SHOW ME

SHOW ME
Wedding



Hari yang ditunggu pun tiba. Jessy berdiri diiringi Jeremy. Jantungnya begitu tak menentu, semenjak melihat Justin berdiri disana, ia merasa senang, tak menyangka dan juga lucu dalam bersamaan.


Beberapa tamu penting yang datang membuat Jessy gugup. Ini benar-benar acara yang megah, banyak kamera yang meliput acara ini.


Tanpa disadari, Jessy sudah berjalan ditengah Altar, disaksikan oleh banyaknya jemaat yang hadir. Keadaan begitu hening dan sakral. Raut wajah yang hadir terlihat tersenyum, membuat Jessy seakan tersuntik dan ikut tersenyum segugup apapun dirinya.


Justin berdiri dengan gagah. Ia mengenakan tuksedo dan rambut yang ditata begitu rapi, seakan menyampaikan kesan formal untuk acara ini. Astaga, sebentar lagi Justin akan resmi menjadi suaminya.


_


Justin tak mampu menahan senyumnya. Ia terlalu bahagia menanti hari ini, ditambah pakaian indah dan riasan Jessy yang begitu pas. Jessy benar-benar cantik, sosok bidadari dunia seakan nyata dihadapannya.


Ingin rasanya Justin menggoda Jessy dengan wajah sedikit gugup itu, namun ia ingat, ini adalah acara yang penting dan hanya sekali. Membuat Justin mengurungkan niatnya dan lebih memilih mengagumi keindahan yang terpancar dari wanita itu.


Saat keduanya sudah berada di hadapan Pastor, acara pemberkatan pun dimulai.  Sang Pastor memulai dengan beberapa pertanyaan kepada mereka. Lalu Justin mengucapkan janjinya dan Jessy pun mengucapkan janjinya, hingga diumumkannya bahwa mereka sudah sah menjadi sepasang suami istri.


Kylie, sepupu Jessy yang baru berumur 9 tahun berjalan dengan anggun memakai gaunnya, menyerahkan kotak cincin dengan begitu pelan.


"Terimakasih, Kylie." Ujar Justin lembut. Ia mengambil cincin milik Jessy yang terlihat begitu anggun dan cantik, menyelipkannya pada jari manis milih Jessy.


"Terimakasih cantik." Puji Jessy saat Kylie menyerahkan kotak cincin pada Jessy. Jessy mengambil cincin yang tersisa, begitu polos namun terlihat elegan.


Dengan hati yang berbunga, Jessy meraih jemari Justin, menyelipkannya pada jari manis Justin.


Setelah Kylie berbalik dan kembali ke tempatnya. Justin berjalan mendekati diri, membuat Jessy menelan air liurnya gugup. Ia memaksakan diri tersenyum pada Justin.


Justin pun sedikit gugup, menggulum senyumnya pelan dan menatap Jessy. Pandangan keduanya terkunci, saling menatap dan menyiratkan cinta. Justin memajukan langkahnya, menghapus jarak diantara mereka, tangan Justin kini berada dipinggang Jessy. Bibirnya menyapu halus bibir indah Jessy dengan lembut.


_


Alex memeluk Justin dengan erat dan sedikit lama. Ia senang dan terharu. Begitu sia-sia waktunya selama ini, hanya Justin yang ia punya, namun Alex terlalu sibuk dengan dunianya, tak memikirkan perasaan Justin yang sedari kecil selalu ia tinggalkan dengan kekayaannya.


"Tempatkan Jessy diatas kebahagiaan mu, jadilah seorang suami yang bertanggung jawab dan pengertian. Maaf aku sudah menjadi ayah yang gagal untuk mu." Justin menganggukan kepalanya haru. Ia pun meminta maaf dan begitu senang dengan perdamaian ini.


Sedangkan Jessy, ia tersenyum lega, ia bahagia dan masih tak menyangka dengan hari ini. Ia menjadi seorang istri.


___


NOTE:


Jessy dan Justin mohon maaf sebesar-besarnya karena tidak mengundang para readers keacara pernikahan, dikarenakan covid-19 yang terus meningkat. Sekian dan terimakasih.🙏






Part selanjutnya malem ya. Kan special MP😂