Not A Perfect Marriage

Not A Perfect Marriage
Bab 60 Terbongkarnya rahasia.



"..... dirimu."


Sena terdiam. Rio tahu semuanya dan Rio pasti tahu siapa yang dirinya tabrak. Sena sangat takut melihat tatapan itu, tatapan kekecewaan.


"Ri?"


"Dia sudah pergi dari hidup kita, apa perlu kamu menyingkirkannya sejauh itu? sebegitu bencinya kamu? jangan lakukan apapun yang akan kamu sesali. Kita jalani saja kehidupan kita seperti dulu, Angel sudah bahagia jangan mempersulit hidup kita lagi, aku mohon."


Rio langsung pergi keluar kamar. Kepergian Rio membuat Sena salah paham, Sena mengira kalau Rio masih mencintai Angel.


"Kamu meninggalkan kan ku? kamu masih cinta kan sama Angel? aku akan buat Angel menderita sama seperti apa yang aku rasakan, aku akan membuat hidup kekasihmu itu hancur, sehancur- hancurnya." Sena tersenyum dengan penuh kebencian di dalamnya.


..


Rumah Erik Jihan 14:00


Rey mengantar Angel pulang dengan wajah murung sebab mamanya menyuruhnya pulang padahal dirinya masih ingin bersama Angel.


"Jangan ditekuk terus mukanya ntar gantengnya hilang."


"Kamu ini, besok kamu harus menemaniku."


"Iya, buru gih pulang. Hati-hati di jalan."


"Iya cantik."


Rey kembali memasuki mobil, bergegas pulang sebelum mamanya marah dan mengomeli dirinya sampai telinganya panas.


Setelah kepergian Rey, Angel pun memasuki rumah.


...


Restoran Lux 19:00


Resto yang terkenal dengan kemewahan disain dan juga hidangan yang premium membuat Restoran ini di minati para kaum elit. Semua kemewahan terkesan membuat nyaman dan sangat cocok untuk acara formal maupun non formal.


Keluarga Riko tengah menunggu keluarga rekan bisnisnya, seharusnya mereka sudah datang. Kebosanan menunggu dapat dihilangkan karena kehadiran Kevin yang kini semakin menggemaskan.


"Pa, mereka jadi datang?"


"Jadi Ma, sebentar lagi sampai kok, itu mereka."


Rio terkejut saat melihat Rey dengan Rafa dan juga Arina. Jadi Rey itu putra sulung Rafa dan Arina. Rey juga terkejut saat melihat Rio, pandangan Rey langsung di arahkan kebayi mungil yang tengah melihatkan wajah polosnya dan Rey yakin itu adalah putra nya Angel.


.


Setelah makan malam Rio mengajak Riko untuk bicara empat mata.


"Pa, aku ingin kerja sama ini dibatalkan"


"Kenapa? apa karena putra mereka Rey akan menikah dengan mantan istrimu?"


"Mantan istri? maksud papa apa?"


"Kamu kira Papa ini sebodoh itu? Papa tahu Angel itu istrimu dan Kevin itu anakmu dan Angel. Jangan lari dari kenyataan! kamu sudah tidak menginginkannya jadi biarkan Angel bahagia dengan orang lain!" ucap Riko dengan penuh penekanan lalu berlalu pergi.


Rio terdiam cukup lama. Riko tahu semuanya tapi sejak kapan? pertanyaan itu kini terngiang dipikirannya.


.


Rey tengah bercengkrama dengan Sena. Rey ingin melihat lebih dekat lagi wajah Kevin yang ia rasa mirip sekali dengan Angel.


Rio menatap keakraban Rey dan Sena. Rey cukup handal untuk menyimpan rahasia dan bahkan tadi Rey berpura-pura tidak mengenal Rio.


...


Tak terasa matahari kembali menyinari bumi dengan hangatnya. Rey dan Angel tengah menunggu Arfan yang mengantar Kevin imunisasi.


Angel tersenyum senang melihat mobil Arfan. Bu Inda turun dari mobil dengan membopong Kevin. Angel langsung menghampiri Kevin.


"Anak mama habis di suntik yah? ayo sinih"


Angel langsung membopong Kevin lalu masuk kedalam Mobil untuk menyusui Kevin. Arfan yang tidak ingin mengganggu Angel pun turun dari mobil.


