bibir.
"Oh... Brayen kenapa?" Chandra bingung sendiri arah pergibahan istrinya.
"Ck, malam itu kan dia nyariin si Juwita, ingat ga sih," Aliya segera menghentikan aktifitasnya, sama halnya dengan Chandra yang menghentikan proses scrub bibirnya.
"Ah iya, gue lupa. Apa kabar ya sekarang, habis itu dia ada nyariin lagi ga?" Chandra kini nyambung seribu persen dengan arah pergibahan istrinya, yang mana mereka mulai menggibah mantan sekaligus sahabat mereka.
"Ga ada dia nanya lagi, si Juwita liburan atau ngambek, atau gimana ya?" Aliya masih melanjutkan aktifitasnya.
"Tau kayaknya ngambek deh," kata Chandra mem_skrub bibirnya, sembari memandang ke arah cermin.
"Iya kayaknya di ada masalah sama si Brayen. Eh, ini kita bersihin muka dulu kan? Biar maskeran serempak semua," Aliya mengalihkan pandangannya ke arah Chandra.
"Iya, ini pakai susu dulu bersihinnya," Chandra segera memberi susu pembersih muka untuk Aliya. "Jadi terus?" Tampaknya Chandra juga penasaran dengan masalah Juwita dan Brayen.
"Iya soalnya seingat gue ya, Juwita itu biasanya kalau packing bilang, jadi kita ngumpul ngumpul dulu di rumahnya," jawab Aliya santai, mulai mengoleskan susu pembersih wajah.
"Lah mungkin dia ga enak kali, kan dia tau kalau kita lagi bulan madu. Mungkin dia juga ga enak, Angel kan lagi ppl," Chandra mengambil alih susu pembersih wajah tersebut.
"Iya juga ya, tapi apa sih salahnya bilang, atau hubungin dulu, ini tiba tiba dia bilang lagi di bandara mau siap siap liburan," Chandra mulai membersihkan wajahnya dengan kapas khusus pembersih wajah.
"Iya sih bisa aneh gitu ya," Chandra ikut melakukan hal yang sama dengan Aliya.
"Iya mungkin juga karena tiba tiba di kasih jatah cuti kali ya," kini Aliya sudah memberikan ross water ke kapas, dan mengolesinya ke wajah.
"Iya sih," Chandra pun melakukan hal yang sama, dan mulai membersihkan wajahnya.
"Tapi kok tadi Brayen ga nampak ya? Biasanya kalau kita video call dengan mama dia selalu ngintil," Aliya memandang ke arah Chandra yang juga hampir selesai membersihkan wajahnya.
"Iya jangan jangan nyusul kali," kata Chandra membenarkan. "Sekalian bukain buat gue."
Chandra meminta Aliya membukakan masker untuknya juga, ketika melihat Aliya tengah membuka masker wajah, bibir, dan mata untuk nya.
"Iya juga."
Ah, pantas saja Aliya meminta untuk cermin yang berbeda, ternyata setiap aktifitas mereka lakukan semua nyaris bersaman, mungkin agar lebih mudah untuk istirahat.
"Kita sambil baring baring aja deh, nonton film Korea, udah ketinggalan nih gue," Chandra mengajak istrinya untuk menonton film, sembari menunggu masker mereka meresap.
"Ayo ah, seru juga film nya, lucu lucu," kata Aliya menyetujui keinginan suaminya. Atau sekarang Aliya juga ikut menjadi pencinta drama Korea?
"Thailand gue jamin lucunya," kata Aliya tak mau kalah, masalah perfilman dia juga banyak tahu.
"Masa?" Chandra tampaknya sangat penasara.
"Iya coba deh cari ATM error, lucu banget deh seriusan," jelas Aliya menyebutkan salah satu film yang menurutnya lucu.
"Ayo deh, drama koreanya juga masih maraton gue, kali kali ganti dulu," kata Chandra mulai mencari film yang di maksud Aliya. "Loading, kita bikin bumerang dulu yuk."
"Ayo sambil nunggu film di mulai," Aliya segera mengambil ponselnya dan juga milik sang suami.
"Dari gue atau lu?" Chandra bertanya ke arah Aliya.
"Lo aja, pakai hp lo, nanti kirim ke gue."
Akhirnya mereka melakukan boomerang bersama dan menyebarkan nya di kanal sosial media mereka.
"Nah mulai deh ya."
Mereka akhirnya menonton film Thailand dengan Hendra komedi romantis. Ternyata benar kata Aliya di dalam nya banyak hal komedi, sehingga mereka tertawa terpingkal pingkal, sampai sampai mata Chandra kelilipin terkena masker yang masih belum kering.
"Aw aw aw," Chandra segera bangun dan duduk.
"Kenapa lo?" Aliya juga ikut bangun di samping suaminya.
"Mata gue kelilipan cil," Chandra memegang mata kirinya yang perih, terkena cairan masker.
"Sini gue tutupin den, ada ada aja lo, hentikan dulu tu filmnya, ga seru ntar banyak ketinggalan," Aliya segera menghentikan film nya, dan segera meniup mata kanan Chandra.
"Gimana?" Aliya segera melihat ke arah mata suaminya.
"Udah mendingan," ucap Chandra mengibas ngibaskan matanya.
"Biarin aja keluar air mata, biar ga perih lagi. Jangan di kucek entar tambah perih," kata Aliya memberi petuah.
Benar saja setelah beberapa kali air matanya mengalir, ternyata perihnya juga berangsur angsur membaik, dan mereka pun kembali nonton bersama.
Masker mereka kering film masih setengah, akhirnya mereka memutuskan untuk melanjutkan care care rannya, sembari menonton film tersebut. Mereka kini sudah melupakan tentang gosip hangat mengenai kedua sahabatnya, dan berfokus kepada film yang mereka tonton.
Setelah semua selesai mereka segera menghentikan kembali laju filmnya, mereka segera membersihkan kamar mereka terlebih dahulu. Kali ini Chandra yang bertugas untuk menyapu lantai bekas mereka, sedangkan Aliya tugasnya adalah menata kembali skincare, body care, dan lip care di tempatnya. Baru kemudian mereka segera berbaring bersama di tempat tidur, sembari menonton film yang belum habis tadi, dengan berpelukan.
Ya inilah quality time Bagi Aliya dan Chandra, saling berbagi cerita, dan berbagi setiap kesenangan satu sama lain. Terbuka dalam berbagai hal, dan saling merawat diri masing masing, demi menjaga pasangan masing masing, agar hati dan mata tetap tertuju kepada mereka.
Lama film tersebut membuat Aliya tertidur di dalam pelukan suaminya, Chandra yang merasakan Aliya yang telah tertidur terkekeh sendiri. Chandra jelas tahu mungkin putri tidurnya ini kelelahan, walaupun sepanjang perjalanan Aliya tertidur. Tapi tertidur dengan duduk, bukankah tidak nyaman? Dan tempat ternyaman mereka adalah kasur mereka sendiri.
Chandra segera mematikan tv dengan remot, agar tak mengganggu tidur nyaman Aliya, yang menggunakan lengannya sebagai bantalan. Lama kelamaan Chandra merasa sedikit keram di tangannya, yang di jadikan bantalan oleh Aliya. Chandra segera mengangkat kepala Aliya sedikit kemudian menggantinya dengan bantal. Chandra sendiri segera berbaring dan memeluk Aliya, menyusul mimpi indah istrinya, yang mungkin kini telah mendarat dengan empuk, di pulau kapuk.