
Jessy masuk kedalam klub, suasana disini cukup ramai dan bising.
"Disini sangat remang. Bagaimana caranya kita bisa menemukan Justin?" Jessy berteriak kencang. Suaranya seperti tertelan suara musik disini.
"Kau belum terbiasa, Jess. Ini sudah biasa bagi ku, aku akan membantu mu menemukannya." Jessy hanya mengekori Larissa. Di bagian pintu masuk hingga tengah ruangan memang padat, namun saat sudah masuk kedalam terdapat beberapa kursi yang masih kosong. Bartender yang tengah sibuk meracik minuman seakan dikelilingi orang-orang frustasi yang terlihat setengah tertidur dan sudah mabuk.
"Ah, sudahlah, aku tidak kuat berada disini. Lebih baik kita pulang." Jessy jengah dengan asap rokok yang ia hirup, apalagi bau alkohol yang menusuk Indra penciuman nya. Jessy menarik tangan Larissa agar tidak terus berjalan, namun Larissa malah ikut menyeretnya pada sebuah kursi kosong.
"Untuk apa kita disini?" Tanya Jessy bingung, ia melihat sekeliling, rasanya mual melihat sepasang kekasih tengah bercumbu di tengah ruangan, mereka tidak risih dengan beberapa orang yang tengah menari ditengah sana.
"Aku menemukan Justin. Lihatlah dulu baik-baik, kita hanya mengintai oke? Jangan membuat kerusuhan." Peringat Larissa. Ia sedikit tidak enak menunjukkan kearah paling pojok.
_
Jessy melihat kearah yang ditunjuk Larissa, matanya seketika membulat. Justin duduk dengan seorang wanita, mereka tengah duduk bersampingan sambil fokus pada sebuah ponsel wanita itu.
Jessy berdiri seketika saat melihat wanita itu memainkan jas Justin, seakan mengejek atau entah lah Jessy pun tak mengerti. Namun yang jelas ini bukan lah pekerjaan, mereka tengah berkencan dan saling menggoda satu sama lain.
"Kau tunggu disini, aku akan melabraknya." Larissa dengan cepat menahan tangan Jessy.
"Jangan terburu-buru, aku takut kau salah paham. Coba awasi dulu, jika mulai keterlaluan kau boleh memakinya disana." Jessy mendengus, ia kembali duduk dan menatap tajam kearah Justin. Terlihat Justin tertawa pada wanita itu, ia membuka jasnya dan menyimpan asal disebelah pundaknya. Lengan kemeja ia gulung hingga sikut, dan seakan dengan sengaja membuka kancing atas kemeja nya.
"Ah, begitu cara dia menggoda seorang wanita." Ketus Jessy. Ia tak sabar untuk segera mencubit pria itu.
"Will. Kau bilang akan pergi kembali ke Meksiko." Terdengar suara Larissa yang sangat halus, seperti tengah diperhalus dengan semanis mungkin. Ya, Jessy mengerti bagaimana rasanya tengah jatuh cinta.
"Tidak jadi, aku akan kembali Sabtu nanti, ternyata masih banyak urusan disini." Pria itu kini menatap Jessy, memperhatikan wajah Jessy yang polos dan tengah serius pada pasangan dipojok sana.
"Teman mu?" Tanya Will. Larissa mengangguk sambil menyenggol bahu Jessy.
Pandangan Jessy buyar. Ia kembali menatap Larissa yang memanggilnya.
"Kenalkan ini Will. Pria yang aku temui kemarin." Jessy membulatkan mulutnya, pantas saja Larissa seantusias itu. Saat Jessy hendak menatap Will, ternyata Will sudah menatapnya dari tadi, membuat Jessy sedikit tersenyum kaku.
"Oh, hai. Aku Jessy." Ujar Jessy, tanpa mengeluarkan tangannya. Ia tak ingin berbasa-basi, ia ingin fokus pada Justin.
"Aku Will." Terdengar suara pria itu, namun Jessy tak menghiraukan, ia berdiri saat menemukan Justin yang tampak menggoda wanita disebelahnya, Justin melepaskan ikatan rambut wanita itu, dan wanita itu seakan marah ingin merebut kembali ikatannya. Cukup! Ini tidak lucu dan harus dihentikan!.
"Larissa, aku sepertinya harus kesana."
"UM, ya hati-hati Jess. Ingat, jangan membuat kekacauan." Peringat Larissa.
___
Guys setuju gak kalo aku ngadain Giveaway biar kalian juga semangattt 😅 Gapapa ya kalo hadiahnya gak sebesar author lainnya🥺 besok pagi aku kasih tau hadiah dan aturannya❤️