SHOW ME

SHOW ME
Acara pernikahan



Kini selama diperjalanan Justin yang menampilkan wajah kesal. Ia harus segera mengambil ponselnya.


Wanita disebelahnya mengesalkan. Ia ternyata mengunci kamarnya, membuat Justin harus mandi dikamar mandi bawah dan memakai jas mahal ini tanpa dibantu Jessy. Jas dan kopernya ada di ruangan praktik Jessy. Setelah Justin selesai, ternyata wanita itu masih belum selesai juga, ia berteriak sedang make up dan masih mengunci kamarnya. Membuat Justin menjadi Luntang lantung mencari kegiatan tanpa ponsel.


"Kau masih marah?" Tanya Jessy pelan. Selama diperjalanan Justin diam, biasanya pria itu banyak bicara dan menyebalkan.


"Hemm." Gumam Justin. Ia fokus pada jalanan didepan.


"Kita hanya telat satu jam setelah pemberkatan. Bukankah seperti itu kebanyak tamu yang datang?"


"Hemm." Lagi-lagi Justin hanya bergumam. Apa Jessy tidak merasa bersalah? Ia dandan terlalu lama.


"Ah, kau seperti wanita saja." Gerutu Jessy. Ia membuka kaca diatas mobil, melihat kembali riasan wajahnya.


"Setidaknya dari dandan ku yang lama aku menghasilkan wajah yang cantik."


Justin mengerutkan keningnya, ia melirik Jessy dan membuang nafas melalui mulut sambil berkata 'hah' entah mengejek atau mendengus.


"Aku baru tau kau memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi."


"Aku juga baru tau ternyata kau itu pemarah. Kau biasanya yang menyebalkan. Setidaknya itulah rasanya kesal." Ejek Jessy.


"Jadi apa yang membuat mu kesal?"


"Kau belum juga sadar? Kau terlalu lama didalam kamar sendirian, tidak memberikan ku ponsel atau makanan. Aku sangat kesal menunggu seperti itu." Jessy menghela nafasnya. Padahal didapur ia memiliki banyak Frozen food. Tidak bisakah Justin menggorengnya sendiri?.


_


Sesampainya diacara Alicia. Ternyata beberapa mobil mewah sudah terparkir, acarapun sepertinya sudah mulai ramai.


Mekera berjalan menuju Alicia dan Richard yang sedang menyambut tamu lain.


"Hai cantik." Mata Jessy langsung menajam, ia melirik Justin yang sedang tersenyum pada wanita lain. Wanita itu hanya tertawa kecil dan pergi begitu saja.


"Beraninya kau memuji wanita lain?!" Geram Jessy. Pada Justin yang sedang mengekor dibelakangnya.


"Dia memang cantik, dan aku sedang memuji kecantikan nya." Jawab Justin polos.


"Apa aku salah?"


"Kau ingin mempermalukan ku? Kau datang bersama ku dan memuji wanita lain? Kau ingin merendahkan ku?"


Justin tersenyum miring, ia memasukan kedua tangannya disaku celana.


"Aku kira aku datang sendirian. Disamping ku tidak ada wanita, dan tidak ada yang memeluk tangan ku juga. Lihatlah mereka semua." Jessy melihat beberapa orang yang Justin tunjuk, semua yang datang bersama pasangannya saling bergandengan tangan dan menautkan tengan mereka.


"Kau berjalan terlebih dahulu, dan aku hanya seperti bodyguard yang sedang menemani mu, mengikuti mu dari belakang."


Jessy berdecak. Jadi lagi-lagi ini salahnya?.


"Jadi apa yang kau inginkan?" Tanya Jessy ketus. Justin melihat tangannya di pinggang.


"Masukan tangan mu kesini. Kau tidak ingin aku diambil wanita lain bukan?" Goda Justin. Bodohnya Jessy hanya menurut sambil memasang wajah malas.


"Bukan wanita lain yang mengambil mu. Tapi kau yang menggoda mereka untuk mengambil mu."