"Arfan?"


"Rey? kamu sedang apa disini?" Arfan terkejut melihat Rey yang berada disini dan apa hubungannya dengan Angel.


"Aku hanya menemani calon istri ku"


"Apa? Angel maksud kamu?"


"Iya, aku tahu kamu ada rasa dengan Angel tapi aku mohon lupakan rasa itu. Aku akan menjaga Angel."


"Aku tahu itu."


.


Didalam mobil.


Angel tersenyum sangat senang dapat menyusui Kevin lagi. Kevin nampak terlihat sangat senang meminum ASI dari Angel.


"Minum yang banyak yah? kamu pasti sangat bosan minum susu kedelai terus. Kamu jangan rewel yah?"


Setelah menyusui Kevin, Angel langsung menyetok ASI untuk Kevin. Angel sudah meminta Arfan untuk membawa peralatan untuk ini.


30 menit berlalu dan Arfan harus segera pulang, takut Amanda akan khawatir. Angel masih bisa tersenyum melepas buah hatinya


"Dia mirip banget sama kamu"


"Oh ya? dia lucu yah?"


"Yah, tapi pasti lucuan anak kita nanti"


"Iya, katanya mau pergi?"


"Ya ayo"


Rey dan Angel kembali ketempat kemarin untuk memilih gaun pengantin untuk Angel.


................


19:00 malam


Rumah Angel.


Dua keluarga tengah berbincang tentang rencana pernikahan dan siapa saja yang akan diundang. Kedua keluarga ini terlihat sangat bahagia dengan rencana pernikahan putra dan putrinya.


".... Aku tidak sabar lagi, melihat mereka berdua bersanding di pelaminan."


"Iya."


Tok...tok...tok...


Suara ketukan di pintu memutus percakapan mereka. Jihan langsung menuju kearah pintu lalu membuka pintu untuk orang yang berkunjung.


"Siapa?"


Jihan tidak pernah melihat wanita di depannya ini, wajahnya asing untuknya. Wanita itu terlihat sangat sedih.


"Apa benar ini rumah Angel?"


"Iya, ini rumah Angel dan saya ibunya. Ada perlu apa?"


"Aku ingin suamiku yang putrimu rebut dariku."


"Apa?"


Jihan terkejut mendengar perkataan wanita di depannya. Ia sangat tidak percaya dengan apa yang diucapkan orang asing ini terlebih dirinya sangat mengenal putrinya dengan baik dan tidak mungkin Angel berbuat seperti yang dituduhkan.


"Bu, ada apa?


.


Mobil Sena berhenti di depan rumah Angel. Sena mengambil berkas sampingnya, wajah Sena terlihat sangat sumringah.


"Kamu telah menanam luka di hidup ku, aku tidak akan rela kamu hidup bahagia!."


Sena langsung turun dari mobil menuju pintu rumah Angel. Sena ingin membatalkan pernikahan Angel dan Rey. Sena tidak rela Angel hidup bahagia setelah apa yang Angel perbuat pada hidupnya.


Sena memerankan sandiwara yang sangat apik hingga terlihat sangat natural. Sena tersenyum dalam hati melihat ibunya Angel sangat mudah dipengaruhi.


"Bu, ada apa?"


Erik menghampiri Jihan yang nampak blank. Erik juga sama, dirinya tidak tahu siapa wanita ini.


"Maaf kamu siapa?"


"Aku hanya seorang istri yang menginginkan suaminya kembali, tolong beritahu putrimu untuk tidak menggoda suami orang. Suamiku membatu kalian banyak tapi kenapa putrimu seolah tidak tahu berterima kasih. Dia merebut suamiku."


"Apa, sepertinya kamu salah rumah. Putriku tidak seperti itu."


Karena Erik dan Jihan tidak kunjung kembali Arina dan Rafa menyusul keduanya. Erik dan Jihan tidak langsung percaya dengan perkataan orang asing yang menjelek-jelekan putrinya.


Sena tahu kedua orang tua ini tidak akan percaya begitu saja dengan perkataannya.


"Angel itu telah mengambil suamiku dan dia melanggar perjanjian diantara kita, tugasnya hanya melahirkan anak tapi dia dengan tidak tahu malunya menjadikan Suamiku simpananya. Kamu harus tahu tentang ini, putrimu itu menggadaikan kehormatan nya hanya untuk uang yang dia gunakan untuk menyambung nyawamu, Ayah yang sangat dicintai oleh putri kecilnya."


