SHOW ME

SHOW ME
Kehilangan



Jessy terpaku, ia melihat Justin yang pergi begitu saja. Dengan langkah cepat Jessy berjalan keruangan tengah, mencari sosok sang ayah yang terlihat dengan santai masih duduk disofa empuk itu.


"Dad." Raut wajah Jeremy tampak santai dan tersenyum kecil. Tangannya menepuk sofa kosong disebelahnya. Seakan menyuruh Jessy untuk duduk.


"Kemari sayang. Kebahagiaan mu adalah nomor satu." Jessy mengerutkan keningnya. Ia duduk dengan perlahan dan menatap ayahnya dengan raut wajah yang bertanya.


"Apa yang Dad bicarakan dengan Justin?" Tanya Jessy ragu. Ia sesak dan bingung dalam sekejap.


"Aku mengatakan sekutu dengan pembatalan pernikahan kalian. Aku juga mengatakan padanya untuk tidak mengganggu mu. Sekarang kau bisa sebebas Jessy yang dulu bukan? Dad tidak ingin melihat putri yang dad sayangi ini menikah dengan pria yang tidak dia cinta-" ucapan Jeremy terhenti, Jessy seketika memotongnya.


"Dad! Aku... Aku hanya bingung." Jessy menelan kembali ucapannya. Ia benar-benar bingung harus menceritakan bagaimana.


"Apa yang kau bingungkan sayang? Fokus saja pada hati mu. Jika kau merasa cocok kejarlah, jika kau ragu maka hentikan lah." Jessy terdiam. Ia menautkan kedua jarinya.


"Aku... Ragu." Helaan nafas kecewa dari mulut Jeremy terdengar. Lalu usapan halus dikepalanya membuat Jessy sedikit tenang.


"Apa yang kau ragukan sayang? Coba ceritakan pada Dad. Sore nanti Dad akan menelfon Mr.Franz untuk pembatalan pernikahan ini, Justin pun sudah akan kembali ke LA." Jessy menggenggam tangannya sendiri. Ia menggerakkan giginya samar.


"Kau tau Justin menjadi GM diperusahaannya ayahnya?" Tanya Jessy tiba-tiba. Jeremy menganggukan kepalanya pelan.


"Justin memiliki pekerjaan lain selain itu." Jeremy menaikan sebelah alisnya, menunggu ucapan Jessy yang menggantung.


"Ini.. mungkin melawan hukum, dan aku tidak bisa menceritakan nya." Jessy menghembuskan nafas nya berat. Ia tidak bisa menjelaskan keraguannya. Bagaimana bisa ia mengatakan Justin membunuh sahabatnya sendiri? Adalah alasan logis seseorang mendapatkan alamat dan berita kematian yang bersamaan?.


"Jessy, dengan sayang. Kita batalkan saja jika memang menurut mu ini tidak baik. Dad ingin yang terbaik untuk mu. Apapun masalah mu dengan Justin, Dad harap ini bukan kesalahan pahaman." Jessy mengerutkan keningnya, ia menahan tangan ayahnya yang sudah berdiri.


"Kau akan kemana?" Tanya Jessy pelan.


"Aku harus menemani Mom, sayang." Jawab Jeremy halus.


"Tidak usah dipikirkan. Tenangkan pikiran mu dikamar. Katakan pada Dad jika Justin mengganggu mu, biar Dad yang memberikan pelajaran."


"Dad... Aku." Jeremy tersenyum halus. Ia melepaskan tangan Jessy pelan dan beranjak menjauh.


Jessy termenung. Ia terdiam cukup lama diatas sofa. Seketika ia berdiri dan berlari kedalam kamarnya. Membuka jendela dan mencari sosok Justin yang berada diluar rumahnya. Ia sendiri ragu dengan wajah Justin yang setengil itu dapat melakukan hal sekeji itu. Sekitar lima menit, ia sudah melihat gerak tubuh Justin yang sepertinya kesal menunggu. Jessy menatapnya dengan perasaan hampa.


Tak lama sebuah mobil hitam berhenti dihadapannya, Justin menghilang saat masuk kedalam mobil tersebut, melaju dengan perlahan dan membuat air mata Jessy menurun. Ini akhir kisah cintanya? Semenyakitkan ini? Sesingkat ini?.


Jessy menjatuhkan tubuhnya diatas ranjang yang nyaman itu, membungkus tubuhnya dengan selimut, membiarkan air mata Jessy mengalir begitu saja.


Sesulit itukah Justin menjelaskan pekerjaan nya? Menjelaskan bagaimana bisa Devan mengirimkan alamat Larissa? Menjelaskan pada Jessy bahwa semua pikiran Jessy salah. Dan semudah itukah Justin melepaskannya?.


____


Note:


Guys disini aku mau jelasin ya. mungkin konfliknya kurang masuk akal, tapi coba kalian baca dari sisi Jessy doang, kalian pasti akan mikir aneh juga sama Justin. Coba posisikan pikiran kalian kalo dinovel ini cuma diceritain dari sudut pandang Jessy, Justin tiba-tiba ilang setiap malem, emosi yang ga stabil, dan pesan dari Devan yang ngirim alamat Larissa. Tanpa kalian tau kalo Justin itu CIA.🤗


Btw H-4 menuju Ending dan H-5 menuju cerita baru Kenrich dan Valerie 🤪 yang belum baca bisa liat di ONS With My CEO, aku udah up di part terakhir 🥰


Thanks you


DHEA


Instagram: Dheanvta