SHOW ME

SHOW ME
Kejutan!



Semuanya sudah bersiap. Jessy sekali lagi melihat riasan wajahnya dicermin mobil. Memastikan jika tidak ada satu make up yang berantakan.


"Anak ku memang selalu mengagumkan." Puji Jeremy.


"Terimakasih Dad." Sahut Jessy malu-malu, ia tak tahu jika dirinya tengah diawasi oleh kedua orangtuanya.


"Semuanya sudah siap?" Tanya supir yang menjemput mereka. Ketiganya menganggukan kepalanya.


"Ya. Kami sudah siap." Jawab Anna.


Mobil pun melaju dengan kecepatan yang normal, tidak terlalu lambat juga tidak terlalu kencang.


___


Sesampainya dirumah Alex, Anna menatap sekelilingnya, rumah Alex benar-benar besar dengan dilengkapi koleksi mobil yang jumlahnya hanya terbatas didunia. Ia fikir kekayaan milik Anna dan Jeremy sudah cukup, namun saat melihat kekayaan Alex, dirinya merasa benar-benar tidak memiliki apa-apa. Sifat manusiawi.


Sedangkan Jessy, ia melihat sekeliling tampak seperti mencari sesuatu. Membuat Jeremy menatapnya bingung.


"Mencari Justin?" Semburat merah langsung menghiasi wajah Jessy. Namun ia langsung menggelengkan kepalanya.


"Tidak Dad, aku mencari Shawn.." jawab Jessy.


"Mereka sudah ada didalam sayang."


Tak lama seseorang menyambut mereka dan membukakan pintu rumah Alex. Anna dan Jessy tampak heran, didalam sini sepi, bagai tidak ada acara apapun, sedangkan Jeremy seakan biasa saja.


"Acaranya makan malam kali ini di taman belakang." Jelas pelayan wanita itu ramah. Ia mengarahkan ketiganya pada sebuah tembok kaca yang tertutup tirai putih besar.


Jessy melewati tirai itu dengan bingung, untuk apa tirai ini dilebarkan begitu saja. Namun kebingungannya menghilang begitu saja, digantikan rasa haru dan senang yang teramat besar bagi Jessy.


"Astaga. Ini..." Ia menutup mulutnya. Taman ini dihias begitu indah, lampu hias ada dimana-mana dan lilin kecil ditata dengan indah membentuk sebuah jalan yang mengelilingi meja.


Justin begitu tampan dengan setelan jas dan gaya rambut yang dibuat berbeda, ditangannya terdapat sebuah buket bunga yang indah. Senyum Jessy pun semakin mengembang saat melihat Alicia dan Richard disana, Alicia tengah melambaikan tangan sambil tersenyum geli kearah Jessy. Jessy pun melihat wanita yang bersama Justin diklub malam lalu. Sara dan Devan pun diundang.


"Surprise." Teriak semuanya saat sebuah tirai ditengah menampilkan kata-kata pendek namun berarti.


-I Love U, Jessy!-


"Kenapa kau tidak memberitahu ku?" Terdengar suara Anna yang tengah proses dibelakannya pada Jeremy.


"Kau selalu memberitahu Jessy, itu akan membuat acara ini biasa saja sayang." Suara Jeremy begitu pelan dan sabar. Jessy menahan nafasnya dan mengabaikan kedua orangtuanya yang sebentar lagi mungkin akan bertengkar kecil.


"Hampiri Justin juga sayang." Bisikan Jeremy membuat Jessy malu. Ia pun berjalan pelan dan menatap saudara-saudara nya yang tengah tersenyum haru, sedangkan Shawn dan kekasihnya hanya menatap geli pada Jessy.


"Aku.." terdengar suara Justin yang gugup saat mereka bertemu.


"Kau benar-benar membuat acara romantis ini?" Tanya Jessy terlebih dahulu. Justin menganggukan kepalanya.


"Ya. Dan ini untuk mu. Aku mencintaimu." Jessy menerima bunga itu dengan senang hati. Ia tersenyum tulus dan langsung memeluk Justin, membuat suasana menjadi riuh seketika dan tepukan tangan dari semua orang menampar suara riuh tersebut.


"Aku juga mencintaimu." Jessy melepaskan pelukannya. Saat suara musik yang dimainkan sekelompok pemain musik mulai bersuara. Nada santai yang lebih mengarah ke romantis membuat acara ini bukan seperti makan malam keluarga melainkan pesta.


"Kau tau. Ini benar-benar bukan seperti aku. Aku tidak terlalu biasa menjadi sorotan." Bisik Justin yang kini memeluk pinggang Jessy dengan sebelah tangan, mengiring Jessy untuk berjalan kearah meja ditengah.


"Aku juga belum pernah di beri kejutan seperti ini. Terimakasih." Balas Jessy berbisik.


Sesampainya mereka ditengah, Alex menghampiri dan memeluk keduanya bergantian.


"Anggap saja acara ini untuk menjelas pelepasan masa lajang kalian." Ujar Alex sambil tertawa kecil.


"Terimakasih juga, berkat mu Justin menjadi aku ku yang menurut." Lanjut Alex, namun Justin tau, ada sedikit sindirian didalamnya. Membuat Justin tertawa kecil dan sedikit malu.


Setelah Alex mulai beranjak dan berjalan kearah Richard, Justin kembali mendekatkan wajahnya pada telinga Jessy.


"Ada yang kurang." Bisiknya. Membuat Jessy langsung menatap sekitar. Siapa orang yang dimaksud.


"Robert. Kakak mu. Aku ingin menagih permintaan maaf darinya." Lanjut Justin dengan tawa kecil, membuat Jessy menggelengkan kepalanya pelan.


Semua yang ada disini tersenyum bahagia, menikmati makanan yang disediakan dan juga hiburan kecil yang ada. Ucapan selamat dan candaan kecil membuat semuanya bahagia dalam acara makan malam ini.


"Wahh seperti kau harus benar-benar move on." ejek Devan yang melihat Sara sudah meneguk 2 gelas berisi wine.


"Untuk apa aku move on?! aku tidak pernah menyukainya! Ahh, kau menyebalkan Den!." Protes Sara kesal. Ia kembali meneguk isi gelas yang lainnya. Hampir saja ia memiliki perasaan lebih pada pria tengil yang kini menjelma sebagai seorang gantleman itu.


___


Thanks you


DHEA


Instagram: Dheanvta