"Apa kamu bilang?"


"Putrimu telah menjual dirinya hanya untuk uang, apa itu kurang jelas untuk mu?"


Arina dan Rafa mendengar perkataan itu dan mereka tidak percaya Angel melakukannya. Erik merasa sangat terpukul dengan ini semua.


"Putrimu itu sudah menikah tanpa restu dan dia seorang ibu. Pernikahan mereka hanya sah secara agama dan suamiku telah menceraikannya tapi dia seakan bebal dan terus menggoda suamiku, tapi sepertinya putrimu itu sudah mempunyai mangsa selanjutnya. Jadi bilang ke putrimu itu untuk tidak bermain api dengan suami orang. Ini kamu bisa baca sendiri."


Sena menyerahkan map yang ia bawa ke Erik. Erik menerimanya dengan perasaan yang kacau. Sena langsung berjalan pergi dengan perasaan yang sangat bahagia dan rasanya dirinya ingin merayakan ini semua.


"Dasar manusia bodoh." desis Sena dengan sinis.


.


"Sebenarnya apa yang telah terjadi?" tanya Rafa yang merasa bingung bahkan Arina sudah termakan omongan Sena barusan.


"Aku juga tidak tahu."


20 menit berlalu.


Ke empat orang ini sangat terpukul dengan kebenaran yang ada. Kepercayaan dan juga kasih sayang ini kini telah berubah jadi kekecewaan yang mendalam terutama untuk Erik.


"Aku tidak percaya, aku ingin menikahkan putraku dengan orang tidak jujur seperti putrimu?" Arina sangat kecewa, padahal dimata Arina, Angel itu manusia yang paling sempurna tapi sekarang pandangannya berubah. Sekarang Arina membenci Angel.


"Aku sangat malu jadi Ayah dari seorang yang menjual dirinya sendiri dan juga anak yang dilahirkannya. Aku tidak tahu soal ini, Aku minta maaf."


"Maaf saja tidak cukup! pernikahan ini batal!" ucap Arina dengan penuh emosi. Rafa tidak bisa berbuat apa-apa apa lagi Jihan yang menangis dalam diam. Putri yang dia didik dengan penuh hati-hati kini menyakitinya, seakan hidupnya benar-benar berakhir detik ini juga.


"Aku juga tidak ingin Rey menikahi putriku, bahkan aku malu mengakui bahwa dia putriku."


Keempatnya kembali dalam kediaman yang mendalam. Semua kebahagiaan yang dibayangkan kini hanya bayangan.


...


Rey dan Angel memasuki rumah dan entah kenapa suasana rumah seakan hening tanpa ada suara percakapan sama sekali.


"Ma, Pa?"


Rey dan Angel merasa ada yang aneh kepada ke empat orang dewasa ini. Mereka nampak marah?.


"Rey, ayo pulang."


"Tapi Ma?"


"Mama bilang pulang YA PULANG!" Bentak Arina dan membuat Rey dan Angel terkejut. Arina nampak marah lalu bangkit dari duduknya. Arina langsung menarik tangan Rey pergi dikuti dengan Rafa.


"Kamu berani pulang ke rumah ini?" pertanyaan Erik membuat Angel bingung.


"Ayah, sebenarnya ada apa?"


PLAKK...


"AYAH!" teriak Jihan histeris.


Tanpa basa-basi lagi, Erik langsung menampar Angel dengan kerasnya. Angel merasa pipinya sangat perih.


"KENAPA KAMU JUAL DIRI KAMU! APA KAMU SUDAH TIDAK PUNYA HARGA DIRI!!"


Mendengar itu Angel menjadi tahu apa penyebab amarah Ayahnya.


"Yah! El lakuin ini untuk Ayah!"


"Kamu kira aku akan senang dengan semua ini? lebih baik bagiku untuk tiada dari pada sembuh dengan uang haram mu!"


Erik terlihat sangat marah kepada Angel. Kecewa yang ia rasakan sangat memalukan. Erik lebih memilih untuk tiada dari pada menanggung malu seperti ini. Jihan tidak bisa berkata apa-apa, lidahnya kaku dan mulutnya seakan tidak bisa berucap.


