SHOW ME

SHOW ME
Teka-teki



Guys, aku mau ngejelasin dulu ya.. karena banyak yang nunggu pernikahan 2J.


Jadi gini, novel ini tuh bakalan ceritain kisah percintaan 2J sebelum nikah. Jadi sebelum pernikahan bakal ada konflik gitu, sedikit bocoran (nanti Jessy kabur dan ga mau nikah sama Justin karena salah paham). Nah pas mendekati ending mereka nikah, jadi mereka udah saling cinta tapi tetep ada humornya. Terus aku juga bikin Jessy susah hamil, 2 tahun baru hamil.


Nah buat novel selanjutnya aku bikin tentang anak Alicia Richard sama anak 2J. Kan lucu aja gituuu, anak Alicia cowok dingin, kaya, susah dideketin. Terus anaknya Jessy cewek, cerewet, galak terus petakilan.


••• HAPPY READING •••


Enam lembar foto. Menampilkan gambar mengerikan tanpa sensor. Beberapa teka-teki yang belum terpecahkan.


"Ini foto koban pembunuh 2 Minggu yang lalu, Sarah. Wanita ini selalu datang ke klub malam setiap Sabtu malam bersama teman-temannya. Namun, saat itu ia dalam keadaan depresi ditinggalkan kekasihnya menikah, teman-teman yang mengajaknya pulang pun tidak Sarah hiraukan. Keesokan harinya mereka mendapatkan kabar jika Sarah sudah meninggal dunia didalam kamar, Sarah mengakhiri hidupnya dengan cara memotong setengah pergelangan tangannya." Justin mengerutkan keningnya.


"Tapi tidak sampai disitu. Keluarga nya tidak percaya jika Sarah sedepresi itu dan memutuskan untuk bunuh diri. Pemakaman Sarah pun dibongkar kembali dan melakukan otopsi." Jelas Devan.


Justin mengangguk pelan.


"Ya. Bagaimana seseorang bisa menyayat tangannya sendiri semengerikan itu. Lima puluh persen hendak memotong tangannya sendiri. Apalagi seorang wanita." Komentar Justin.


Kini Sara mengambil salah satu dari foto itu dan mengetuknya pelan.


"Yang menjadi teka-teki disini adalah lambang ini. Luka bakar berbentuk bintang."


"Ya, aku juga curiga jika ini adalah logam yang dipanaskan dan langsung ditempelkan pada kulit." Tambah Devan.


"Benar-benar bajingan! Apa yang membuat kedua korban ini diduga dibunuh oleh orang yang sama?" Tanya Justin.


"Korban yang baru meninggal beberapa hari yang lalu juga memiliki luka bakar bintang ini. Dan dari hasil otopsi, mereka menemukan zat didalam tubuh Sarah. Obat tidur dengan dosis tinggi dan zat psikedelik." Ujar Devan.


"Psikedelik?" Ulang Justin. Terasa asing.


"Kau bisa menanyakan lebih jelas pada seorang psikolog atau psikiater. Jenis Psikedelik yang pelaku ini gunakan adalah LSD. Zat ini biasanya digunakan untuk pasien sakit jiwa pada tahun 1940-1960an. Yang aku tahu zat ini sangat berbahaya dan banyak menimbulkan masalah." Justin terdiam. Pikirannya menjadi tertuju pada Jessy, Jessy pasti tahu apa kandungan zat itu.


"Malam ini kita kembali ke klub. Sebentar lagi parfum yang pria itu kenakan akan dibawa kemari, kita harus mencium baik-baik dan menghafalnya. Curigai semua yang memakai parfum itu, warna rambut dan perkiraan tinggi badan yang kita curigai." Kini Sara yang berbica.


"Ingat kan juga dia agar jangan menyentuh minuman sialan itu." Ujar Sara ketus, ia berdiri dan berjalan keluar dari ruangan. Pikiran kembali pada malam kemarin, Justin mabuk dan membuatnya kebingungan membawa orang mabuk.


-Flashback-


"Aku sudah bilang dia tidak akan kemari." Justin meneguk minuman yang ada di gelas kecilnya. Sara yang juga kesal karena hanya duduk beberapa jam dikursi ini meneguk minuman dihadapannya. Rasa pahit ditenggorokan membuat Sara menutup matanya pelan, perutnya menghangat saat minuman itu sudah melewati tenggorokan.


"Hei, sudah, satu saja." Pekik Sara saat melihat Justin kembali meminum cairan bening itu 3 gelas.


"Aku tidak akan mabuk hanya karena minuman, Sara."


"Kada alkoholnya tinggi. Sudah cukup, kita awasi lagi pria-pria yang ada disini." Ucapan Sara tak Justin hiraukan. Justin kembali memesan pada Bartender.


"Ini terakhir sebelum masa lajang ku berakhir." Sara mengerutkan keningnya. Apa yang Justin ucapkan? Apakah pria itu sudah mabuk di gelas ke-6?.


"Kau mabuk?" Tanya Sara mulai sedikit was-was. Mereka hanya berdua dan jangan sampai Justin melakukan hal-hal aneh dan membuat kekacauan.


"Tidak. Aku hanya bosan. Aku akan bergabung bersama wanita-wanita cantik disana." Justin menunjuk kearah orang-orang yang tengah berkumpul, menari dan tertawa disana.


Belum sempat Sara melarangnya, Justin sudah berjalan dan bergabung menari bersama dengan yang lainnya.


__


Thank you


DHEA


Instagram: Dheanvta