Sinar Cinta Ramadhan

Sinar Cinta Ramadhan
Jack Sang Detektif



Alhamdulilah ya Reader terlove otor, akhirnya otor bisa lanjutin novel ini, mohon maaf lama menunda.πŸ™πŸ™πŸ™


Selamat membaca kembali.


🌻🌻🌻


"Hallo, gimana Jack? Kamu sudah dapat semua informasinya?" tanya Aditama dengan rasa penasaran yang semakin besar di benaknya.


"Sudah, Tuan. Saya akan kirim semua buktinya pada Tuan," jawab Jack dengan yakin. Jack adalah laki-laki yang disewa khusus oleh Aditama untuk menyelidiki masalahnya saat ini. Dia adalah detektif ternama dan informasi yang dia berikan selalu akurat dan terpercaya.


"Bagus. Segera kirimkan sekarang juga," titahnya dan langsung memutuskan sabungan telepon tersebut.


Dijatuhkannya tubuh lelah yang seharian tak berhenti beraktivitas itu, ke kursi teras yang di desain indah dan nyaman untuk bersantai kapan saja dia mau. Kali ini rasanya sesak menyelimuti dirinya dengan beban kantor yang tak henti menerjang di tambah masalah rumah tangga putra putrinya yang baru saja dimulai.


Aditama menghela napas panjang dan membuangnya perlahan, mencoba menenangkan pikirannya yang semeraut. Tak lama sebuah pesan masuk padanya. Wajahnya terlihat kesal dengan tangan yang mengepal setelah melihat semua bukti yang dikirm Jack.


"Kurang ajar dia benar-benar ular. Dia biang keladi dari semua masalah perusahaanku dan juga masalah rumah tangga anak-anakku. Ini tidak bisa dibiarkan!" Aditama geram dengan tangan yang semakin mengepal kuat.


"Nesa harus tahu ini." Kemudian Aditama bangkit dari duduknya dan kembali menghampiri keluarganya yang masih berkumpul disana, ia mencoba mengontrol emosinya terlebih dahulu agar tidak membuat khawatir semua orang.


"Ira, bawa Laila ke kamarnya, biarkan dia istirahat. Nesa kita harus bicara di ruang kerja, dan kamu Laila, kamu jangan khawatir semua masalah pasti ada solusinya, termasuk masalah rumah tanggamu!" ucap Aditama terdengar tegas.


Laila mengusap air matanya dan mengangguk kecil. Kemudian membalikan badan melangkah meninggalkan tempat itu, dengan di bimbing oleh Ira.


"Ada apa Mas?" tanya Nesa penasaran setelah Laila dan Ira berlalu.


"Ayo, kita bicara di dalam!" Ajak Aditama seraya melangkah ke ruang kerjanya. Nesa mengikuti dari belakang.


"Cepat katakan!" Nesa duduk di sofa dan tak sabar ingin mendengar apa yang ingin dikatakan Aditama.


"Lihatlah semua ini!" Aditama memberikan ponselnya pada Nesa, memperlihatkan semua bukti yang dikirim oleh Jack.


"Siapa mereka ini?" tanya Nesa dengan menunjuk foto di layar ponsel Aditama.


"Merekalah penyebab masalah perusahaan yang selama ini kita rahasiakan dari Rama dan Laila," jawab Aditama.


"Apa semua ini?" Nesa terkejut membulatkan mata setelah melihat semuanya satu persatu, beserta Video yang memperjelas semua masalahnya selama ini.


"Ya, mereka juga yang sedang berusaha menghancurkan rumah tangga anak-anak kita," jawab Aditama.


"Kita harus beritahu Laila." Nesa bangkit dari duduknya bermaksud untuk menemuai Laila.


"Tidak!" Aditama mencegahnya.


"Kenapa, Mas?" Nesa merasa heran.


"Baiklah," jawab Nesa lalu menekan panggilan pada menantu yang juga bersatatus sebagai anaknya sambungnya itu.


Rama yang masih setia menanti Laila dengan setia di parkiran rumah sakit dikejutkan dengan panggilan sang ibu mertua.


"Bu Nesa," gumamnya.


Rama segera menggeser tombol hijau di layar ponselnya, menganggkat panggilan tersebut.


"Assalamualikum, Bu," sapa Rama.


"Waalaikum salam," jawab Nesa.


"Kamu dimana?" tanya Nesa dengan mengerutkan keningnya karena mendengar kebisingan kendaraan melintas di saluran teleponnya.


"Saya di rumah sakit, Bu. Sedang menunggu Laila pulang," jawab Rama jujur.


"Laila tidak ada di rumah sakit, dia ada di sini," ucap Nesa dengan lembut.


"Laila di sana? Sejak kapan?" Rama terkejut.


"Sekitar tiga puluh menit yang lalu, dia sudah menceritakan semua masalah kalian," ucap Nesa.


"Akan tetapi, apa yang dilihat Laila bukan hal yang sebenarnya, Bu. Rama berani sumpah," tutur Rama dengan lesu.


"Ibu percaya padamu, Ram. Kemarilah, ayahmu ingin bicara padamu!" pinta Nesa.


"Baik, Bu. Saya segera kesana. Assalamualaikum." Rama menutup sambungan teleponnya.


Dengan segera dia menyalakan mesin motor dan mebelokannya ke arah jalan. Namun, tanpa di duga dia mendengar percakapan dua orang suster yang yang hendak pulang melintas di depannya dan tiba-tiba berhenti di depan Rama.


"Gue gak nyangka deh, Dokter Laila sama Dokter Ferdi menjalin hubungan, padahal Dokter Laila sudah punya suami," ucap salah seorang suster itu.


Deg!


Rama terkejut mendengar nama yang mereka sebutkan, ia pun mengurungkan diri melajukan motornya, penasaran dengan apa yang akan di ucapkan kedua suster itu lagi.


"Iya bener, gue pernah mergoki dia lagi ciuman di ruangannya sama Dokter Ferdi," ucap salah seorang lagi dengan penuh keyakinan.


Seketika Rama membulatkan matanya, ia benar-benar dibuat terkejut kembali oleh perkataan wanita ini.


bersambung ....


terimakasih sudah berkenan membaca karya otor kembaliπŸ™πŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺ😍😍😍