"Kalau Ayah tiada, siapa yang akan menjaga ku dan Ibu? apa jadinya kita tanpa Ayah?"


"Apa harus seperti ini? kamu menjual kehormatan mu dan anakmu sendiri?"


"El tidak punya pilihan lain."


"Tidak punya? kamu bisa menggadaikan rumah ini! apa sulitnya!"


"Yah! waktu nya hanya satu hari, mana mungkin akan cepat terurus. Aku takut Ayah pergi, Aku sangat menyayangi ayah!"


"CUKUP! aku tidak ingin mendengar apapun! Cepat pergi dari sini!"


"Tapi Yah?"


Erik langsung menarik paksa Angel keluar rumah. Jihan ingin menghentikan suaminya mengusir Angel tapi apa dayanya, kakinya malah melemas tak punya tenaga.


"Jangan usir putri kita."


...


Erik langsung menutup pintu rumah dan menguncinya. Angel kini hanya sendiri, tidak ada yang menghiburnya lagi. Semua orang telah meninggalkannya. Sekarang dia tahu kenapa orang tua Rey terlihat sangat marah.


Angel menghapus air matanya, mulai melangkah meninggalkan rumah dengan jiwa yang kosong.


..


Angel terdiam di tepi jembatan pandangan matanya kosong penuh dengan kesedihan.


"Apa gunanya aku hidup?"


Angel langsung memanjat pagar pembatas dan.


...


Rumah Amanda Riko


Kamar Sena Rio.


Sena tersenyum sangat gembira terlebih saat ini pasti Angel tengah dimarahi dan mungkin pernikahannya juga dibatalkan.


"Angel... Angel. kasihan banget sih kamu! ck itu sepadan dengan apa yang aku rasakan!"


Sena tersenyum kepuasan setelah membalas dendam kepada Angel.


21:00


Rumah Riko Amanda.


Rio menggenggam erat tangan kanan Angel, seakan menyakinkan Angel agar tetap tegar dan semua akan baik-baik saja.


Amanda yang tengah menemani Sena dan bermain dengan Kevin terkejut dengan kedatangan Angel, begitu juga Sena.


Raut wajah Amanda terlihat marah saat melihat Rio membawa Angel ke rumahnya. Terlebih Amanda kini sangat percaya kepada Sena.


"Kenapa kamu bawa Angel ke rumah mama?" tanya Amanda dengan nada tidak suka. Angel merasa Amanda membencinya akan tetapi Angel tidak tahu apa yang membuat Amanda benci kepadanya.


"Ma, Rio ingin bicara."


"Bicara soal apa? soal Angel itu selingkuhan mu? Angel, mau kamu apa? aku sudah berbuat baik kepada mu bahkan aku melamar mu untuk Arfan tapi kenapa kamu merebut suami dari wanita lain yang kini telah menjadi ibu? apa kamu tidak punya perasaan atau kamu itu sudah tidak punya hati? ini sifat mu yang sebenarnya? pantas saja Suamimu pergi meninggalkanmu."


Deretan kata-kata itu menusuk tepat di jantung Angel. Perkataan yang lebih tajam dari pisau kini membunuhnya, orang dulu sayang kepadanya kini membencinya dan menuduhnya yang bukan-bukan. Sedangkan Sena memasang wajah sedih sembari menatap Kevin yang ada di dekapannya.


"Mama bicara apa sih? jangan ngaco deh!"


"Mama? lihat itu!" Amanda menunjuk tangan yang saling menggenggam.


"Biarkan Rio bicara dulu! jangan menyela Rio, ma."


"Kamu mau bilang apa? kamu sekarang menyakiti mama cuma gara-gara wanita simpanan mu ini?"


"Ma, Angel bukan simpanan?"


"Lalu apa? Angel! kamu tidak malu jadi perusak hubungan mereka? Apakah kamu tidak punya sedikit saja rasa kasihan pada bayi yang kamu rawat? kalau kamu mau uang, sebutkan saja berapa, aku akan memberikannya."


Angel berusaha melepas genggaman tangan Rio namun Rio tidak mengijinkannya. Rio tahu Angel sekarang sangat sedih dan ingin pergi dari rumah ini.


