No

No
Episode 86



Rio yang mengantar Bella ke hotel karena mabuk dan ketiduran di satu ranjang membuat Bella salah sangka. Rio memang biasa memainkan wanita yang dia ketemui namun dia melihat Bella gadia polos yang masih sangat muda sehingga Rio tidak berani melakukan hal macem - macem dengan Bella.


Bella yang takut didekati Rio tak sengaja menjatuhkan jam tangan yang dekat meja nya, Rio sangat marah jam mahal nya kini pecah karena Bella. " Lo!!! Lo tau gak itu jam tangan harganya berapa? " Rio yang mendekati Bella


" Ya mana gue tahu, siapa suruh lo taruh di situ? ĺ Bella membela diri


" Lo sudah salah bukannya minta maaf malah makin sombong, mau lo apa? " Rio membentak Bella hingga Bella merasa sangat takut


Bella yang masih penasaran kenapa dia berada di hotel itu membalik marah dengan Rio " Gue gak salah! Siapa yang bawa gue kesini? Seingat gue, gue ada di Club untuk meeting, gue minum juice tapi kenapa gue disini? Jawab? Gue bisa laporkan ini penculikan! " Bella balik marah dengan Rio


" Lo tau gak? Semalem lo hampir di perkosa oleh pria hidung belang tapi gue yang bantu lo, gue gak tahu rumah lo dimana? Ya udah gue bawa kesini, gue juga ngantuk jadi gue tidur, apa itu salah? " tanya Rio


" Ya udah sih kan impas " Bella


" Impas? Impas apa? Gue gak mau tahu balikin jam tangan gue seperti semula! " Rio menarik tangan Bella kepelukan nya


" Tapi gue ... " Bella takut " Gue gak punya uang! " Bella menunduk


" Oke lo gak punya uang, lo harus bayar 70% dari gaji lo setiap bulan sampe lunas dan 30% dari gaji lo itu, lo harus selalu ada kalau gue butuhkan! " Rio menegaskan Bella


" What? Gaji gue abis dong? Sama aja gue gak kerja? " Bella mengeluh dan sedih


Rio meninggalkan Bella sendiri, Bella terduduk di kasur memikirkan bagaimana caranya dia mengembalikan uang orang itu. Bella teringat dia tidak tahu nama pria itu bahkan dia tidam tahu cara nya menghubungi laki - laki tadi. Bella merapikan diri dan segera pulang.


Sesampainya Bella di rumah, dia terkejut melihat Brian yang menunggu Bella di rumah itu. " Brian? Lo? " Bella yang membuka pintu


Brian segera memeluk Bella " Lo kemana Bel? Gue cari lo kemana - mana, gue tungguin lo disini sampe jam segini Bel " Brian senang melihat Bella tidak kenapa - kenapa


Bella tidak bisa menceritakan apa yang terjadi, dia tidak mau Bella berpikir aneh - aneh tentang diri nya " Gue nginep di rumah temen SMA gue, gue kemaleman gak berani pulang " Bella tidak menghindar dari pelukan Brian karena dia tahu Brian pasti khawatir dengan Bella semaleman, Bella pun memgerti


Brian melepaskan pelukan nya " Sekarang lo mandi, kita sarapan dan berangkat kampus, lo harus menyambut hari - hari lo yang tanpa fitnah lagi " Brian memberi semangat


" Uhhh iya hampir lupa kita kuliah, kalau gitu aku bersihin diri dulu, makasih ya lo sudah menghkhawatirkan gue semaleman disini " Bella menghargai yang dilakukan Brian


Brian hanya senyum merasa senang sikap Bella sudah tidak sejutek dan segalak dulu. Bella pergi ke kamar sedangkan Brian menyiapkan sarapan untuk mereka berdua. Bella dan Brian sudah selesai sarapan langsung berangkat dengan mobil Brian ke kampus.


Sesampai di kampus, Edward melihat Bella keluar dari mobil Brian, Edward segera menghampiri Bella " Bel, gue mau ngomong " Edward


" Mau ngomong? Disini aja bisa kan? " Brian menyindir


" Kamu bisa ngomong kok Edward " Bella


" Aku mau ngomong sama kamu aja gak ada siapa pun, ikut aku " Edward


Brian tidak mengijinkan " Jangan Bel ! "


" Sudah lah Brian, aku ikut aja, kamu tunggu aja di kelas " Bella


Edward menarik tangan Bella dan mengajak Bella bicara " bel, lo marah sama gue? " tanya Edward


" Buat apa aku marah sama kamu? Aku gak ada marah " Bella senang akhirnya bertemu dengan Edward


" Selama kamu mendapatkan masalah, aku gak pernah ada untuk mu, bahkan aku sempat percaya dengan fitnah itu, aku pun tidak membela kamu saat di pojokan oleh yang lain " Edward merasa bersalah dengan Bella


