SHOW ME

SHOW ME
21



Alex sudah setuju dengan semua perjanjian tersebut. Isinya tak lain adalah untuk menjamin keselamatan Jessy, mereka tak ingin mendengar ada kekerasan pada Jessy, baik itu fisik maupun batin.


"Aku setuju, tapi untuk poin 4 aku sedikit bingung."


'Tidak boleh ada perselingkuhan.'


"Karena selingkuh dapat menyakiti hati dan menyebabkan metal seseorang terganggu. Aku tidak ingin anak ku patah hati." Jelas Jeremy.


"Tapi.. bukankah itu akan dilihat nantinya? Kita tak akan pernah tau masalah hati dan.." Jessy mengerti arah pembicaraan Alex.


"Dad. Itu bisa aku kendalikan.. bagaimana jika kita mengubahnya menjadi 'Tidak boleh ada istri kedua'?" Justin mengerutkan kening, memangnya ia akan menikah berapa kali?.


"Apa maksudmu sayang?" Tanya Anna. Tampaknya semua yang ada disini kebingungan dengan usul Jessy.


"Begini. Jika itu hanya perselingkuhan biasa, aku bisa mengatasinya, Mom dan Dad tidak usah menuntut, tapi jika Justin berani menikah dengan wanita lain dibelakang ku, kalian boleh menuntutnya." Jessy hanya jengah dengan beberapa tuntutan yang diberikan orangtuanya untuk Justin, ini malah seperti ia mengikat Justin berlebihan agar terus bersamanya. Dan pria tengil itu pasti akan merasa tertekan dan menganggapnya terlalu over protective dan bertambah percaya diri bahwa Jessy begitu menyukainya.


"Baiklah. Dad akan mengubahnya nanti, apa yang lainnya sudah cocok?" Alex mengangguk dan Justin pun hanya mengangguk samar. Ia tak tahu jika menikah sesulit ini.


-


Semuanya sudah diatur dan dibicarakan baik-baik. Kini mereka sedikit berjalan-jalan dihalaman rumah, melihat-lihat penataan halaman yang rapi.


Justin mendengus dan diam ditempat, tak mengikuti orang-orang yang tengah berjalan-jalan sambil berbincang masalah pekerjaan mereka. Justin berbalik dan berjalan mendekati kursi putih. Ini sangat membosankan.


Beberapa menit menatap bunga-bunga manis itu, ponsel Justin berdering. Ia melihat nama Richard dilayarnya.


"Hallo?"


"Aku akan menikah minggu ini. Bantu aku untuk mengeluarkan ayah Alicia, hanya sehari, aku harap bisa."


"Apa? Minggu ini? Wow. Selamat sebelumnya. Aku akan pastikan Marten datang." Richard dan Alicia akan menikah, Justin tidak terkejut sama sekali mengingat Alicia yang sudah hamil. Mirisnya, Justin yang tidak menghamili Jessy juga jadi harus ikut menikah.


"Baiklah, terimakasih sebelumnya. Aku sudah mengirim bonus ke rekening mu, dan untuk proyek aku sudah menambahkan orang, aku jamin proyek ini akan selesai dengan cepat."


"Aku kagum, kau ternyata benar-benar menepati janji mu. Tapi untuk saat ini masalah proyek dan bonus tidak terlalu penting."


"Apa ada masalah?" Justin diam. Ia bingung harus mengatakan nya, apakah menikah bisa sembarang seperti ini?.


"Hallo, kau masih hidup? Kalau begitu aku tutup, sampai ketemu nanti dipernikahan ku."


"RICH! Ada yang ingin aku tanyakan." Ujar Justin tiba-tiba dengan nada kencang, membuat Richard disebrang sana merutuki nya.


"Kau pastinya sudah saling mencintai bukan? Teman ku.. teman ku dipaksa menikah dengan wanita yang baru ia kenal, apakah ada cara untuk membuat mereka saling mencintai seperti itu? Agar pernikahan mereka manis seperti orang-orang."


"Ada. Katakan pada teman mu, bercintalah, maka cinta itu akan tumbuh." Terdengar suara gelak tawa Richard yang menyusul.


"Sialan! Kau benar-benar pria mesum!" Pekik Justin kesal. Ia mematikan panggilan tersebut, Justin serius bertanya, namun dijawab seperti itu.


"Astaga! Kau benar-benar kesini?!" Justin menajamkan matanya, Jessy tampak seperti senang dihadapan mobil hitam. Tak lama seorang pria keluar dan mereka berpelukan. Apa ini?!. Justin berdiri dan berjalan mendekati kedua orang itu, jadi ini maksud perkataan wanita itu tadi? 'jika itu perselingkuhan biasa, aku bisa atasi'. Ternyata wanita ini yang terang-terangan berselingkuh, lalu untuk apa Jessy memintanya menikahi dirinya? Ingin memoroti harga ayahnya?!.


-


Jessy menutup mulutnya tak menyangka, Robert kemari seorang diri. Walaupun kakaknya ini sedikit menyebalkan tapi ia tetap memperdulikan Jessy.


Jessy memeluk Robert terlebih dahulu.


"Aku benar-benar terkejut mendengar pernikahan mu."


"Ini semua dadakan, Kelly dan Juliet?" Tanya Jessy.


"Orangtua Kelly menginap dirumah. Saat Dad memberi kabar tadi malam, Kelly langsung menyuruh ku kesini, jadi apa benar kau hamil?" Jessy melepaskan pelukannya. Ia mengernyitkan dahi.


"Kata siapa?"


"Aku dan Kelly. Kau sering sekali memegang perut mu." Robert memegang kedua bahu Jessy.


"Mana pria itu? Aku akan memberi sedikit pelajaran padanya. Bukannya aku sudah katakan untuk menjaga diri baik-baik di kota oranglain? Kau seorang diri disana, Jess."


"Aku tidak.."


"Oh, apakah ada sedikit pertengkaran asmara disini?" Justin datang dengan santai, ia menepis pelan tangan Robert dari kedua bahu Jessy.


Robert tersenyum miring, ia melipat kedua tangannya didada.


"Kau Justin?" Tanya Robert.


"Ya. Aku Justin. Pria yang akan menjadi suami Jessy, jadi aku harap kau bisa menjauhinya." Ujar Justin dengan nada menantang.


"Kau menghamili nya?" Justin mengangkat sebelah alisnya, lancang sekali pria ini.


"Jika iya apa yang akan kau lakukan?" Tanya Justin. Jessy memejamkan matanya, ia menghembuskan nafas berat.


"Dia kakak ku. Bodoh." Ujar Jessy pelan, 'Apa?' raut wajah Justin kini mulai melunak, belum sempat ia mencerna ucapan Jessy, pukulan dari tangan itu mengenai sudut bibirnya.


"Itu adalah salam perkenalan dari ku. Jika kau berani kabur dan meninggalkan Jessy kembali, aku pastikan tinjuanku akan mendarat dikedua mata mu!"


 


Thank you


DHEA


IG: Dheanvta