"Ma, Angel tidak seperti itu! dia lebih baik dari Sena."


Amanda mengepalkan kedua tangannya lalu menatap Angel dengan tatapan tajam. Tatapan yang tidak pernah Angel lihat sebelumnya bahkan Rio juga pertama kali melihat tatapan itu.


"Dasar wanita tidak tahu diri! sudah ditolong malah menusuk dari belakang."


"A.. ak..aku tidak bermaksud untuk itu, aku akan pergi."


"Kamu tidak akan pergi kemana-mana."


"Ri?"


Amanda sangat kecewa dengan darah dagingnya yang dibesarkan dengan kasih sayang yang melimpah namun yang dibesarkan dengan penuh kasih itu tidak sedikitpun memahami perasaannya saat ini.


"Kamu pilih mama atau Angel?"


Perkataan Amanda ini membuat ruangan mendadak hening dan penuh dengan ketegangan. Rio harus memilih antara Angel dan Amanda, keduanya pilihan sulit andai pilihan itu antara Angel dan Sena mungkin Rio dapat memilih namun ini, sungguh sangat sulit.


"Ma, jangan bicara seperti itu, kita bicara dulu dengan kepala dingin." pinta Rio namun Amanda seolah tidak ingin mendengar nasihat Rio


"Kamu harus memilih, pilih mama yang melahirkan mu atau wanita simpanan mu itu? dulu kamu menyakiti Mama karena Sena dan saat Sena sudah jadi lebih baik kamu malah menghianati Sena, kamu menghianati mama dan Sena cuma karena wanita jal*ng ini."


Rio merasa darahnya mendidih saat Wanita yang melahirkan dirinya mengatakan hal kotor yang tidak pantas diucapkan untuk wanita yang sudah banyak berkorban untuk keluarganya sendiri. Angel terdiam tertunduk, air matanya sudah lama mengalir. Harusnya dirinya tidak berada disini, seharusnya tadi dia menolak dan tidak percaya dengan ucapan Rio.


"CUKUP!" Bentak Rio yang tidak ingin Amanda mengatakan hal yang tidak-tidak tentang Angel.


"Kamu membentak mama?"


"Iya."


"Jadi kamu pilih Angel dari pada Mama? ORANG YANG MELAHIRKAN MU DI DUNIA INI! MAMA MENYESAL MELAHIRKAN ANAK SEPERTI MU!" teriak Amanda dengan penuh emosi. Perlahan genggaman tangan Rio memudar, sekuat apapun seorang Mario pasti akan hancur juga saat orang yang paling ia cintai mengucapkan kata itu.


Terlepas dari itu semu, Sena yang terdiam menonton bersorak gembira di dalam hatinya. Rasa sakit dan juga kebencian kepada Rio dan Angel terbayar sudah lewat Amanda. Kini luka hati Sena terasa mulai sembuh dengan kejadian ini.


"Ma?" Rio masih tidak percaya dengan ucapan Amanda barusan. Angel menoleh kearah Rio, Angel terkejut melihat butiran cari itu mulai menetes dari mata yang tak pernah takut dengan apapun.


"Ri, biarkan aku pergi. Semua akan baik-baik saja saat aku pergi." ucap Angel dengan penuh keyakinan walaupun dirinya ragu akan hal ini.


"Kamu sadar juga, Jal*ng!"


"Jangan sebut Angel dengan hal kotor itu, Angel bukan seperti yang Mama kira!"


"Lalu apa? Mama harus panggil dia apa? nona? ratu? nyonya apa Tuhan?"


"Ma, aku mohon jangan seperti ini! Angel berhak tinggal disini karena---" Rio tidak meneruskan perkataannya. Sena yang tadinya tenang kini berubah cemas, Rio akan mengatakan yang sebenarnya.


"Karena apa?"


"Ri, jangan" pinta Sena namun Rio tidak ingin masalah ini berlarut-larut hingga semakin rumit.


"Ri, JAWAB!"


"Karena Angel, istri keduaku dan Sena mengetahui semua ini."


"Nggak-nggak, Kamu pasti sedang berbohong! Sena sendiri yang bilang kalau kamu selingkuh dengan Angel dan Angel akan merebut mu dari dirinya."


"Mama salah, ini kebenaran nya. Sena memintaku untuk menikah dengan Angel untuk melahirkan anak untuk Sena. Kevin itu Anaknya Angel."


