
Papa dan Mama Justin tumben ingin menjemput Justin sekolah, karena mereka ingin makan siang bersama. Siapa sangka mereka bertemu dengan bella yang merupakan calon tunangan Justin. Justin dan Bella sama - sama tidak tahu bahwa mereka saling di jodohkan, mereka pun sama terkejut , secara tidak langsung Justin yang sangat ingin memperkenalkan Bella ke orang tua nya kini mendapatkan apa yang di inginkan bahkan lebih dari itu.
" Kebetulan ada mama sama papa, aku mau kenalin seseorang " Justin
" Siapa Yang mau kamu kenalin Justin " tanya Mama Justin
" Ini Bella pacar aku " Justin menarik tangan Bella
Papa Justin tertawa " hahahahha beneran? " Tanya Papa Justin
Bella yang sangat malu dan tidak menyangka hal ini terjadi hanya diam tanpa kata dan menundukan kepala nya.
" Iya Pa, kenapa papa kayak gitu? " Tanya Justin yang heran dengan tingkah laku papa nya
Kevin dan Ria pun akhirnya pamit karena melihat keanehan yang terjadi.
" Justin, Bella kita balik duluan ya " Kevin dan Ria balik bersama
" Oke Vin " justin
" Justin, yang mau dijodohkan sama kamu itu ya ini Bella gadis cantik, cuma waktu itu mama lupa namanya " mama Justin sambil senyum senang mengetahui ternyata mereka berpacaran
Kevin yang sedang jalan mendengar hal itu langsung kaget, Bella yang bingung harus gimana hanya melihat kearah Kevin.
" Beneran ma pa? " Justin memastikan
" Ya beneran, tanya aja Bella " papa Justin
" Bel? " Justin menoleh ke Bella
" Iya tin, mereka yang dateng kerumah ku saat aku gak sekolah, mereka sudah menentukan perjodohan kita, walau aku belum tahu siapa yang di jodohkan, aku sudah menerima perjodohan ini " bella menegaskan
Justin memeluk Bella depan semua orang " thanks god, aku benar - benar gak nyangka selama ini kita sudan di satukan hanya kita saja yang belum tahu "
Bella tidak bisa berbuat apa " iya " hanya jawaban singkat yang bisa di ucapkan
" Ya udah, sekarang Bella ikut sama om dan tante pulang ya " mama Justin
" Tidak usah tante , aku bisa pulang sendiri kok " Bella menolak takut bertemu dengan tante Intan
" Lo kok gitu, gak kamu harus ikut Bella " Justin yang memaksa
Bella takut dan tidak enak dengan orang tua Justin, akhirnya Bella ikut dengan mereka.
*** Sesampai rumah ***
" Bella maaf ya kita tidak bisa mampir karena ada acara lain, salam buat papa mama nya ya? " Papa Justin
" Iya om, terima kasih banyak " Bella
" Bye sayang " Justin
Bella masuk ke dalam, dari luar Bella mendengar perdebatan.
Intan " kamu cuma wanita biasa , tidak punya apa tanpa suami mu kamu hanya gelandangan "
" Dasar *******!!! Kamu itu kenapa ngejar suami ku? " Mama Bella
Plakkkkk ... Suara tamparan
" Pa!! Kenapa kamu tampar aku Pa? " Mama bella menangis
" Mulut mu menjijikan!!! Aku akan ceraikan kamu, aku akan nikahin Intan " papa Bella
" Pa !!!! " Bella masuk menerobos ke dalam
" Bella " papa Bella, Mama Bella , intan
" Papa benar - benar keterlaluan! Selama ini aku sangat mengagumi Pa, tapi kali ini aku benci Papa! " Bella
" Kamu salah nak, mama mu tidak baik nak " papa Bella
" Sayang, tante akan merawat mu sayang " Intan
" Bella , kamu tidak boleh disini, mama dan papa hanya marahan sebentar dan tante intan akan ikut bersama kita Bella " mama Bella menutupi
" Tidak!!! Mama hentikan semua kebohongan, aku sudah tahu semua nya!!! Papa selingkuh dengan mantan busuk Papa, dan kamu wanita murahan lebih baik masuk neraka, mati aja kamu!!! " Bella mendorong Intan hingga jatuh
Bella menangis dan kesal, Mama Bella tidak ingin anak nya tersakiti, Bella lari dari rumah, semua mengejar Bella namun tidak ada yang bisa mengejar nya.