" Aku tahu kok, wajar kamu kayak gitu, aku gak kenapa, aku juga gak marah ... Mungkin kamu juga punya kesibukan sendiri " Bella


" Maafin aku ya Bel, aku akan mengubah sikap ku " Edward memegang tangan Bella


Bella melepaskan tangan Edward " Maaf Edward, aku gak mau Angel lihat dan marah, "


Edward berpikir " Apa Bella tahu kalau Edward akan dijodohkan dengan Angel? Apa mungkin Brian memberitahu Bella? Tapi Brian belum tahu masalah ini "


" bel, aku gak ada apa dengan angel kok " Edward membela diri


" Kalau ada hubungan juga gak apa Edward, cuma aku melihat Angel menyukai mu " Bella menyindir


" Iya Edward, aku gak ada marah, kita ke kelas yuk? " Ajakan Bella


Mereka pun pergi ke kelas bersama, Angel yang baru sampai kampus melihat Edward kembali dekat dengan Bella, angel sangat kesal melihat hal ini, Angel segera mencoba menghampiri mereka, namun tiba - tiba salah satu dosen memanggil " Angel ... Bisa keruangan saya sekarang? " Dosen


" Sekarang? ada apa ya Bu? " Angel


" Segera saja keruangan saya sekarang " Dosen


Angel ikut dengan dosen nya tidak jadi menghampiri Bella dengan Edward " Awas kau Bel, gue bakal bikin lo nyesel deket sama Edward " Angel menggerutu


Sesampai ruang dosen sudah ada dua rekan Angel yaitu Dea dan Nia " Kenapa kalian disini juga? " Angel bingung


" Angel, duduk " Dosen


" Ada apa ya Bu? " angel


" Kalian bertiga di hukum, kalian sudah memfitnah Bella dengan melakukan tindakan tidak baik bahkan kotor " Dosen


Mereka bertiga hanya diam karena merasa bersalah. " Kalian akan dikurangi nilai nya masing - masing 20 poin, kalian berdua akan terus bersih - bersih kampus setiap hari " Dosen memberikan hukuman


" Bu kok 20 poin itu banyak sekali? Kita ngumpulin aja 2 bulan masak sebanyak itu Bu? " Dea


" Kalau kalian tidak terima, saya umumkan kelakuan kalian sehingga semua orang tau, bagaimana? " dosen


" jangan! " Angel, Dea dan Nia " Kami akan terima Bu " Mereka menerima hukuman


Angel sangat kesal dengan Bella " semua ini salah Bella, gue akan balas dendam, dia tidak tahu apa Edward merupakan tunangan gue " dalam hati Bella


Mereka bertiga kembali ke kelas, pelajaran dimulai, Bella dengan Edward kembali dekat, Brian merasa Bella melupakan dia lagi dan Angel merasa Edward kembali dengan Bella. Bella yang namanya sudah bersih kembali seperti semula, semua teman - teman nya meminta maaf dengan Bella. Bella senang dikit demi dikit dengan kesabaran nya semua kembali normal.


Jam pelajaran selesai, Bella segera menghilang untuk bekerja, kali ini dia berangkat tanpa semangat karena dia tahu bahwa gaji nya akan digunakan untuk mebayar utang pada pria asing.


Bella terdiam di meja nya " Bella gimana kemarin hasil meeting nya? " Tanya manager keuangan


" Maaf Pak, kemarin tidak jadi meeting " Bella menjawab lesu


" Lo kok bisa? Abis kita kalau Pak Rio tahu " manager keuangan khawatir


" Bella ... " Suara panggilan dari pintu keuangan


" Iya Pak, ada yang bisa di bantu? " Bella menghadap


" Perkenalkan saya Revan, saya asisten pribadi Ceo di perusahaan ini. Maaf ya kemarin tidak jadi meeting. " Revan meminta maaf


Manager keuangan lega " oh emang batal , hampir jantung saya copot "


" Bella, satu jam lagi tolong ke ruangan Ceo untuk menghadap masalah meeting kemarin " Revan


" Ah? Ruang Ceo? Baik Pak " Bella merasa takut, dia merasa sial anak baru tapi banyak masalah


Banyak orang mengira Bella banyak masalah dan tidak akan bertahan apa lagi jarang sekali ada yang di panggil Ceo, jika di panggil artinya tidak akan bekerja lagi di perusahaan ini.


^u^ Terima kasih sudah berkunjung dan membaca novel author "Perjuangan Cinta". Jangan sampai lupa like, berikan bintang, favorit, kritik dan saran di kolom komentar sangat ditunggu author. ^u^


Kunjungi juga novel lainnya berjudul :


*** Kehidupan Sebelumnya


*** Rahasia Hati


*** Rissa dan Si Driver Ojol


Terima kasih banyak semua, dukungan kalian yang selalu author nanti.