"Ma, RIO BERBOHONG! DIA TIDAK MENCINTAI KU LAGI! AKU SELAMA INI BERUSAHA YANG TERBAIK TAPI TAPI INI BALASAN MU! MA, TOLONG USIR ANGEL!" teriak Sena histeris hingga membuat Kevin menangis.


"Kevin" Angel ingin sekali mendekap Kevin.


Rio langsung berjalan menghampiri Sena untuk mengambil Kevin.


"Ngga! kamu tidak boleh membawanya!"


"DIAM! ini bukan anak mu, ini anak Angel dan aku tidak sudi lagi menuruti kemauan mu!"


"Jangan!"


Sena berusaha mempertahankan Kevin, tangisan dari Kevin tidak dihiraukan keduanya kecuali wanita yang melahirkan Kevin. Angel menangis, hatinya tergores mendengar tangisan Kevin.


"Papa, cepat pulang" pinta Angel berharap Riko atau pun Arfan pulang untuk membantu menyelesaikan masalah ini.


"Rio! apa yang kamu lakukan!" Amanda langsung mencengkram lengan kiri Rio. Menatap marah ke Rio.


"Ma, Kevin bukan anaknya Sena, dia putranya Angel."


"Ngga Ri! Papa kamu sudah tes DNA Kevin dan hasilnya Kevin itu putramu dan Sena!" ucap Amanda dengan kesal juga marah.


"Itu semua karena Angel yang memintanya"


Semua orang menoleh kearah sumber suara, ternyata itu Riko dan juga Arfan yang baru pulang dari kantor dan langsung mendapat kejutan yang sangat menegangkan.


"Maksud Papa apa? Papa bilang Kevin itu putranya Sena!"


"Papa berbohong, Papa membohongi mama. Angel ibu kandung Kevin sekaligus istri kedua Rio."


Amanda melepas cengkraman tangannya di lengan Rio. Menatap dalam suaminya yang setahunya tidak pernah berbohong kepadanya, pahit manisnya selalu Riko katakan kepadanya.


"Pa, apa yang kamu sembunyikan dariku?"


Air mata Amanda mengalir begitu saja. Riko menghela napas panjang.


"Angel memang menjual kehormatannya untuk uang tapi uang itu bukan untuk dirinya, uang itu untuk berobat Ayahnya dan Sena yang menawarkan perjanjian itu dan Sena juga yang memaksa Rio untuk menikah lagi."


Amanda menoleh kearah Sena. Sena membohongi dirinya untuk kesekian kalinya


"Ngga ma! Papa bohong!" elak Sena. Amanda mengalihkan pandangannya ke arah Arfan, Arfan mengangguk pelan. Amanda tersenyum sinis, keluarga yang sangat ia cintai berkerja sama untuk menipunya dan membohonginya.


"Kalian semua mempermainkan ku?" tanya Amanda dengan nada sinis.


"Itu semua hanya untuk membahagiakan mu" jawab Riko.


"Jadi semua yang terjadi di keluarga ini karena salah Mama, INI SEMUA MAMA YANG SALAH!"


"Kendalikan emosimu!" bentak Riko. Amanda semakin terluka. Rio dan Riko membentaknya hanya karena Angel yang merubah ketenangan keluarga ini.


"Ayah dan Anak kini sudah membentak ku, sedangkan putra ku yang satunya tidak mau mengatakan kebenarannya dari awal?"


Amanda menatap sayu ke arah Arfan yang terlihat merasa bersalah. Melihat dari mata Arfan, Amanda tahu Arfan tahu semuanya dan merasa bersalah kepada dirinya.


"Ma,Aku takut. Aku takut mama tidak percaya dengan ucapan ku. Aku hanya seorang anak yang kalian adopsi sedangkan Rio itu putra kandung kalian."


"Selama ini kamu menganggap dirimu hanya anak adopsi? kasih sayang dari ku apa kurang meyakinkanmu kalau aku menyayangimu seperti putraku sendiri." ucap Amanda dengan nada sedih.


