SHOW ME

SHOW ME
Mulai Curiga



Suara bel berbunyi beberapa kali dengan tak sabaran, membuat Jessy yang sedang mengeringkan rambutnya mendengus.


"Apa orang itu tidak memiliki sopan santun?!" Jessy dengan malas keluar dari kamarnya, menuruni anak tangga dengan cepat. Suara ketukan pintu pun terdengar terus menerus.


"Sabar lah." Teriak Jessy saat sudah dianak tangga paling akhir. Ia berjalan membuka pintu.


"Justin!" Pekik Jessy saat melihat Justin dihadapannya. Rambut pria itu benar-benar tidak rapi, pakaian berantakan.


"Dari mana saja kau? Aku baru akan mencari mu sebentar lagi. Siang ini kita harus ke kantor mu." Ucapan Jessy tak didengar, Justin masuk begitu saja menuju sofa dan duduk dengan nyaman sambil memejamkan matanya.


"Tunggu sebentar. Aku masih membutuhkan tidur." Gumam Justin. Jessy duduk disebelah Justin, ia kesal karena Justin tidak menunjukkan rasa bersalah apapun.


"Darimana saja kau? Kenapa tidak pulang kerumah mu?" Tanya Jessy pelan.


"Aku pusing." Sahut Justin. Jessy yang masih bingung dengan sikap Justin tak banyak bicara, ia berjalan kedapur dan memberikan Justin segelas susu segar dari kulkas.


"Kau sakit?" Tanya Jessy menyodorkan gelas itu. Justin menggelengkan kepalanya, matanya masih tertutup rapat.


"Aku hanya butuh tidur." Gumam Justin.


"Minumlah. Kau tampak berantakan." Jessy memaksa tangan Justin untuk menerima gelas tersebut. Perlahan mata Justin terbuka, sebelah tangannya menerima gelas dan sebelah tangannya lagi menarik Jessy.


"Kau!" Pekik Jessy. Ia menahan tubuhnya agar tidak terjatuh diatas Justin. Wajah mereka berdekatan, membuat Jessy meneguk air liurnya sendiri. Senyuman tipis Justin tampil menambah kesan tampan di wajah itu.


"Selamat pagi kucing cantik." Jessy mengerutkan keningnya.


"Mau mabuk?" Tanya Jessy pelan. Jessy memang tidak pernah minum, tapi ia pernah mencium bau minuman-minuman keras itu.


"Tidak, hanya sedikit." Jawab Justin, ia memajukan wajahnya, mencoba menghapus jarak diantara mereka. Namun Jessy, ia langsung berdiri, menjauh dari Justin. Terdengar suara helaan nafas kecewa Justin.


"Cepat minum, lalu mandi. Kau harus sepenuhnya sadar saat ke kantor nanti. Ingat, jangan memalukan aku!" Tegas Jessy. Terlihat Justin memejamkan matanya erat, sebelah tangan menutup mulutnya.


"Ke kamar mandi, jangan sampai kau muntah disini." Jessy melihat sesuatu yang keluar dari jaket Justin, dengan cepat ia mengambilnya.


"Obat apa ini?" Ia mengecek dalam kantong plastik tersebut, ia tau obat apa ini.


"Kau membeli ini?" Justin menggelengkan kepalanya.


"Itu dari Sara."


"Kau mabuk bersama wanita?! Apa yang kau lakukan bersamanya hah? Ingat Justin kau harus bertanggung jawab kepada ku, bagaimana bisa kau bermain bersama wanita lain diluar sana!" Justin berdecak. Kenapa Jessy sangat berisik?.


"Tidak. Disana ada banyak orang. Aku sedang mengintai seseorang." Jessy semakin mengerutkan keningnya.


"Mengintai? Untuk apa? Sebenarnya apa yang kau lakukan diluar sana?" Justin menyimpan gelas diatas meja. Kini ia tidak bisa menahannya. Ia berlari kearah kamar mandi.


Jessy menghela nafasnya. Ia semakin penasaran dengan pekerjaan lain Justin. Jessy menatap kantong plastik bersamaan dengan suara tak enak didengar yang Justin keluarkan dikamar mandi.


"Selesai itu langsung mandi! Ada handuk diatas wastafel. Aku akan membuatkan sup!" Teriak Jessy. Bagaimana pun anak orang harus ia jaga. Tidak mungkin ia mengusir Justin dalam keadaan seperti ini.


"Aku akan mengintainya juga nanti." Gumam Jessy sebelum beranjak dari duduknya.


•••


Thanks


DHEA


Instagram; Dheanvta


Segini dulu ya. Sore di lanjut.