SHOW ME

SHOW ME
Anak-anak



4 tahun berlalu


Jessy dan Alicia tertawa pelan, mereka asik dengan perbincangan mengenai nostalgia mereka.


Sedikit tak menyangka waktu begitu cepat berlalu, disana, Carl dan Valerie tengah bermain mandi bola berwarna warni yang memang sengaja Jessy buat dihalaman rumahnya. Sedangkan Kenrich, ia sudah besar sendirian, anak laki-laki itu berumur 7 tahun, tengah bermain bola basket dengan kedua pria bersifat anak-anak itu. Justin dan Richard bermain bola basket kecil dengan Kenrich, ring bola pun hanya setinggi kepala Justin. Anak itu tertawa saat beberapa kali bolanya berhasil ia bawa sendiri dan memasukannya pada ring.


"Ini terlalu mudah, bagaimana jika kita bermain basket asli?" Tantang Justin. Ia terlalu ragu-ragu bermain basket yang dikhususkan untuk anak kecil itu, membuat Richard menggelengkan kepalanya.


"Bola begini saja uncle tak memenangkan poin. Bagaimana bisa bola basket yang asli." Jawab Kenrich membuat Richard tertawa kencang.


"Ken! Tidak boleh berbicara seperti itu." Ujar Alicia dari gazebo.


"Hey. Jangan meremehkan aku anak kecil. Kau belum tau aku ini seorang atlet bola basket." Kenrich langsung menatap ayahnya saat mendengar ucapan Justin.


"Tidak sayang, uncle berbohong." Jawab Richard membuat Justin mendengus pada kedua laki-laki menyebalkan dihadapannya.


Valerie turun keluar dari kolam bola itu dengan lincah. Ia mendekati ayahnya untuk ikut bermain dengan Kenrich, meninggalkan Carl sendirian didalam kolam plastik berisikan banyak bola.


"Daddy! Aku ingin bermain bola itu juga." Valerie menunjuk bola berbahan karet yang dipegang Kenrich.


"Ini permainan anak laki-laki Val. Bermain lagi bersama Carl di bola-bola kecil itu." Jawab Kenrich.


"Itu bola milik ku." Balas Valerie tak ingin kalah.


Suara tangisan Carl yang hanya bermain sendiri mulai terdengar. Membuat Richard dengan sigap berjalan mengambil Carl dan menggendongnya.


"Aku bosan bermain disana Dad. Aku ingin main ini." Rengek Valerie. Justin melirik Kenrich yang tak kunjung memberikan bola itu.


"Baiklah. Aku menerima tantangan itu." Ken mulai memainkan bola basket kecil itu dengan semangat, mengiring bola menuju ring dan memasukannya. Saat ia kembali hendak membawa bola, Justin terlebih dahulu yang mengambil dan melemparkan dengan lembut pada Valerie.


"Ayo sayang masukkan." Valerie membawa basket itu sambil berjalan pelan. Menegakan tubuhnya dan berjinjin sedikit sambil melemparkan dengan lemah bola itu. Ring yang diubah terlalu tinggi untuk Kenrich tadi membuat Valerie kesal, itu terlalu jauh.


"Kau harus melompat Valerie." Ujar Kenrich menertawai.


"Ayo sayang, aku akan membuat mu bisa." Justin memberikan kembali. Valeri menerima dan bersiap. Justin menggendong tubuh belakang Valerie menuju ring. Membuat Valerie dengan mudah melempar kecil kedalam ring dan berseru senang.


"Ayo sayang, masukan lagi." Justin kembali menggendong tubuh kecil Valerie, membuat Valerie kembali memasukan basket itu. Ken hanya menatap keduanya malas. Justin memberikan bola pada Ken agar bermain kembali.


"Sudahlah. Aku malas jika bermain seperti ini." Justin tertawa kencang melihat anak Richard yang akhirnya kesal.


Jessy digazebo hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Justin diantara anak-anak itu. Sifat tengilnya tak pernah berubah, bahkan semakin menyebalkan.


"Sayang. Bawa anak-anak kemari. Kita akan makan siang."


Kenrich yang mendengar itu membalikan tubuhnya. Ia mencari Mom Daddy dan Carl yang tidak ada di gazebo. "Kemana keluarga ku?" Pekik Kenrich bingung.


"Keluarga mu sudah pulang. Jadi kau akan tinggal disini bersama ku." Justin bersuara menakut-nakuti sambil menggendong Valerie, ia hendak menuntun tangan Kenrich, namun Kenrich menolaknya.


"Lebih baik aku kabur dan menelfon nenek ku untuk menjemput." Justin lagi-lagi tertawa puas dengan tingkah sombong anak laki-laki berumur 7 tahun itu. Membuat Jessy ikut tertawa kecil dan lagi-lagi menggelengkan nya. Kenrich benar-benar ketus seperti Richard. Entah bagaimana nanti saat anak itu besar. Wajahnya yang tampan itu akan menjadi pangeran dingin.


......~ END ~......