Malam pun tiba, Bella berada di jembatan dekat sekolah sendirian sambil menangis, Bella menghubungi Kevin.
" Vin , lo dimana? " Suara Bella menangis
" Bella, lo nangis? Gue di rumah, emang kenapa? " Kevin
" Lo ada masalah? " Kevin bertanya
" Gue mohon lo kesini sendiri please " Bella
" Oke oke gue kesana, tapi gue mohon please lo jangan macem - macem " Kevin mengikuti yang di katakan Bella
Kevin mematikan telpon dan mengirim pesan ke Justin " Justin, bella menangis di jembatan sekolah, please dateng"
Kevin segera berangkat tanpa berpikir apa pun, dia segera menghampiri Bella.
Kevin sampai dia melihat Bella sangat berantakan dan menangis.
" Bel? " Kevin
" Kevin? " Bella memeluk Kevin sambil menangis
" Lo kenapa, cerita dong " kevin menenangkan Bella
" Gue hancur Vin " Bella menangis
" Iya, tapi lo kenapa ? Cerita dong " Kevin
" Vin, gue dari waktu ini pengen ketemu lo, gue pengen cerita masalah keluarga gue " Bella menceritakan semua masalah yang dia alami sambil memeluk Kevin
" Lo sabar, lo harus dewasa dong saat kayak gini, coba lo tanya ortu lo sendiri " Kevin menenangkan
" Tapi ada satu hal yang ingin gue katakan " Bella
" Apa? " Kevin
" Gue suka sama lo dari awal " bella mengecup pipi Kevin
Justin yang melihat dan mendengar yang dikatakan Bella langsung marah dan kesal.
" Vin tega lo nusuk gue dari belakang " justin
Bella melepas pelukan " justin? Lo disini? " Bella kaget
" Justin, gak seperti yang lo liat, lo salah paham " kevin
Justin memukul Kevin " lo sahabat apa nusuk gue? Dia tunangan gue Vin " justin sangat marah
" Lo salah, bukan itu yang terjadi Justin, please denger gue dulu " Kevin
" Gue denger semua, gue lihat semua dengan kepala mata gue sendiri , lo mau bilang apa sih Vin? " Justin yang sangat kesal
" Hentikan !!!! " Bella berteriak dan menangis
" Bel " Justin
" Ya yang lo denger itu semua benar, gue suka sama Kevin bukan sama lo " Bella
" Kenapa? Kenapa Bel? Apa salah gue sama lo?" Justin mulai sedih
" Gue sudah tidak kuat dengan hidup ini, maafin gue Justin " Bella menangis mendekat ke jembatan
" Justin lo jangan emosi, dengerin Bella dulu, dia lagi banyak masalah , dia perlu lo !! " Kevin mencoba menjelaskan kepada Justin apa yabg terjadi dengan Bella
" Yang gue tahu dan gue ngerti, lo berdua sudah bohongin gue, gue gak nyangka persahabatan dan cinta gue lo permainka Vin, lo tega bohongin gue. lo tega merebut Bella dari gue, gara - gara lo Bella harus sedih, gara - gara lo hubungan gue hancur kayak gini! " Justin
" Terserah lo, gue gak ada guna nya disini, gue pergi " Kevin pun balik badan pergi dari lokasi itu
" Kevin! Kenapa lo gak pernah peka sama perasaan gue, kenapa lo pergi? " Bella berteriak
" Bel, ayo kita pulang, gue akan yakinkan semua nya baik - baik aja, pertunangan kita akan baik - baik saja " Justin mendekati bella
" Berhenti! jangan deketin gue," Bella
" Bel lo kenapa! " Justin marah
^u^ Terima kasih sudah berkunjung dan membaca novel author "Perjuangan Cinta". Jangan sampai lupa like, berikan bintang, favorit, kritik dan saran di kolom komentar sangat ditunggu author. ^u^
Kunjungi juga novel lainnya berjudul :
*** Kehidupan Sebelumnya
*** Rahasia Hati
*** Rissa dan Si Driver Ojol
Terima kasih banyak semua, dukungan kalian yang selalu author nanti.