
Tak terasa, 7 bulan sudah mereka menikah. Namun hingga saat ini Jessy belum menunjukkan tanda-tanda kehamilan.
"Kita akan membawa apa?" Tanya Jessy, membalikan tubuhnya menghadap Justin yang tengah berkutat dengan dasi merahnya. Jessy menyingkirkan tangan Justin, ia mulai memakaikan dasi Justin dengan santai dan rapi.
"Buah?" Tanya Justin. Jessy melihat dasi yang sudah rapi itu sekilas, lalu menatap Justin yang sama bingung nya dengan Jessy. Pagi sekali mereka mendapatkan kabar Alicia melahirkan.
"Buah saja?" Tanya Jessy memastikan. Justin menangkap wajah Jessy yang tampak pusing. Mengecup pelan hidung dan bibir Jessy.
"Kita bisa memberikan hadiah nanti, yang paling penting saat ini kita datang terlebih dahulu, sayang." Jessy tersenyum malu-malu sambil menganggukan kepalanya. Mereka mulai berjalan keluar kamar dan menuju mobil.
Selama perjalanan mereka duduk dengan nyaman, perjalanan kali ini mereka memakai supir, membuat keduanya bisa mengobrol dengan santai sambil berpegangan tangan.
Sesampainya dirumah sakit, mereka langsung kekamar Alicia, disana sudah ada beberapa orang.
"Selamat pagi semua." Justin menyapa saat mereka masuk. Bertukar senyum dengan semua yang ada disana.
Jessy tersenyum dan menahan keharuannya, melihat tubuh mungil yang sedang tertidur diatas dada Alicia. Ia senang menyaksikan lahirnya malaikat kecil, bertambah nya anggota keluarga yang baru dalam ke keluarga Alvaron.
"Oh lihat lah. Ia akan tampan seperti Richard." Puji Agatha. Mama Richard.
"Mata nya mungkin akan indah seperti Alicia." Puji Sophia tak ingin kalah, membuat semuanya tertawa. Jessy menyandarkan kepalanya pada bahu Justin, bayi itu benar-benar menggemaskan.
"Kita akan memiliki nya nanti." Bisik Justin pelan, membuat Jessy tertawa.
Sedangkan Felly, kini ia sudah menikah dan usia kandungannya masuk 3 bulan.
"Feeling ku benar-benar kuat. Baru siang tadi aku memberikan kado untuk mu." Ujar Felly.
"Ya. Bagaimana kau tau itu? Mengagumkan." Ujar Richard.
Terdengar suara pintu terbuka, membuat ruangan ini semakin penuh. David dan Barbara masuk dengan sekeranjang buah ditangan David.
"Astaga aku benar-benar terkejut mendengar kelahiran ini. Selamat Rich, akhirnya kau menjadi seorang ayah." David memeluk Richard dengan erat, menepuk punggung Richard dengan kencang. Sedangkan Barbara mengucapkan selamat pada Alicia dengan lembut.
"Siapa nama si kecil tampan ini?" Ya ini adalah pertanyaan yang paling ditunggu.
Alicia dan Richard saling bertukar senyum. Richard berdehem dan memulai pengumuman.
"Kenrich Alvaron." Ujar Richard.
"Kami berharap ia akan tumbuh besar menjadi pemimpin yang bijaksana nantinya." Jelas Alicia.
"Aku akan memanggil nya Ken!" Pekik Jessy. Ia jatuh cinta pada bayi kecil itu.
"Jika kau memanggil nya Rich, ayahnya yang akan menengok." Sahut Justin membuat Jessy memajukan bibirnya, ia cemberut karena menjadi bahan ketawaan disini.
"Jangan memalukan aku sayang." Bisik Jessy pelan. Justin hanya semakin tertawa lalu mengelus telapak tangan Jessy.
"Pulang dari sini aku akan bekerja keras membuat bayi kita." Bisikan itu benar-benar vulgar, membuat wajah Jessy samakin malu. Bagaimana jika ada yang mendengarnya!.
Alicia memanggil Jessy untuk duduk disebelah ranjang, membuat Jessy dengan senang hati langsung beranjak menjauh dari Justin. Ia melihat Kenrich mungil begitu dekat. Bayi yang baru lahir ini sudah terlihat tampan, entah bagaimana rupa saat ia besar nanti.
Seketika ia terkejut saat Alicia menyentuh perutnya.
"Semoga kau cepat menyusul. Aku ingin melihat mereka tumbuh bersama. Siapa tau jika anak mu perempuan mereka bisa berjodoh." Canda Alicia. Jessy tertawa kecil.
"Aku juga sangat mengharapkan kehamilan." Gumam Jessy lembut dengan senyum yang tak pudar.
___
Temen-temen maaf ya telat up, authornya lagi sakit😖 baru agak mendingan dan benar-benar bisa nulis jam 7 tadi🙏.
Untuk pemenang selamat ya, jangan lupa kirim ss profil, dan nomor rekening kalian ke Instagram @Dheanvta