"Kau cerdas." Entah kenapa tiba-tiba wajahnya terasa memanas saat Justin mengelus kepala. Ia tau pria ini hanya bercanda, tapi itu cukup membuat Jessy malu dan menahan senyumnya.


"Mereka akan syok jika melihat kita datang bersama." Gumam Jessy.


"Ya. Aku berani bertaruh mereka tidak akan percaya."


Benar saja, baru beberapa langkah lagi mereka sampai dihadapan pengantin itu, suara Richard sudah menyambut kedatangan mereka.


"Wah, siapa ini?" Tanya Richard sedikit terkejut. Alicia pun tak kalah terkejutnya. Justin dan Jessy datang bersamaan.


"Alicia! Selamat ya." Jessy mendekatkan pipinya dengan Alicia, memeluk Alicia yang terlihat begitu cantik. Sedangkan Justin dan Richard hanya saling acuh dan hanya berdiri berhadap-hadapan.


"Kau benar-benar mendapatkan nya?" Tanya Richard.


"Ini semua gara-gara kau. Aku jadi terjebak dengan wanita gila ini." Apa? Darah Jessy seketika bergejolak. Dengan tatapan yang seakan ingin membunuh, Jessy menyenggol bahu Justin keras, lihat saja nanti.


"Wanita cantik ini, maksud ku." Ralat Justin langsung. Ia tak sepenuhnya benar mengatakan itu, ia hanya ingin mencairkan suasana.


"Kalian berpacaran?" Tanya Alicia bingung.


"Tidak!" Jawab keduanya serempak.


"Tapi dia kurang aja. Dan dengan berat hati aku memberikan ini." Jessy menarik mengeluarkan kertas hitam yang didalamnya sebuah akrilik yang mengukirkan undangan pernikahan mereka. Alicia mengambil kertas yang di sodorkan Jessy. Ia menutup mulutnya seketika, Richard yang penasaran ikut melihatnya. Undangan pernikahan.


"Waw. Ternyata kau seserius itu?" Pekik Richard tak menyangka membuat Justin mencibir.


"Dia menjebak ku dan ayah ku yang pencinta wanita cantik itu terbodohi oleh wanita ini." Bisik Justin, ia ingin meluapkan kekesalannya.


"Apa yang kau katakan?" Tanya Jessy tajam. Ia pasti membisikan yang tidak-tidak pada Richard.


"Aku mengatakan kau sudah merusak masa depan ku." Ejek Justin.


"Kau yang sudah merusak masa depan ku!" Protes Jessy.


"Apa? Kau hanya membuktikan lewat CCTV tidak jelas itu? Kau jelas-jelas menjebak ku! Baru kali ini ada seorang wanita yang begitu menginginkan itu sampai segininya."


"Apa?! CCTV itu sudah jelas membuktikan kalau kau memberiku obat tidur!"


"Sudah, dilanjutkan nanti saja perdebatannya. Kalian berkeliling lah dan coba hidangan yang kita sediakan, semoga bisa menurunkan emosi kalian." Lerai Alicia yang merasa canggung melihat pasangan yang akan menikah seperti ini.


"Ah, maaf kan aku Alicia. Emosi ku selalu naik jika didekatnya."


"Me too." Ejek Justin. Richard hanya menahan tawa melihat pemandangan seru ini. Tom & Jerry dalam dunia asli.


"Lihat lah anak dan menantu ku bagaikan pasangan yang sempurna bukan?" Tawa Richard langsung reda, mama nya datang bagai pemandu wisata bersama teman-temannya yang memotret mereka.


"Alicia. Aku kesana dulu ya." Ujar Jessy dan Justin mengangguk, mereka tidak enak jika mama Richard ada diantara mereka.


"Ya, nikmatilah acaranya. Ah aku masih tidak percaya kau dengan Justin." Kikik Alicia.


___


Thank you


DHEA


Instagram: Dheanvta