SOMPLAK COUPLE

SOMPLAK COUPLE
Prank



Chandra dan Aliya saat ini tengah melakukan sesi jawab pertanyaan dari followers dan subscribers mereka. Atau lebih di kenal dengan sesi Q&A atau question and answer. Banyak menanyakan mengenai kehamilan Aliya, yang di sembunyikan. Ada beberapa dari mereka yang menanyakan tentang Aliya yang tak terlalu interaktif di depan kamera, namun jika di sorot secara diam diam maka akan tampak aktif.


"Baiklah pertanyaan selanjutnya," Chandra segera membuka balasan orang yang mengirimi mereka pertanyaan. "Apakah kak Al sudah hamil?"


Mereka berdua tampak bingung menjawabnya, mereka sama sama melirik kemudian mengerutkan alisnya, mereka lebih tampak seperti Upin Ipin dengan rambut lebat.


"Hm do'akan saja yang terbaik," ucap Aliya tak ingin membahas pertanyaan yang lebih lanjut. "Baiklah selanjutnya."


"Kenapa kak Al itu kalau di depan kamera jaim, atau ga banyak tingkah," Chandra terkekeh membacanya, kemudian memandang Aliya tengah menenggelamkan wajahnya di bantal sofa. "Itu karena dia itu pendiam, ga terbiasa di hadapan kamera. Jadi bukan jaim atau ga banyak tingkah, dia itu pemalu, lihat saja Instagram nya, fotonya ga sampai dua puluh, sementara lebih banyak foto pemandangan."


Aliya menggigit bibirnya, ketika menghadap ke kamera, wajahnya sedikit kemerahan. Chandra yang gemes segera mengecup pipi istrinya dan sedikit menggigitnya.


"Tu kan sekali kali muncul, inisiatif, gerak kek apa kek. Kan kalau gini di bilang jaim," Chandra terkekeh, memperbaiki posisi duduknya.


"Ya kan ga terbiasa, Biasanya lebih enak hidup biasa ja, ga di kenal orang," Aliya segera memberikan alasannya. "Lagian gue jelek tau kalau di kamera."


"Kalau aslinya?" Chandra memandang lucu wajah istrinya, terlebih kini aga sedikit bekas kemerahan di pipi istrinya, akibat gigitan Chandra.


"Lebih cantik," ucap Aliya sombong, semakin membuat Chandra terkekeh. "Lagian ini pipi gue curut, merah kan? Lo gigit segala sih, gue laporin ke kak Seto."


"Kak Seto perlindungan anak kutil, lo ada ada aja sih," Chandra segera mencubit pipi istrinya.


"Bukannya sama aja ya?" Aliya menampakkan wajah polosnya.


"Tau ah gelap," ucap Chandra gemas sendiri. Antara polos dan sok polos, istrinya memang jago ber_akting. "Cil kali kali lo kek yang membuat konten, atau apa kek."


"Iya nanti gue buat," kata Aliya menyuapi dirinya sendiri dengan cemilan.


"Nanti nanti, lagian kok lo makan terus sih cil?" Chandra sedikit menarik cemilan Aliya, dan mencicipinya.


Malam harinya, Aliya tampak menunggu seseorang, Chandra hanya diam duduk manis melihatnya, pasalnya Chandra saat ini juga masih asyik mengerjakan pekerjaan kantornya. Tak lama kemudian tukang paket yang mengantar ke rumah mereka datang, Aliya segera menyambar isi tas tersebut. Chandra berfikir itu adalah makanan pesannya Aliya, jadi ia tak terlalu memikirkannya.


Chandra segera berbaring manja di dalam pangkuan Aliya. "Ayo tidur, peluk ya," ucap Chandra segera di turuti Aliya.


"Usap," Aliya segera mengusap kepala suaminya. "Cium," Chandra meminta Aliya mencium bibirnya. "Peluk."


Segala macam kemanjaan di tunjukkan oleh Chandra, bahkan Aliya tampak sangat bersabar menghadapi kemanjaan Chandra, hingga akhirnya bayi besarnya tertidur, dengan nyanyian.


Saat Chandra tertidur Aliya segera bangun dan meraih paper bag, kemudian memakainya, tanpa melepaskan piama tidurnya. Aliya segera memakai baju LED berbentuk tengkorak, kemudian mematikan total lampu kamar mereka sehingga tidak ada cahaya yang masuk.


Aliya segera menghidupkan baju lampu motif tengkorak nya, kemudian menarik selimut yang Chandra kenakan, sontak saja Chandra kaget dan terbangun.


Chandra panik bukan main, ia seperti berada di dunia mimpi, Chandra segera mencari Aliya, namun ia tak menemukannya di tempat tidur, Chandra mulai panik, dan berteriak meminta pertolongan.


"A... cil lo di mana? Cill, cepat cil, tolong gue," Chandra berteriak-teriak panik melihat ke arah lampu, yang menyamar seolah menjadi tengkorak hidup.


"Cil, lo di mana sih? Kutil,"


Pintu tiba tiba terbuka menampakkan wajah kaget nyonya Mona, tuan Omer dan kakek Rio, serta beberapa asisten rumah tangga lainnya.


Seketika lampu hidup, dan menampakkan Aliya yang tengah berdiri menghadap ke arah Chandra, sementara Chandra yang kini berada di atas sandaran tempat tidur, tengah memeluk selimut, dengan matanya terpejam.


Aliya terkekeh geli melihat tingkah suaminya, sementara semua orang segera keluar dari kamar tersebut, pusing melihat tingkah somplak sepasang suami istri tersebut.


"Prank," kata Aliya, sembari melepas baju LED tengkorak tersebut.


"Ngapain sih pakai gitu segala, gue kan kaget," Chandra mendengus kesal, sembari turun dari sandaran tempat tidur.


"Lah lo yang nyuruh gue buat konten, jadi gue buat prank, biar berasa kayak YouTube bersar gitu, yang suka nge_prank," ucap Aliya terkekeh geli, terlebih melihat ekspresi suaminya yang ketakutan.


"Tau ah, gue hukum lo," Chandra melirik ke sekeliling mencari kamera, ia tak ingin kecolongan lagi. Chandra meraih kamera tersebut dan mematikannya. "Lo kan udah nge_prank gua jadi malam ini gue minta jatah."