"Arfan hanya ingin mama bahagia, percayalah Ma, kalau aku juga tersiksa. Selama ini Arfan di samping Angel, selama itu juga Arfan melihat Angel tersiksa di rumah ini bahkan Angel hampir kehilangan nyawanya saat melahirkan Kevin. Mama masih ingat saat Angel tiba-tiba pergi? apa mama masih ingat saat aku tidak pulang dan aku memberi alasan menginap di rumah teman? sebenarnya Arfan menemani Angel di rumah sakit, Mama percaya itu kan? Kevin juga, dia harus berjuang sendirian untuk tetap hidup di dunia ini."


"Seberapa banyak rahasia yang kalian sembunyikan dariku! ngga-ngga keluarga ku tidak boleh hancur seperti ini! Angel tidak boleh tinggal di rumah ini ataupun mengakui Kevin putranya."


Perkataan dari Amanda membuat semua orang terkejut namun untuk Sena ini sangat membahagiakan, Amanda mendukungnya.


Angel tersenyum tipis, seorang yang baik sekalipun pasti akan memilih keutuhan keluarganya walau itu harus melukai hati seseorang.


"Aku akan pergi, aku tidak kan tinggal disini"


ucap Angel dengan senyuman di bibirnya, senyuman palsu yang menyakitkan.


"Kamu mau pergi kemana? apa kamu ingin mencoba mengakhiri hidupmu lagi?"


Mengakhiri hidup? Arfan langsung menatap Angel yang terlihat takut namun dia sembunyikan dengan senyuman dibibir nya.


"Ri, kamu punya keluarga yang sempurna aku tidak ingin jadi duri, biar aku pergi lagian kalau aku tidak ada itu malah jadi lebih baik."


Angel merasa dirinya sangat tidak berhak lagi untuk hidup. Harapan dan alasannya hidup kini sudah tidak ada, hidupnya hampa.


"Jangan bilang seperti itu! Kevin butuh kamu!"


Rio mulai berjalan kearah Angel. Amanda tidak ingin Rio pergi bersama Angel dan meninggalkan dirinya.


"Kalau kamu melangkah satu langkah lagi kamu berarti memilih Angel. Apa kamu tidak menyayangi Mamamu lagi?"


"Ma, Aku menyayangi mama lebih dari siapa pun tapi aku sekarang bertanggung jawab atas hidup Angel dan putraku, aku tidak bisa lari dari itu. Mama masih punya Arfan dan Papa tapi Angel? dia diusir dari rumah dan kedua orang tuanya tidak menganggap nya anak mereka lagi. Angel sudah banyak berkorban untuk dan juga Sena bahkan untuk keluarga ini tapi aku hanya terus menyakitinya. Ma, maaf. Rio harus bersama Angel."


Rio kembali melangkah. Amanda menggeleng kan kepalanya. Riko tidak mencegah Rio karena Rio harus memenuhi semua tanggungjawab nya. Sena sangat marah kepada Rio namun dirinya tidak bisa apa-apa, Amanda saja yang ibu kandungnya tidak bisa mencegah Rio apalagi dirinya yang sudah di ingatkan berkali-kali oleh Rio.


"Kalau kamu nekat pergi, kamu tidak boleh membawa sedikitpun barang yang berharga dari rumah ini." ucap Amanda yang tidak ingin Rio pergi.


Rio mengoper Kevin ke Angel dengan kondisi Kevin yang masih menangis. Angel langsung mencium kening Kevin dengan hangatnya dan mendekapnya dengan penuh kasih sayang dan membuat Kevin terdiam dan bahkan bayi mungil ini kembali ceria.


Rio mengeluarkan dompet dan melepas semua barang mewah yang ia pakai, meletakkanya di atas meja lalu mengajak Angel keluar dari rumah ini.


"RIO.!!!... RIO! KAMU TIDAK BOLEH PERGI! RIOOO!!" teriak Amanda sekencang-kencangnya namun Rio tetap melangkah.


"Rio" lirik Amanda langsung tubuhnya melemas.


Riko langsung menangkap tubuh Amanda yang lemas. Arfan menyusul Rio ke luar.


"Kak, kalian mau kemana?"


"Kamu tidak perlu tahu, jaga Mama. Pak Hasan tolong antarkan saya"


"Baik Den"


"Ayo sayang"


Arfan melihat kepergian Rio dan Angel. Entah kenapa keluarganya jadi seperti ini dan kenapa ini semua harus terjadi.


****...***"