SHOW ME

SHOW ME
Dress



Senyum Jessy mengembang, ia menyambut hangat kedatangan Larissa.


"Ini untuk mu."


"Oh terimakasih banyak." Ujar Jessy sambil menerima coklat berukuran sedang itu.


"Aku tahu mood mu sedang tidak baik. Jadi aku membawakan makanan yang membuat mood mu akan kembali membaik."


"Tebakan mu memang tepat." Keduanya duduk disofa. Menyalakan televisi dan Jessy menuju dapur membuatkan coklat panas untuk Larissa dan coffee untuknya.


Setelah menyimpan kedua gelas diatas meja, Larissa terlihat sedang mengintip paperbag yang tadi ia bawa.


"Apa ada yang tertinggal?" Tanya Jessy. Larissa menyelipkan rambutnya kebelakang telinga sambil tersenyum.


"Tidak. Aku hanya kembali bingung, lebih baik menggunakan yang mana?" Jessy mengerutkan keningnya saat Larissa membuka kedua paperbag dan mengeluarkan isinya.


Terdapat dua dress malam yang terlihat ketat berbeda model.


"Apa itu tidak terlalu seksi?" Tanya Jessy.


"Pakaian untuk kesana memang yang seperti ini Jessy. Tidak mungkin aku mengenakan kaos atau gaun panjang bukan." Kekeh Larissa pelan. Jessy mengangguk, ia pun menyukai baju seperti itu, hanya saja tidak terlalu terbuka, ia lebih menyukai yang sopan dan terkesan elegant.


"Jadi menurut mu yang mana?" Tanya Larissa kembali.


"UM.. mungkin yang ini, terlihat sangat glamor dan sepertinya akan membuat mu bertambah cantik." Larissa mengigit bibir bawahnya, ia berfikir dan memlihat kedua baju itu bergantian.


"Tapi aku juga menyukai ini."


"Ya sudah yang ini saja. Semua akan terlihat indah jika kau nyaman saat menggunakan nya."


"Aku rasa kita memiliki tubuh yang sama. Bagaimana jika kita mencobanya bersamaan? Aku akan memilik yang paling bagus saat digunakan." Jessy terdiam sebentar. Tak ada salahnya membantu Larissa yang tengah kebingungan.


"Baiklah. Mari kita coba didalam kamar ku." Larissa memekik kencang, ia sangat senang dan begitu antusias berdiri. Membuat Jessy menggelengkan kepalanya saat Larissa sudah berlari naik keatas tangga.


___


Jessy melihat dirinya sendiri dihadapan cermin. Tubuhnya sangat indah dengan dress hitam polos, sedangkan Larissa mengenakan dress yang terlihat glamor pilihan Jessy tadi.


"Astaga kau sangat cantik. Jika Justin melihatnya mungkin dia akan langsung betah berada dirumah." Entah perkataan jujur atau hanya godaan kecil yang Larissa lontarkan. Hanya saja Jessy tidak nyaman hanya seutas tali yang menutupi bahunya, tali itu berada dibelakang lehernya, membuat semua orang akan melihat bahu dan setengah punggung nya.


"Aku akan lebih suka jika ini ditambahkan blazer." Ujar Jessy dengan tawa kecil.


"Jangan. Kulit mu indah, untuk apa menutupnya."


"Entahlah, aku hanya tidak biasa." Jawab Jessy.


"Lalu apa pilihan mu?" Tanya Jessy mengingatkan.


"Aku memilih pilihan mu. Ini terlihat sangat berkelas dan akan membuat kepercayaan diri ku meningkat." Jessy mengangguk. Pilihannya tak pernah salah.


"Kalau begitu aku akan mengganti baju dulu. Kau tunggu disini." Larissa mengangguk. Ia kembali berputar dan menatap tubuhnya. Ia tak sabar bertemu pria tampan itu beberapa jam lagi.


___


Sementara dilain tempat, Justin tengah memainkan ponselnya, ia menghubungkan koneksi pada ponsel Jessy. Mencari beberapa kontak pria yang merasa dicurigai, membuka beberapa pesan masuk dari awal tahun dan beberapa foto yang membuatnya sedikit geram. Banyak foto Jessy bersama teman-teman pria, walaupun itu terlihat seperti pertemuan reuni tapi para pria itu seakan kegalatan dan salah satu tangan yang merangkul bahu Jessy.


"Kita mulai dari pria ini." Ujar Justin.